Perjalanan Karier Maurizio Sarri: Berawal dari Bankir, Kini Menuju Gelar Scudetto

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 21 Jul 2020, 14:30 WIB
Pelatih Juventus, Maurizio Sarri. (AFP/Jonathan Nackstrand)

Bola.com, Turin - Perjalanan karier pelatih Juventus, Maurizio Sarri, hingga menjadi seperti sekarang cukup berliku. Dia rela meninggalkan pekerjaan yang dianggap nyaman bagi sebagian besar orang, demi mengejar gairahnya di sepak bola. 

Ya, Maurizio Sarri dulunya seorang bankir. Dunia tersebut sangat berbeda dengan profesi yang dilakoninya saat ini. Namun, roda nasib tak pernah ada yang tahu. 

Advertisement

Pada awal mulanya, Sarri tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang pelatih seperti yang sekarang. Ia berhenti menjadi bankir demi mengejar apa yang disebut orang-orang sebagai 'passion'.

Bankir bukanlah profesi yang buruk, begitupula dengan pelatih sepak bola. Semuanya cuma soal preferensi saja. Sarri memiliki semangat untuk menjadi seorang pelatih ternama ketimbang bankir.

"Saya tidak berhenti karena saya berpikir akan menjadi pelatih hebat di Eropa," buka Sarri usai membantu Juventus mengalahkan Lazio di ajang Serie A, Selasa (21/7/2020), ke Sky Sport Italia.

"Saya meninggalkan bank karena bosan dan punya gairah ini, berharap bisa mendapatkan penghasilan dari passion itu."

"Kadang, di dalam karier, Anda bisa berada di tempat dan waktu yang tepat, jadi anda melakukan upaya yang lebih besar dari niatan awal. Niat awal saya adalah hidup dengan melakukan apa yang saya suka," imbuh Maurizio Sarri.

 

 

2 dari 2 halaman

Lika Liku Pelatih Sejak 1990

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, berbicara dengan Cristiano Ronaldo saat menghadapi AC Milan pada laga lanjutan Serie A di San Siro, Rabu (8/7/2020) dini hari WIB. Juventus kalah 2-4 atas AC Milan. (AFP/Miguel Medina)

Perjalanan karier Sarri sebagai seorang pelatih sepak bola sudah berlangsung lama. Sarri memulai kariernya di Stia, dan terus melanglang buana bersama beberapa klub amatir. Ia merintis karier dari bahwa hingga menjadi pelatih Juventus.

Ia mengawali kariernya pada 1990 untuk melatih di Stia. Tahun demi tahun ia terus mengasah kemampuannya di klub-klub amatir seperti Cavriglia, Antella dan Tegoletto.

Perlahan namun pasti kariernya menanjak. Ia akhirnya bisa dipercaya menangani tim-tim seperti Hellas Verrona, Perugi, dan Empoli.

Kariernya benar-benar menarik perhatian ketika menangani Napoli selama tiga tahun sejak 2015, hingga membuat Chelsea memboyongnya pada 2018.

Kini, ia menangani Juventus dan sudah dekat dengan gelar scudetto perdananya. Juventus sedang menempati puncak klasemen dan hanya membutuhkan empat poin lagi guna mengunci trofi juara Serie A untuk kesekian kalinya.

Mantan pelatih Napoli itu tak pernah memasang target besar seperti yang akan ia capai dalam waktu dekat ini. Niantnya hanya mencari penghasilan dari dunia yang ia senangi. 

Sarri tinggal menunggu waktu untuk mendapatkan trofi Scudetto pertamanya. Pada Agustus 2020, ia berpeluang untuk meraih trofi Liga Champions. Tergantung sampai mana ia mampu membawa Bianconeri melaju.

Sumber: Football Italia

Disadur dari: Bola.net (Penulis Yaumil Azis, published: 21/7/2020)

Berita Terkait