Gareth Bale Bulat Tekad Lebih Memilih Membusuk di Bangku Cadangan daripada Pergi dari Real Madrid

oleh Ario Yosia diperbarui 12 Agu 2020, 08:25 WIB
Gareth Bale (100 juta euro) - Pemain asal Wales ini didatangkan Real Madrid dengan harga 100 juta dari Tottenham Hotspur pada musim panas 2013. Real Madrid menjadikan Bale sebagai pemain termahal di dunia pada saat itu. (AFP/Javier Soriano)

Bola.com, Jakarta - Gareth Bale berniat menghabiskan masa kontraknya dengan Real Madrid meskipun konsekuensinya ia bakal jarang merumput. Penyerang sayap berusia 31 tahun itu terlibat konflik berkepanjangan dengan pelatih El Real, Zinedine Zidane

Minggu lalu ketika ia tidak dimasukkan dalam skuad Real Madrid buat laga babak 16 besar melawan Manchester City di Liga Champions.

Advertisement

Zidane secara terbuka mengonfirmasi bahwa Bale telah menolak untuk bepergian setelah diberitahu bahwa dia tidak mungkin bermain di leg kedua babak 16 besar, yang dimenangkan Man City 2-1 (agregat 4-2).

Bale berada di urutan teratas daftar pemain Madrid yang akan dijual musim panas ini karena gajinya yang sangat besar sebesar 600.000 poundsterling per minggu. Meskipun pemain asal Wales itu selalu berulah saat ada klub yang berminat memakai jasanya.

Entah tak mau gajinya diturunkan atau memilih sama sekali tidak melakukan pembicaraan dengan klub peminat.

The Mirror melaporkan bahwa Gareth bale tidak berniat meninggalkan Madrid. Keluarganya nyaman tinggal di ibu kota Spanyol

Laporan tersebut mengklaim bahwa Bale bersedia menunggu sampai kontraknya berakhir pada 2022, untuk kemudian pindah klub. Sekalipun dua tahun ke depan ia bakal sering ada di bangku cadangan.

Terlepas dari hubungan sengit antara Bale dan Madrid, mantan pemain sayap Tottenham Hotspur itu kini telah memenangkan 13 trofi buat Real Madrid. Termasuk empat Liga Champions dan dua gelar La Liga.

Video

2 dari 2 halaman

Mantan Presiden Madrid Berempati

Gelandang Real Madrid Gareth Bale (kanan) mendapat instruksi dari pelath Zinedine Zidane pada laga melawan Legia Warsawa di Pepsi Arena, Warsawa, Rabu (2/11/2016). (AFP/Janek Skarzynski)

Mantan Presiden Real Madrid, Ramon Calderon, menyarankan supaya Los Blancos meminjamkan Bale dan membayar sebagian gajinya untuk menyudahi keruwetan di antara kedua pihak. 

Gareth Bale sangat jarang diturunkan sang pelatih Zinedine Zidane ketika La Liga kembali bergulir hingga akhir musim.

 Perang dingin antara Bale dan Zidane itu tak luput dari perhatian Ramon Calderon. 

"Ini sangat menyedihkan. Kasihan melihat pemain seperti dirinya hanya di tribune. Kemampuan dan bakatnya belum hilang. Ia masih pemain bagus yang bisa bermain pada level tertinggi di tim mana pun," kata Calderon kepada BBC, seperti dilansir Reuters, Minggu (9/8/2020).  

"Saya rasa mereka akan menemukan solusi untuk menyudahi rasa sakit ini demi kebaikan kedua pihak. Jika dia tak ingin gajinya dipotong, ini bisa dimengerti, maka mereka harus mencari jalan lain," imbuh Calderon mengenai Gareth Bale. 

Sumber: Sportsmole

 

Berita Terkait