Dibully Warganet karena Makan Nasi Bungkus, Hansamu Yama Membela Diri

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 25 Agu 2020, 15:00 WIB
Kapten Timnas Indonesia U-23, Hansamu Yama berebut bola dengan kiper Suriah U-23 pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Rabu (16/11/2017). Indonesia kalah 2-3. (Bola.com/NIcklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Bek Persebaya Surabaya, Hansamu Yama, dirundung oleh warganet setelah kedapatan mengunggah nasi bungkus dengan taburan sambal dan berbagai lauk pauk yang mengandung lemak di insta story akun Instagramnya, @hannsamuyama pada Senin (24/8/2020). Sebagai pesepak bola profesional, pemain berusia 25 tahun itu dianggap serampangan mengatur pola makannya.

"Favorit," tulis Hansamu Yama disertai tanda pagar (tagar) #yangpentinghalal dan #gituajakokrepot pada unggahan nasi bungkusnya tersebut.

Advertisement

Bahkan, tagar #yangpentinghalal kepunyaan Hansamu sempat menjadi topik tren di Twitter lantaran unggahan tersebut dirasa warganet memancing untuk dikomentari. Momennya pun terjadi berbarengan dengan kritikan dari pengguna media sosial terhadap kebiasaan para pemain Timnas Indonesia dan pemain dengan level tim nasional yang kerap mengonsumsi makanan sembarangan.

Di-bully oleh warganet di media sosial, Hansamu membela diri. Sebagai atlet, mantan kapten Timnas Indonesia ini terkadang merasa perlu untuk hidup seperti kebanyakan orang pada umumnya.

"Yakin itu yang makan saya? Ada foto saya di situ lagi makan? Dan misalnya saya pun yang makan, terus kenapa? Toh tidak setiap hari?" kata Hansamu kepada Bola.com, Selasa (25/8/2020).

"Sekarang pun kebetulan sedang libur kompetisi. Jadi wajar dong. Atlet profesional kan manusia juga. Butuh makan bebas. Tapi ada batasan. Tidak setiap hari dan itu wajar. Sebagai atlet, saya juga pasti menjaga asupan gizi buat tubuh saya," jelas Hansamu Yama.

Video

2 dari 2 halaman

Minta untuk Tidak Digeneralisasi

Hansamu Yama Pranata, bek Persebaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Hansamu Yama meminta warganet untuk tidak menyimpulkan kebiasaan pola makannya hanya dengan satu unggahan. Sebab, pengguna media sosial tidak mengetahui asupan nutrisinya secara keseluruhan.

"Masyarakat juga tidak setiap hari melihat apa saja yang saya konsumsi. Jadi tidak bisa disimpulkan hanya dengan satu makanan saja," tutur Hansamu.

"Jadi, makanan favorit itu bukan suatu makanan yang harus dikonsumsi setiap hari. Meski sebenarnya, kita menyukai makanan itu," imbuh pemain yang tidak dipanggil pelatih Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia saat ini tersebut.

Berita Terkait