3 Kolaborasi Maut di Lini Depan Persib: Rata-rata Hanya Seumur Jagung

oleh Erwin Snaz diperbarui 02 Sep 2020, 08:15 WIB
Persib Bandung - Ezechiel N'Douassel dan Jonathan Bauman (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Bandung - Duet Wander Luiz-Geoffrey Castillion masih menjadi andalan Persib Bandung dalam laga lanjutan Shopee Liga 1 2020 yang akan mulai digelar 1 Oktober 2020.

Meski manajemen telah memutuskan pemotongan gaji 50 persen sesuai aturan baru yang dikeluarkan PSSI, pemain tetap setia. Pemain asing pun tak berpaling.

Advertisement

Performa apik yang ditunjukkan Luiz dan Castillion dalam tiga laga membuat Persib memimpin klasemen sementara musim ini.

Dalam tiga laga itu, Luiz mengoleksi empat gol dan Castilion dua gol. Ketajaman mereka tentu akan tetap jadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya nanti.

Pelatih Persib, Robert Alberts optimistis dua striker andalannya itu tetap tajam meski sempat vakum beberapa bulan karena kompetisi ditunda sementara. Pelatih asal Belanda ini optimistis satu di antara mereka akan menjadi top skorer.

Jauh sebelum Luiz-Castilion, Persib Bandung juga memiliki duet-duet maut. Siapa saja?

Video

2 dari 4 halaman

Jonathan Bauman-Ezechiel N'douassel

Ezechiel N'douassel. (Bola.com/Dody Iryawan)

Musim 2018, Persib memiliki duet striker yang tajam, yakni Ezechiel N'douassel-Jonathan Bauman. Duet striker asal negeri Chad dan Argentina itu menjadi andalan pelatih Mario Gomez.

King Eze julukan Ezechiel, mampu mengoleksi 17 gol, sedangkan Bauman sebanyak 12 gol. Namun, duet Eze-Bauman tidak bertahan karena manajemen tidak mempertahankan Bauman, setelah Mario Gomez tidak diperpanjang kontrak.

Ezechiel dipertahankan. Di bawah arahan Miljan Radovic, Persib pun mendatangkan Arthur Gevorkyan asal Turkmenistan untuk dijadikan tandem Ezechiel.

Sayangnya, duet Eze-Arthur tidak sesuai harapan. Arthur Gevorkyan pun dilepas. Eze lalu ditandemkan dengan Kevin van Kippersluis, namun masih jauh dari harapan.

Hingga akhirnya pada musim 2020, Persib di bawah polesan Robert Albert mampu mencetak duet tajam Wander Luiz-Geoffrey Castillion.

 

3 dari 4 halaman

Cristian Gonzales-Hilton Moreira

Cristian Gonzales memberikan salam penuh cinta pada bobotoh Persib yang pernah mendukungnya. (Dok Bola.com)

Musim 2008, Persib Bandung endatangkan tiga striker asal Brasil, yakni Hilton Moreira, Fabio Lopes Alcantara, dan Rafael Bastos.

Namun, ketajaman Fabio Lopes dan Rafael Bastos jauh dari harapan sehingga pada dilepas. Sebagai gantinya, Persib yang saat itu diarsiteki Jaya Hartono, mendaratkan Cristian Gonzels.

Terbukti, duet Gonzales-Hilton berhasil. Baru setengah musim, mereka tampil ciamik. Gonzales mengoleksi 14 gol, sementara Hilton 16 gol.

Duet Gozales-Hilton dipertahankan Persib pada musim 2009-2010. Berkat duet mereka, Persib pun semakin tajam. Dari 50 gol yang dihasilkan, Gonzales mencetak 18 gol dan Hilton 10 gol.

Sayangnya, pada 2010-2011, ketajaman duet Gonzales-Hilton menurun, sehingga pada musim 2011-2012, Gonzales-Hilton tidak diperpanjang.

 

4 dari 4 halaman

Christian Bekamenga-Redouane Barkaoui

Christian Bekamenga (AFP/Frank Ferry)

Musim 2007, Persib Bandung memiliki duet striker asal benua Afrika, yakni Christian Bekamenga-Redouane Barkoui.

Kolaborasi mereka jadi hal yang ditunggu-tunggu bobotoh. Apalagi, duet Bekamenga-Barkaoui cukup menjanjikan. Mereka mengoleksi 20 gol dari total 45 gol Persib pada Liga Indonesia 2007.

Persib yang saat itu dinakhodai pelatih asal Moldova, Arcan Iurie, menjadi juara paruh musim. Harapan bobotoh pun semakin tinggi.

Sayangnya, asa itu harus pupus setelah Bekamenga memilih hengkang dan berlabuh ke liga Prancis. Hilangnya Bekamenga membuat Barkaoui kehilangan tandem yang cocok.

Berita Terkait