Liga 1: Cerita Adam Alis, Pengalaman Bermain di Bahrain dan Usaha Kos-Kosan

oleh Abdi Satria diperbarui 07 Sep 2020, 17:35 WIB
Gelandang Bhayangkara FC, Adam Alis, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Arema FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (27/11). Bhayangkara menang 1-0 atas Arema. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Makassar - Sosok Adam Alis kembali mencuat setelah mendapat panggilan dari Shin Tae-yong untuk menjalani pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia. Sebelumnya, nama pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1993 ini sempat menghilang dari daftar pemain skuat Garuda setelah mengantongi 2 caps.

Sejatinya, perjalanan Adam Alis di sepak bola terbilang mulus pada awal kariernya. Ia memulai karier di klub profesional saat berkostum Martapura FC di Divisi Utama (Liga 2) musim 2013/2014. Tampil apik bersama klub asal Kalimantan Selatan itu membuat manejemen Persija Jakarta menyodorkan kontrak jelang Liga QNB 2015.

Advertisement

Sayang, kompetisi terhenti menyusul perseteruan PSSI dengan Pemerintah dalam hal ini Kemenpora. Penghentian kompetisi justru jadi berkah tersendiri buat Adam Alis. Pada tahun yang sama, ia mendapat tarawan untuk bermain di Liga Bahrain bersama klub East Riffa.

"Terus terang saya tidak pernah menyangka bisa secepat itu bermain di luar negeri. Tapi, agen saya terus menyakinkan saya," kenang Adam Alis pada Channel YouYube Hanif dan Rendy Show.

Adam yang tergabung di Munial Sports Group (MSG) milik Muly Munial ini pun akhirnya menerima tawaran itu. Di East Riffa, Adam mengaku mendapat pengalaman berharga selama memperkuat klub itu dalam semusim.

"Sebagai tim profesional, faslitas yang dimiliki East Riffa terbilang baik. Seperti lapangan dan gym," terang Adam yang mendapatkan debut bersama tim Timnas Indonesia saat menghadapi Kamboja pada 8 Juni 2017.

 

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 3 halaman

Bahasa Isyarat

Gelandang Bhayangkara FC, Adam Alis, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Arema FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (27/11). Bhayangkara menang 1-0 atas Arema. (Bola.com/Yoppy Renato)

Yang menarik, karena keterbatasan penguasaan bahasa Bahrain, Adam Alis lebih banyak menggunakan bahasa isyarat saat berkomunikasi.

"Kalau di lapangan saat latihan, saya sengaja berada di barisan paling belakang agar saya meniru gerakan pemain sesuai intruksi pelatih," kenang sang pemain.

Liga Bahrain hanya diikuti 10 tim. Itulah mengapa ia tak lama memperkuat East Riffa. Sepulang di tanah air, Adam langsung ditampung Barito Putera yang tengah bersiap menghadapi kompetiti Torabika Soccer Championship 2016.

Selepas dari Barito, eks gelandang timnas U-23 ini berturut-turut memperkuat Arema Cronus, Sriwijaya FC dan kini di Bhayangkara FC.

3 dari 3 halaman

Usaha Kos-kosan dan Kedai Kopi

Gelandang Bhayangkara FC, Adam Alis, berebut bola dengan pemain Semen Padang pada laga Shopee Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (2/11). Bhayangkara bermain imbang 2-2 atas Semen Padang. (Bola.com/Yoppy Renato)

Meski masih berstatus pemain aktif, Adam Alis sudah mempersiapkan rencana masa depannya setelah gantung sepatu. Selain dikenal sebagai YouTuber, Adam juga membuka usaha kos-kosan dan kedai kopi. "Harus belajar dan mencoba dari sekarang. Karena setelah tak lagi di sepak bola mau kemana," terang Adam.

Sejauh ini, usaha yang dikelola berjalan baik meski belakangan dirinya lebih dikenal sebagai YouTuber dengan channel AA Tivi. Aktifitas Adam di YouTube gencar ketika kompetisi terhenti.

Kini, setelah klubnya, Bhayangkara FC mulai menjalani persiapan menghadapi lanjutan Liga 1 2020, kegiatan ini berkurang. "Fokus utama saya saat ini adalah tampil bersama Bhayangkara pada lanjutan Liga 1 2020," pungkas Adam yang pernah membawa Arema meraih trofi juara Piala Presiden 2017 sekaligus menjadi pemain terbaik di ajang itu.

Berita Terkait