Klub Malaysia Bakal Seret Penghancur Timnas Indonesia ke Jalur Hukum Setelah Kabur ke Thailand

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 08 Sep 2020, 23:30 WIB
Pemain Timnas Malaysia, Mohamadou Sumareh, merayakan gol ke gawang Timnas Indonesia di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9/2019). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Bola.com, Pahang - Kepindahan Mohamadou Sumareh dari Pahang FA ke klub Thailand, Police Tero FC berbuntut panjang. Tim Malaysia itu menegaskan akan memperkarakan penghancur Timnas Indonesia ini ke jalur hukum.

Dinukil dari The Star, Pahang FA akan melaporkan keputusan sepihak Sumareh ke FIFA. Tim berjulukan Tok Gajah ini juga bakal mengadu ke Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) atas pelanggaran kontrak yang dilakukan oleh pencetak dua gol ke gawang Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia tersebut.

Advertisement

Sumareh hengkang dari Pahang FA ke Police Tero FC setelah mengaktifkan klausul 8.7 dari kontraknya. Dalam surat perjanjian tersebut, dituliskan winger Timnas Malaysia ini diperbolehkan pindah apabila klub menunggak gajinya.

Sumareh juga telah memeroleh Sertifikat Internasional Transfer (ITC) dari FIFA untuk melegalkan kepindahannya ke Police Tero FC.

Adapun, Police Tero FC telah mengumumkan kedatangan Sumareh pada Senin (7/9/2020) melalui laman Facebook klub.

"Resmi, bintang Malaysia, Sumareh, bergabung dengan pasukan untuk memperkuat tim dalam kompetisi musim ini. Dia akan memakai nomor punggung 13," tulus laman Facebook Police Tero FC.

Nama Sumareh cukup familiar di telinga masyarakat Indonesia. Pemain berusia 25 tahun ini menjadi mimpi buruk bagi Timnas Indonesia. Dua golnya membuat membuat seisi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, terdiam saat mengantar Malaysia menang 3-2 pada 5 September 2019.

Video

2 dari 2 halaman

Kronologi Versi Pahang FA

Pemain Timnas Malaysia, Mohamadou Sumareh (13), dikepung pemain Timnas Indonesia dalam laga Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Nasional, Bukit Jalil (19/11/2019). (AFP/Kamarul Akhir))

Pahang FA melalui manajer tim, Datuk Suffian Awang mengatakan bahwa pihaknya bersedia untuk membayar gaji Sumareh, namun sang pemain justru menolaknya.

Pahang FA masih memiliki waktu selama sepuluh hari untuk memblokade kepergian Sumareh ke Police Tero FC. Datuk Suffian memastikan bahwa manajemen Tok Gajah telah membulatkan tekad untuk menyeret sang pemain ke pengadilan.

"Kami keberatan dengan perpindahan pemain yang diizinkan oleh aturan FIFA dan kami akan melayangkan protes kepada FAM karena Sumareh melanggar kontraknya," kata Datuk Suffian.

"Kami telah mencari penasihat hukum dan telah diberitahu bahwa kami dapat mengambil tindakan hukum terhadap Sumareh. Dia belum mengikuti latihan bersama kami dan dia diumumkan menandatangani kontrak dengan klub Thailand. Kami kesal karena kejadian seperti ini," tuturnya.

Sumareh bergabung dengan Pahang FA pada 2017 dan membantu Tok Gajah memenangi Piala FA Malaysia 2018. Pada tahun itu pula, pemain berdarah Gambia ini dinaturalisasi oleh Malaysia dan telah mencatatkan 19 penampilan untuk tim berjulukan Harimau Malaya ini.

"Sumareh bisa saja menyelesaikan perbedaan dia dengan kami dan pergi saat kompetisi musim ini berakhir. Kami tidak tahu mengapa dia terburu-buru dan membuat kekacauain besar. Kami pasti akan mengambil tindakan hukum kepadanya," ucap Datuk Suffian.

Berita Terkait