Shopee Liga 1: Tanpa David da Silva, Trisula Penyerang Persebaya Kian Kompak

oleh Aditya Wany diperbarui 17 Sep 2020, 19:45 WIB
Striker Persebaya Surabaya, David Da Silva, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Bhayangkara FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Sabtu (31/8). Persebaya menang 2-0 atas Bhayangkara. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, menilai kerjasama antarpemain di lini depan makin kompak. Chemistry yang terbangun, meski tanpa keberadaan David da Silva, bakal menjadi faktor kuat gacornya serangan Bajul Ijo pada lanjutan Liga 1 2020 bulan depan.

Persebaya tampil trengginas dalam dua laga uji coba terakhir dengan total telah membukukan 16 gol. Mereka berhasil memetik kemenangan masing-masing kontra Bintang Timur (11-0) dan Tim PON Jawa Timur (5-3).

Advertisement

Padahal, tim berjulukan Bajul Ijo itu bertandang tanpa striker andalan mereka, yaitu David da Silva. Trisula lini depan Persebaya tetap ganas dengan dihuni oleh Irfan Jaya, Patrich Wanggai, dan Mahmoud Eid.

Tiga pemain lini depan itu kian kompak dalam pertandingan. Misalnya, ada uji coba pertama, Irfan memberikan dua assist kepada Mahmoud dan Patrich Wanggai. Hal yang sama dilakukan Mahmoud kepada Irfan yang ikut menyumbang satu gol.

Kerjasama yang apik juga berlanjut ke pertandingan kedua. Irfan kembali menjadi aktor di balik gol Patrich dan Mahmoud.

Bahkan eksekusi penalti yang diambil Mahmoud adalah 'hasil' kerja Irfan yang dijatuhkan di kotak terlarang. Irfan juga ikut mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan dari Mahmoud.

Pelatih Persebaya, Aji Santoso menilai anak asuhnya semakin kompak dan memiliki chemistry yang terbangun dengan baik.

"Seluruh pemain harus bisa, chemistry-nya harus selalu ketemu. Mulai dari kiper sampai pemain depan, chemistry harus selalu memahami. Itu memang salah satu syarat untuk menjadikan permainan sepak bola ini bisa berkembang. Tanpa chemistry sangat susah,” ucap Aji.

“Untuk itu, chemistry antar pemain itu harus cepat saling memahami. Apalagi setiap hari Persebaya latihan, seharusnya setiap individu memahami apa kemauan pemain ini dan pemain yang lain,” imbuh pelatih asli Malang itu.

 

Video

2 dari 2 halaman

Sudah Sama-Sama Tahu

Pemain Persebaya Surabaya, Alwi Slamat, berebut bola dengan Patrich Wanggai saat latihan di Lapangan Yogyakarta Independent School, Yogyakarta, Rabu (23/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Liga 1 2020. (Bola.com/Aditya Wany)

Penyerang sayap Irfan Jaya sangat senang melihat permainan timnya yang semakin membaik dan menunjukkan grafik meningkat. Ikatan antarpemain juga berjalan dengan baik, mereka bisa saling memahami keinginan rekan-rekan setim di lapangan.

“Kami di depan saling kombinasi, dari belakang ke depan. Terus bisa saling memberikan assist untuk mencetak gol. Chemistry kita di depan sudah lumayan, tapi kita berusaha untuk lebih baik lagi,” ucap Irfan Jaya.

Pemain berusia 24 tahun itu merasa tidak kesulitan bekerja sama dengan Mahmoud Eid dan Patrich Wanggai yang lebih senior.

“Kami juga sudah dekat, sudah saling tahu bagaimana maunya Mahmoud dan kakak Patrich. Pokoknya sama-sama sudah tahu,” ujarnya.

Melihat kondisi ini, Persebaya sepertinya tidak perlu khawatir jika gagal mempertahankan striker David da Silva, yang merupakan mesin gol andalan sejak 2018. Namun keberadaan David tentu bakal menambah tajam barisan depan.