Presiden Persik: Klub dan Pemain Paling Dirugikan Akibat Penundaan Shopee Liga 1 2020

oleh Gatot Susetyo diperbarui 30 Sep 2020, 05:15 WIB
Persik saat teken kontrak dengan produsen aparel Noij Malang. Penundaan kompetisi membuat sponsor pun enggan kerjasama dengan klub. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Bola.com, Jakarta - Persik Kediri menyikapi serius penundaan kompetisi lanjutan Shopee Liga 1 2020 yang telah diumumkan Ketum PSSI Mochamad Iriawan kemarin. Dengan penundaan selama satu bulan tersebut, manajemen klub kecewa dengan ketidakjelasan status kompetisi kasta tertinggi di Indonesia ini.

Seharusnya, sesuai jadwal yang sudah dirilis PT LIB, skuat Macan Putih akan menghadapi tuan rumah PSS di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis (1/10/2020) pada pekan 'pembuka' Liga 1 2020. Dengan penundaan tersebut, keberangkatan tim ke Yogyakarta yang diagendakan siang ini harus dibatalkan.

Advertisement

Presiden Persik, Abdul Hakim Bafagih, mengaku sangat dirugikan dengan penundaan kompetisi tersebut. Karena merusak total perencanaan keuangan yang telah ditata rapi.

"Sekarang harus ditata ulang lagi setelah ada penundaan. Tentunya dalam hal ini PSSI dan PT LIB ikut bertanggung jawab. Kalau ke depan seperti ini terus, semua klub bisa bangkrut," tandas Hakim.

Anggota DPR RI dari PAN ini menambahkan kerugian lain yang dialami klub berkaitan dengan sponsorship. Pasalnya, ada dua sponsor besar yang batal merapat ke Kediri.

Apalagi Persik baru saja mengikat kontrak dengan aparel Noij sebagai penyuplai jersey tim untuk dua musim ke depan. "Ini jelas merugikan kami," katanya.

 

Video

2 dari 2 halaman

Tunggu Keputusan Resmi PSSI

Pelatih Persik Kediri, Budi Sudarsono, memimpin latihan di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Selasa (1/9/2020). (Bola.com/Gatot Susetyo)

Penundaan tersebut, lanjut Hakim, juga menggangu mental pemain yang telah berharap besar kehidupannya pulih kembali. Selanjutnya manajemen akan berkoordinasi dengan tim pelatih soal program latihan yang diberikan kepada pemain dalam waktu dekat.

Untuk langkah selanjutnya, Hakim mengatakan, klub masih menunggu keputusan PSSI lewat surat resmi. Apakah menunda liga atau membatalkan kompetisi musim ini. "Kami akan bersikap setelah ada keputusan resmi dari PSSI," tegasnya.