Liga Inggris: 4 Hal Bisa Dipelajari dari Kekalahan Memalukan Manchester United dari Tottenham Hotspur

oleh Hendry Wibowo diperbarui 05 Okt 2020, 11:45 WIB
Penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min, mencetak gol ke gawang Manchester United pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Minggu (4/10/2020). Tottenham menang dengan skor 6-1. (Oli Scarff/Pool via AP)

Bola.com, Manchester - Manchester United terpuruk. Saat menjamu Tottenham yang diasuh Jose Mourinho di Old Trafford, Setan Merah justru menderita kekalahan dengan skor telak. Lini pertahanan United menunjukkan kinerja yang buruk.

Manchester United harus menelan kekalahan dengan skor telak 1-6 kala menjamu Tottenham dalam laga pekan keempat Premier League 2020/21 di Old Trafford, Minggu (4/10/2020).

Advertisement

Setelah sempat unggul lebih dulu lewat penalti Bruno Fernandes, United harus berbalik tertinggal setelah Spurs mencetak gol lewat Tanguy Ndombele dan Son Heung-min.

Lalu, ada kartu merah Anthony Martial pada menit ke-28. United kemudian kebobolan empat gol lagi di sisa laga. Harry Kane [dua gol], Son Heung-Min, dan Serge Aurier bergantian membobol gawang David de Gea.

Kekalahan ini menunjukkan bahwa United butuh tambahan pemain di lini belakang. Sedangkan, bagi Jose Mourinho, dia bisa membusungkan dada. Duet Harry Kane dan Son Heung-min bekerja dengan baik.

Lalu, pelajaran apa yang bisa dipetik dari duel Manchester United vs Tottenham? 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 5 halaman

Jose Mourinho Tersenyum

Jose Mourinho. (dok. Instagram/Jose Mourinho)

Jose Mourinho sempat terlibat adu kata-kata dengan Ole Gunnar Solskjaer sebelum laga Manchester United vs Tottenham. Solskjaer menyindir di skuad United ada transfer flop yang dilakukan sebelum dia masuk tim.

Mourinho bisa keluar dari Old Trafford dengan tawa yang lebar. Dia memenangkan laga dengan skor 1-6 melawan tim yang pernah memecatnya. Mourinho juga menang atas manajer yang mengejeknya soal ukuran gawang.

"Manchester United tidak banyak kalah, [dan] kalah dengan kebobolan enam gol tentu saja tidak setiap hari terjadi. [Ini] kemenangan bersejarah," kata Jose Mourinho.

"Beberapa orang dapat mengatakan Anda bermain melawan 10 orang untuk waktu yang lama, tetapi bagi saya benar juga bahwa ketika 11 lawan 11 kami bermain sangat baik, kami menciptakan banyak masalah, kami menang 2-1 dan mereka tidak bisa menemukan solusi untuk mengendalikan kami," imbuhnya.

3 dari 5 halaman

Lini Belakang Manchester United Keropos

Harry Maguire dari Manchester United, tengah, bereaksi setelah Tottenham mencetak gol kelima mereka selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Tottenham Hotspur di Old Trafford di Manchester, Inggris, Minggu, 4 Oktobe

Terlepas dari kartu merah yang diterima Anthony Martial, kekalahan dari Tottenham adalah kontribusi dari buruknya lini bertahan Manchester United. Harry Maguire bermain buruk, begitu juga Eric Bailly, Luke Shaw, dan Aaron Wan-Bissaka.

Contoh paling nyata adalah pada gol Tanguy Ndombele. Harry Maguire nampak bingung hendak membuang bola ke mana. Lalu, dia justru berebut bola dengan Luke Shaw dan Ndombele memanfaatkan situasi itu.

Gol kedua Tottenham juga menjadi bukti buruknya pertahanan United. Wan-Bissaka dan Maguire tidak siap menghadapi eksekusi cepat freekick Harry Kane. Lalu, Bailly dan Shaw kalah sprint dengan Son Heung-min.

Pada gol keempat Tottenham, Harry Maguire terkena nutmeg Serge Aurier yang menjadi assist untuk gol Son.

4 dari 5 halaman

Kebutuhan Akan Bek Tengah

Manchester United belum menunjukkan tanda-tanda akan membeli bek tengah baru di bursa transfer. Mereka justru gencar melakukan pendekatan pada Edinson Cavani, seorang penyerang berusia 33 tahun.

United sebenarnya berupaya mencari bek baru, tetapi bukan bek tengah. Setan Merah sudah mencapai kata sepakat dengan Alex Telles, bek kiri yang tampil bagus bersama Porto.

Sempat muncul kabar United tertarik pada Kalidou Koulibaly, tetapi sejauh ini belum ada tawaran resmi. United juga sempat dikaitkan dengan beberapa bek tengah lainnya, hanya saja belum ada pergerakan pasti untuk menambah amunisi di posisi yang menjadi titik lemah ini.

5 dari 5 halaman

Tekanan untuk Anthony Martial

Insiden kartu merah yang diterima pemain Manchester United, Anthony Martial, usai dianggap melanggar pemain Tottenham, Erik Lamela, dalam lanjutan Liga Inggris 2020/2021. (Carl Recine/Pool via AP)

Anthony Martial menjadi salah satu pemain yang tampil bagus untuk Manchester United pada musim 2019/2020 lalu. Namun, pada musim 2020/2021, pemain asal Prancis mengawali kiprahnya dengan buruk.

Anthony Martial belum mencetak satu pun gol pada musim ini. Mantan pemain AS Monaco nampak kesulitan menemukan performa terbaiknya. Padahal, tidak ada yang berubah dengan pemain yang berada di belakangnya.

Laga melawan Tottenham dipastikan membuat Anthony Martial makin dalam tekanan. Sebab, dia mendapat kartu merah usai terlibat friksi dengan Erik Lamela. Kartu merah yang membuat United terkapar.

 

Sumber: Berbagai Sumber

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, Published 5/10/2020)

Berita Terkait