Pengamat Sepak Bola Nasional: Shopee Liga 1 2020 Harus Berjalan

oleh Nandang Permana diperbarui 13 Okt 2020, 11:15 WIB
Suporter Persita Tangerang saat melawan PSM Makassar pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Jumat, (6/3/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Sepak bola di Indonesia harus tetap berjalan karena banyak pihak yang sangat bergantung kepada keberlangsungan kompetisi Shopee Liga 1 2020. Utamanya tentunya para pemain, pelatih, official dan pelaku usaha. 

Hal di atas disampaikan pengamat sepak bola Tanah Air, Kesit B Handoyo yang menyoroti belum adanya kejelasan lanjutan Shopee Liga 1 2020.

Advertisement

Lanjutan Shopee Liga 1 sedianya diputar kembali pada awal Oktober lalu. Namun, urung terlaksana karena tidak mendapatkan izin dari pihak pepolisian. Persatuam Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pun menjadwal ulang kick-off menjadi awal November.

Tapi, hingga saat ini belum ada tanda-tanda kepastian bergulirnya kembali lanjutan Liga 1. PSSI bersama operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) rencananya akan melakukan manager meeting dengan klub kontestan Liga 1 di Yogyakarta, Selasa (13/10/2020).

"Sepak bola harus bisa berjalan. PSSI dan pemerintah harus bersinergi dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini," kata Kesit B Handoyo kepada Bola.com, Selasa (13/10/2020).

"Sepak bola wajib jadi treager dalam mengedukasi masyarakat terkait bagaimana agar pandemi bisa cepat berlalu melalui kampanye disiplin protokol kesehatan," tambahnya. 

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Turnamen Bisa Jadi Opsi

Ilustrasi Liga 1 Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

Lebih lanjut Kesit B Handoyo menyebut dengan bergulirnya kompetisi Shopee Liga 1 2020, maka para pemain muda yang diharapkan bisa memperkuat Timnas Indonesia U-19 di Piala Dunia 2021 mendatang mendapat jam terbang untuk mengasah kemampuannya.

Jika memang kompetisi tidak bisa dilanjutkan, maka sebuah turnamen, kata Kesit yang juga seorang jurnalis bisa menjadi opsi.

"Opsi pertama menurut saya tetap harus jalan liga-nya. Kedua, turnamen boleh saja sebagai pengganti apabila izin tak juga didapat. Sepak bola harus tetap bergulir agar masyarakat juga sehat melalui olahraga," Kesit mengakhiri pembicaran.