Jaga Mental dan Kualitas Pemain, PSMS Rencanakan Uji Coba dan Latihan Bersama

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 24 Okt 2020, 16:30 WIB
Gelandang PSMS Medan, Legimin Raharjo, mengontrol bola saat melawan Sriwijaya FC pada perebutan tempat ketiga Piala Presiden di SUGBK, Jakarta, Sabtu (17/2/2018). PSMS kalah 0-4 dari Sriwijaya FC. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Medan - Manajemen PSMS Medan sedang mencari sejumlah tim yang bisa diajak latihan bersama, sembari melakukan laga uji coba. Langkah itu dilakukan untuk mengisi waktu di tengah ketidakpastian nasib Liga 2 2020.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sampai saat ini belum juga mengumumkan kepastian nasib kompetisi sepak bola Indonesia. Manajemen PSMS Medan memilih menggelar latihan bersama sekaligus uji coba untuk mempertahankan mental dan kualitas pemain.

Advertisement

"Kami sedang merencanakan beberapa tim yang akan diajak untuk latihan bersama. Akan tetapi, bukan tim tarkam karena PSMS juga punya marwah," kata manajer PSMS, Mulyadi Simatupang.

PSMS sudah melakukan persiapan jelang lanjutan Liga 2 2020 sejak Agustus lalu. Sejumlah program berpotensi berantakan jika meliburkan para pemainnya.

"Kondisi saat ini memang sangat berat sekali. Jadi, bagaimana cara manajemen agar pemain tidak jenuh menunggu ketidakpastian ini," tegas Mulyadi.

PSMS Medan menjadi klub yang paling serius dalam melakukan persiapan lanjutan Liga 2 2020. Manajemen sukses mendatangkan sejumlah pemain bintang dari klub Liga 1 plus pelatih anyar untuk bisa meraih hasil maksimal.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Digaji 25 Persen

Gelandang PSMS Medan, Rachmad Hidayat, menggiring bola saat melawan PS Tira pada laga Liga 1 di Stadion Pakansari, Jawa Barat, Rabu (5/12). PSMS kalah 2-4 dari PS Tira. (Bola.com/Yoppy Renato)

PSMS Medan akan memberikan gaji sebesar 25 persen kepada pemain, karena nasib Liga 2 2020 belum jelas. Manajemen klub asal Sumatra Utara itu berpegangan pada Surat Keputusan yang dikeluarkan PSSI.

Seperti diketahui, PSSI mengeluarkan Surat Keputusan Bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020.

Dalam surat tersebut terdapat keputusan klub diperbolehkan memberikan gaji kepada pemain sebesar 25 persen selama kompetisi belum bergulir.

Keputusan tersebut mengacu pada Surat Keputusan PSSI sebelumnya bernomor SKEP/48/III/2020. Setelah itu, nantinya para pemain akan mendapatkan gaji sebesar 60 persen saat kompetisi telah berlanjut.

"Mulai Oktober sampai dengan Desember, sistem penggajian pemain sebesar 25 persen. Kami mengikuti SKEP 53 itu sampai dengan dimulainya kompetisi," kata Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja.

"Apabila kompetisi telah efektif untuk dimulai, maka diadakan kesepakatan bersama dengan pemain itulah yang sebesar 60 persen gaji untuk klub Liga 2," ujar Julius Raja.

Berita Terkait