Bola.com, San Sebastian - Laju impresif Barcelona di LaLiga akhirnya terhenti secara dramatis di tanah Basque. Setelah mencatatkan 11 kemenangan beruntun, Blaugrana harus mengakui keunggulan Real Sociedad dengan skor 2-1 dalam laga penuh kontroversi dan kekacauan di Reale Arena, Senin (19/1/2026) dini hari WIB.
Hasil ini bukan hanya menghentikan momentum Barcelona, tetapi juga memangkas keunggulan mereka di puncak klasemen menjadi hanya satu poin.
Barcelona datang ke San Sebastián dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan akan menjaga jarak aman di puncak klasemen dan mempertegas dominasi mereka dalam perburuan gelar. Namun, malam itu berubah menjadi mimpi buruk, diwarnai keputusan VAR, gol-gol yang dianulir, peluang terbuang, dan rapuhnya konsentrasi lini belakang.
Gol 28 Detik dan Awal Kekacauan
Tuan rumah langsung menggebrak sejak sepak mula. Baru 28 detik laga berjalan, bola sudah bersarang di gawang Barcelona, membuat stadion bergemuruh. Beruntung bagi tim tamu, gol tersebut dianulir karena offside, menjadi peringatan keras yang seolah membuka pintu menuju laga penuh drama.
Alih-alih tenang, pertandingan justru semakin kacau. Barcelona mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang demi peluang, tetapi ketajaman mereka seperti menghilang di momen krusial.
Petaka VAR
Petaka bagi Barcelona dimulai ketika Fermín López mengira dirinya membawa tim unggul lebih dulu. Gol tersebut dianulir setelah VAR menilai ada pelanggaran dalam proses build-up. Tak lama berselang, Frenkie de Jong juga bernasib sama, dengan golnya dibatalkan karena offside.
Tekanan semakin meningkat ketika Dani Olmo gagal memaksimalkan peluang emas dari jarak dekat. Penderitaan Barcelona belum berhenti. Lamine Yamal sempat merayakan gol, tetapi sekali lagi VAR turun tangan dan membatalkan gol tersebut setelah peninjauan ulang.
Saat Barcelona terus menyerang tanpa hasil, Real Sociedad justru menunjukkan efisiensi luar biasa.
Lengah
Menjelang pertengahan babak pertama, Sociedad memanfaatkan celah yang ada. Mikel Oyarzabal, yang lolos tanpa kawalan di tiang jauh, menyambar umpan silang dengan sepakan voli akurat untuk membawa tuan rumah unggul 1-0. Gol tersebut meledakkan Reale Arena dan menjadi pukulan telak bagi Barcelona yang merasa pantas unggul lebih dulu.
Barcelona sempat melihat secercah harapan di masa injury time babak pertama ketika wasit menunjuk titik putih. Namun lagi-lagi, VAR membuyarkan asa tersebut dengan membatalkan keputusan penalti.
Memasuki babak kedua, skenario tak banyak berubah. Barcelona terus menekan, sementara Sociedad bertahan disiplin dan menunggu celah. Dani Olmo menjadi aktor utama serangan Blaugrana, tetapi dua peluangnya secara beruntun hanya membentur tiang gawang.
Kiper Sociedad, Álex Remiro, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial. Melihat timnya buntu, pelatih Hansi Flick melakukan tiga pergantian pemain sekaligus tepat setelah laga berjalan satu jam, mencoba mengubah ritme permainan dan mencari solusi.
Gol Rashford
Perubahan Flick akhirnya membuahkan hasil. Sekitar 20 menit menjelang laga usai, Marcus Rashford menyundul bola masuk ke gawang Sociedad, menyamakan kedudukan dan seolah mengembalikan kendali permainan ke tangan Barcelona.
Namun, euforia itu hanya bertahan kurang dari satu menit.
Gonçalo Guedes dan Kesalahan FatalTak lama setelah kickoff ulang, lini belakang Barcelona kehilangan fokus. Gonçalo Guedes memanfaatkan kelengahan tersebut dan mencetak gol kedua Sociedad, mengembalikan keunggulan tuan rumah dan membuat Barcelona terpukul secara mental.
Barcelona nyaris kebobolan lagi akibat kesalahan koordinasi di lini pertahanan, namun Pau Cubarsí melakukan sapuan di garis gawang untuk mencegah situasi semakin buruk.
Menit Akhir
Di menit-menit akhir, Barcelona meningkatkan tekanan. Jules Koundé nyaris menyamakan skor lewat sundulan keras yang menghantam mistar. Situasi semakin menguntungkan ketika Sociedad harus bermain dengan 10 pemain setelah Carlos Soler diganjar kartu merah akibat pelanggaran terhadap Pedri.
Wasit memberikan sembilan menit tambahan waktu, memberi harapan besar bagi Barcelona. Rashford bahkan hampir mencetak gol spektakuler lewat sepak pojok langsung, namun bola kembali membentur tiang gawang.