Pelatih Kandidat Pengganti Joachim Loew usai Jerman Dipermak Spanyol, Jurgen Klopp Ada di Daftar Teratas!

oleh Ario Yosia diperbarui 19 Nov 2020, 08:50 WIB
Jerman - Joachim Loew (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Jerman harus mengakui keperkasaan Spanyol di Liga 1 Grup 4 UEFA Nations League, Rabu (18/11/2020) dini hari WIB. Ngenesnya skuat asuhan Joachim Loew dibantai 6-0 tanpa balas oleh Tim Matador. Sebuah aib bagi Der Panzer!

Duel yang diprediksi akan berjalan sengit itu ternyata tidak sesuai dengan realita. Toni Kroos cs. tampil mengecewakan selama 90 menit pertandingan. Permainan menyerang maupun bertahan mereka amat buruk.

Advertisement

Tercatat di Sofascore, Der Panzer hanya mampu melakukan tembakan sebanyak dua kali itupun tidak menemui sasaran. Jumlah tersebut tentu sangat berbanding terbalik dengan tembakan yang dihasilkan La Furia Roja sebanyak 23 kali.

Hasil buruk itu membuat Der Panzer harus mengikhlaskan satu tempat di semifinal UEFA Nations League untuk skuat asuhan Luis Enrique. Sekaligus, hasil itu menjadi kekalahan paling telak bagi Jerman dalam 89 tahun terakhir di pertandingan resmi.

Apabila tidak mampu bangkit dan tampil jauh di Euro 2020, bukan tak mungkin Joachim Loew harus dipecat dari kursi kepelatihan. Bila hal tersebut benar terjadi, lalu siapa saja pelatih yang bisa gantikan posisinya?

Video

2 dari 5 halaman

Jurgen Klopp

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, memberikan arahan kepada pemainnya saat menghadapi Liverpool pada laga lanjutan Liga Inggris di Goodison Park, Sabtu (17/10/2020) malam WIB. Liverpool bermain imbang 2-2 atas Everton. (AFP/Catherine Ivill/pool)

Sejak kedatangannya ke Anfield pada tahun 2015, Jurgen Klopp sudah membawa perubahan besar untuk Liverpool. Berbekal skuat seadanya, Klopp berhasil menyulap The Reds menjadi salah satu tim terkuat lagi di Eropa.

Pelatih berusia 53 tahun itu memang dikenal jago memoles pemain muda dan dikenal sebagai pelatih yang dekat dengan para pemainnya. Tak hanya itu saja, Klopp juga dikenal pelatih kaya akan taktik dan jenius.

3 dari 5 halaman

Thomas Tuchel

Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Thomas Tuchel bereaksi saat menyaksikan anak asuhnya melawan Lens pada pertandingan Ligue 1 di Stadion Felix Bollaert-Delelis, Lens, Prancis, Kamis (10/9/2020). PSG kalah 0-1. (Denis Charlet/AFP)

Pasca Borussia Dortmund ditinggal oleh Jurgen Klopp yang hengkang ke Liverpool, Thomas Tuchel lah yang melanjutkan tongkat estafet tersebut. Dua musim berada di Signal Iduna Park, Tuchel berhasil membawa Dortmund tampil konsisten.

Namun sayang, tawaran yang menggiurkan dari Paris Saint-Germain membuat pelatih berusia 47 tahun itu harus meninggalkan Die Borussen.

Bersama PSG, Tuchel menyulap tim tersebut mampu berbicara banyak di Liga Champions dengan menembus final pada musim 2019/20 lalu. Ia pun sudah menyumbang enam gelar untuk PSG termasuk dua trofi Ligue 1.

4 dari 5 halaman

Julian Nagelsmann

Ekspresi pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann, saat melawan Paris Saint-Germain (PSG) pada laga semifinal Liga Champions di Stadion The Luz, Rabu (19/8/2020). PSG menang dengan skor 3-0. (David Ramos/Pool via AP)

Muda, berbakat, jenius, dan ambisius adalah empat kata yang bisa menggambarkan Julian Nagelsmann. Bagaimana tidak? kiprahnya sebagai pelatih RB Leipzig yang dikenal sebagai tim baru bisa dibilang mulus dan menakjubkan.

Nagelsmann memang belum menyumbang satu gelar pun untuk Leipzig, tapi prestasi di musim pertamanya membawa Leipzig melaju sampai babak semifinal Liga Champions 2019/20 lalu membuktikan kelasnya sebagai pelatih.

Tak hanya itu, berbekal skuat seadanya juga Nagelsmann berhasil membawa Leipzig menjadi pesaing berat bagi Bayern Munchen dan Borussia Dortmund dalam persaingan merebut gelar Bundesliga.

5 dari 5 halaman

Stefan Kuntz

Stefan Kuntz mungkin terdengar asing di antara tiga nama di atas. Namun, kualitasnya sebagai pelatih tidak bisa dianggap remeh karena ia adalah salah satu pelatih terbaik yang pernah menangani timnas muda Jerman.

Kuntz pernah membawa timnas Jerman U-21 menjuarai Piala Eropa U-21 pada tahun 2017. Bahkan, tahun lalu pun pelatih berusia 53 tahun itu bisa mengulangi momen manis yang terjadi pada tahun 2017 apabila tidak kalah dari Spanyol di partai final.

Sehingga pengalamannya sebagai pelatih timnas muda Jerman dapat menular ke tim senior Jerman, apabila suatu saat Joachim Loew harus dipecat dari kursi kepelatihan dan Kuntz ditunjuk sebagai penggantinya.

Sumber asli: Sofascore, Transfermarkt

Disadur dari: Bola.net (Hendra Wijaya, Published 17/11/2020)

Berita Terkait