Pernah Magang di Sparta Praha, Nilmaizar Berikan Tips untuk Pemain Indonesia yang Menggapai Mimpi di Eropa

oleh Nandang Permana diperbarui 06 Des 2020, 13:45 WIB
Pelatih Persela Lamongan, Nilmaizar, tengah memberikan instruksi kepada kapten Persela, Eky Taufik, dalam sebuah pertandingan Liga 1 2019. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persela Lamongan, Nilmaizar memberikan apresiasi kepada pemain yang mempunyai cita-cita merasakan kompetisi di luar negeri. Hal itu merupakan keinginan bagus dan perlu didukung.

Beberapa hari terakhir ramai pemberitaan pemain Indonesia yang berpeluang main di luar negeri. Bagus Kahfi yang akan memperkuat Jong Utrecht dan Brylian Aldama yang akan gabung klub Kroasia, HNK Rijeka.

Advertisement

Kemudian Ryuji Utomo yang dipinjamkan ke Penang FA. Febri Hariyadi, Rezaldi Hehanusa, Zulfiandi, dan Evan Dimas juga dikabarkan diminati klub luar Indonesia. 

"Bagus, karena dengan begitu akan lahir talenta untuk masa depan sepak bola nasional dan nanti bisa untuk Timnas Indonesia. Bermimpi lah jadi pemain yang hebat dengan kerja sungguh dan dengan kebulatan tekad untuk mencapainya," kata Nilmaizar kepada Bola.com, Minggu (05/12/2020).

Namun, Nilmaizar memgingatkan pemain yang berhasil menembus klub luar negeri harus mempunyai bekal yang cukup dalam hal fisik, kemampuan serta sikap yang baik.

Bermain di negara lain, bukan hanya mengejar impian, tapi membawa nama bangsa dan negara. Jadi, jika berprestasi, nama Indonesia akan menjadi harum dan terkenal. Jika sebalikanya, maka nama Indonesia akan tercoreng.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Tips

Pelatih Persela, Nilmaizar (kiri), saat berbincang dengan pemain asing setelah latihan resmi di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (14/8/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Nilmaizar pernah bermain di klub Eropa, yakni Sparta Praha dengan status magang dan Dukla Praha pada tahun 1990.

"Kompetensi diri harus bagus, fisik, teknik, memahami taktik, serta mental. Mentalnya harus siap untuk bersaing dengan siapa pun. Tetunya harus mampu beradaptasi dengan beberapa hal mulai lingkungan pergaulan, cuaca, dan makanan," ujarnya.

"Saya dulu yakin dan bertekad untuk bertahan dengan kondisi apapun. Apalagi cuaca dingin sampai minus 3. Tekad harus kuat karena kita bersaing bukan hanya dengan pemain tapi juga dengan alam dan suasana. Adaptasi sambil berjalan, sambil belajar," kata Nilmaizar.

Berita Terkait