Bola Beli: Sebelum Nike dan Adidas, Mikasa Sudah Lebih Dulu Memproduksi Bola Voli

oleh Darojatun diperbarui 19 Feb 2021, 08:39 WIB
Pemain Voli Indonesia, Novia Andriyanti berusaha mengembalikan bola pada babak penyisihan grup A voli putri Asian Games 2018 melawan Thailand di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (27/8). Indonesia kalah 1-3 dari Thailand (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta Sama halnya seperti kita mengingat Spalding sebagai bola basket, Mikasa sangat identik dengan bola voli. Jam terbang Mikasa Sports dalam memproduksi bola voli memang jadi alasan kenapa produsen bola asal Hiroshima Jepang ini jadi produk laris sekaligus bola resmi Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) di olimpiade dan kejuaraan dunia. Bola voli Mikasa bahkan dipakai secara menyeluruh di level club dan semua tingkatan sekolah di Amerika Serikat. 

Jangan salah, Mikasa juga memproduksi bola sepak, bola keranjang (korfball), bola basket, bola rugbi, bola american football, bola polo air, dan juga bola tangan. Khusus untuk voli, dominasi Mikasa juga merambah hingga cabang olahraga bola voli pantai dan bola voli salju. Berjayanya Mikasa di bola voli juga mirip dengan keunggulan teknologi mereka dalam produksi bola polo air yang membuat mereka jadi bola resmi Federasi Polo Air Internasional. 

Advertisement

Sebagai produsen bola yang sudah berdiri sejak 1917, Mikasa mengawali usahanya dari perusahaan pengolahan karet alam Masuda dan Myojyo. Sejalan dengan keuntungan berlipat yang dihasilkan Mikasa dari produksi bola, akhirnya mereka pun fokus dalam produksi bola secara penuh baik yang terbuat dari bahan kulit maupun sintetik. Perubahan tampilan bola voli Mikasa dari warna putih polos menjadi penuh warna berawal di era 90-an, dengan warna kuning sebagai dasar; dan warna biru tua, biru muda, hijau, merah muda, sebagai pola minor.

 

 

2 dari 3 halaman

Awas, Ada Banyak Tiruan

Hingga saat ini Mikasa Sports masih memproduksi bola voli klasik mereka yang berwarna putih. (Sumber: Mikasasports.co.jp)

Mikasa kini memproduksi bola voli dengan lima kategori kualitas: untuk pertandingan, premium, elite, untuk berlatih, dan terakhir untuk keperluan rekreasi. Semua produk ini sangat mirip karena memiliki jumlah panel dan variasi warna yang sama, namun kualitas bahan dan kualitas produksinya sungguh berbeda.

Uniknya, mereka pun masih memproduksi produk-produk lama dengan panel klasiknya, termasuk bola voli tipe VUL500 dan VWL 210 yang berwarna putih polos. 

Pada akhirnya tidak mengherankan pula bila bola voli Mikasa yang membanjiri pasaran Indonesia sangat beragam dari sisi model dan harga, mulai dari harga Rp 180 ribu hingga Rp 600 ribu. Timnas voli putra dan putri Indonesia berlatih dengan desain terbaru berwarna kuning biru dengan nilai harga lebih mahal tentunya. Harga bola voli Mikasa memang beragam, karena itu kita harus lebih teliti dalam mencermati spesifikasi setiap bola voli yang ditawarkan. 

Sejumlah lapak daring ada yang menawarkan bola dengan panel dan pola warna serupa hanya dengan harga 60 ribuan rupiah saja. Keaslian bola voli desain baru yang semurah ini jelas perlu diragukan, apalagi kini banyak produk tiruan yang datang dari Thailand.  

 

3 dari 3 halaman

Dibuat dengan Teknologi Tinggi

Kini pola warna bola voli Mikasa sangat beragam tidak hanya untuk bola voli pantai tapi juga untuk nomor indoor reguler.

Dari sisi teknologi, simetri bola voli Mikasa kian presisi dengan penempatan katup masukan udara yang diatur sehingga titik berat bola benar-benar ada di pusat bola. Bila dulu bola bisa bervibrasi di udara sehingga bergerak liar kiri-kanan dan mengecoh lawan karena servis dilakukan dengan menghantam bola tepat di pentilnya, kini fenomena serupa semakin bisa direduksi karena desain bola voli Mikasa yang semakin mendekati sempurna. 

Pola sambungan antar panel juga memegang kunci dalam kualitas karena hanya dengan jenis perekat dan pola penyambungan berbasis tekanan dan suhu tinggi sajalah bola yang tahan lama bisa dibuat. 

Untuk pola warna kuning-biru yang dipakai di turnamen profesional, kejuaraan dunia, dan olimpiade pun dianggap lebih memudahkan atlet dalam menganalisis pola rotasi bola di udara sehingga mereka akurat dalam melakukan passing bawah dan tossing. Hal yang paling penting adalah pola pantulan bola voli Mikasa dianggap paling konsisten baik dilihat dari tinggi pantulan maupun konsistensi sudut pantulnya. 

Konsistensi pola gerak bola voli Mikasa ini jelas penting dalam kejuaraan pada level tertinggi yang diwarnai pergerakan bola yang cepat dengan pukulan-pukulan yang keras, sehingga diharapkan wasit amat jarang menggunakan teknologi video untuk mereview keputusannya. Teknologi video review yang mulai dipakai sejak 2012 ini juga digunakan untuk memonitor "kesehatan" bola-bola voli Mikasa yang digunakan. Sejauh ini, performa bola voli Mikasa masih yang terbaik dan cocok untuk pengguna yang ingin benar-benar menyeriusi cabang olahraga populer ini.