MotoGP: Legenda Suzuki Ingatkan Joan Mir Gunakan Nomor Motor 1 Bikin Sial

oleh Hendry Wibowo diperbarui 21 Des 2020, 21:30 WIB
Pembalap Suzuki, Joan Mir, dan manajer tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, setelah memastikan gelar juara dunia 2020 di Valencia, Minggu (15/11/2020). (AFP/Lluis Gene)

Bola.com, Jakarta - Berkat prestasi menjadi juara dunia MotoGP 2020, pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir berhak atas nomor motor 1 sebagai simbol dirinya merupakan juara bertahan.

Pada sebuah kesempatan, Joan Mir pernah mengatakan tim Suzuki punya asa agar dirinya memakai nomor motor 1. Tapi karena alasan nomor keramat, pembalap asal Spanyol itu pilih untuk memikirkannya terlebih dahulu.

Advertisement

Joan Mir lebih senang memakai nomor motor yang mengantarkannya jadi juara dunia MotoGP 2020: 36. Baru-baru ini, legenda Suzuki, Kevin Scwhantz mengingatkan Joan Mir dan Suzuki bahwa tidak mudah memakai nomor 1 setelah jadi juara dunia.

“Saya tidak tahu, mereka (Suzuki)menempelkan nomor 1 di motor saya dan itu cukup sulit. Motro saya lebih sering mendarat di tanah (kecelakaan) daripada yang seharusnya," kata Kevin Schwantz, juara dunia kelas 500cc tahun 1993 bersama Suzuki.

Kevin Schwantz memang salah satu pembalap kelas tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor yang sudah merasakan kutukan memakai nomor motor 1. Satu tahun setelah juara dunia musim 1993, perjuangannya begitu sulit di tahun 1994 dan akhirnya haya finis keempat.

Namun secara keseluruhan, Kevin Schwantz turut mengingatkan Joan Mir usaha untuk mempertahankan gelar lebih sulit ketimbang ketika meraih untuk kali pertama.

“Tekanan yang datang dari nomor 1, ini jauh lebih sulit. Sekarang Anda adalah orang yang ingin dikalahkan semua orang," kata Kevin Schwantz.

"Saya juga berbicara dengan Wayne (Rainey) tentang hal itu. Wayne mengatakan bagian tersulit adalah menang. Tetapi bahkan lebih sulit, 3-4 kali lebih sulit untuk coba bertahan di posisi pertama," lanjutnya.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Memuji Joan Mir

Pembalap Suzuki, Joan Mir, memastikan gelar juara dunia MotoGP 2020 di Sirkuit Ricardo Tomo, Valencia, Minggu (15/11/2020). (AFP/Lluis Gene)

Banyak yang menganggap miring pencapaian Joan Mir menjadi juara dunia MotoGP 2020. Maklum ia hanya merasakan satu kemenangan dan pembalap terkuat di grid, Marc Marquez tidak ada di grid.

Namun Kevin Schwantz tidak setuju anggapan tersebut. Menurutnya siapa pembalap dengan torehan poin terbanyak, maka layak ditahbiskan sebagai juara.

“Joan melakukan pekerjaan yang hebat. Dan saya pikir kedewasaan yang dia tunjukkan sepanjang musim membuatnya mendapatkan gelar," kata Kevin Schwantz.

 

Sumber: Speedweek

Berita Terkait