5 Momen Kelam Olahraga Sepanjang 2020 Versi Bola.com: Kepergian Kobe Bryant Hingga Dampak Pandemi COVID-19

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 24 Des 2020, 09:00 WIB
Kilas Balik 2020 - 5 Momen Kelam (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Tak pernah ada yang membayangkan jika 2020 menjadi tahun yang penuh dengan kesedihan, rasa takut dan penderitaan. Adanya pandemi COVID-19 tak sekadar mengganggu sejumlah event olahraga, namun juga merenggut jutaan nyawa di seluruh dunia.

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) atau yang awam disebut virus corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada pengujung 2019. Tak butuh waktu lama, virus tersebut langsung menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Advertisement

Akibatnya, kehidupan masyarakat di dunia harus berubah 180 derajat. Sikap manusia yang identik dengan kehidupan sosial terpaksa harus berubah menjadi individualis.

Hal itu dilakukan untuk meminimalisir penyebaran COVID-19. Perekonomian dunia menjadi sektor yang paling terdampak karena perubahan gaya hidup masyarakat pada masa pandemi virus corona.

Rutinitas di luar ruangan menjadi minimalis, bahkan bekerja hingga sekolah harus digelar di rumah secara virtual. Sejumlah sektor juga terganggu akibat adanya pandemi COVID-19.

Tak terkecuali dengan olahraga dan para atletnya. Sejumlah event besar terganggu dan ditunda hingga 2021 karena situasi yang tidak kondusif.

Selain COVID-19, ada sejumlah momen kelam yang terjadi sepanjang 2020, khususnya dalam bidang olahraga. Bola.com mengerucutkannya menjadi lima momen yang layak berlabel kelam dan terjadi di dunia olahraga sepanjang 2020. Apa saja? Berikut ini adalah perinciannya. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 6 halaman

Kobe Bryant Meninggal Dunia

Kobe Bryant jadi cover gim NBA 2K21 untuk versi Legends Edition. (Dok. NBA 2K21)

Tahun 2020 diawali momen kelam yang terjadi pada 26 Januari. Publik dikejutkan dengan meninggalnya Kobe Bryant. Pebasket legendaris Amerika Serikat itu meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter.

Menurut laporan resmi, helikopter jenis Sikorsky S-76 memuat lima awak termasuk Kobe Bryant. Tak ada yang selamat dalam peristiwa nahas tersebut, termasuk putri Kobe Bryant, Gianna Bryant, yang juga tewas.

Seluruh dunia berduka atas meninggalnya Kobe Bryant. Sesama pemain hingga mantan pebasket, yakni Shaquille O'Neal dan Michael Jordan tak mampu menyembunyikan kesedihan atas kepergian Kobe.

"Tak ada kata-kata yang bisa mengekspresikan rasa sakit yang saya rasakan atas tragedi kehilangan keponakan saya Gigi dan saudara saya Kobe Bryant," tulis O'Neal di akun Twitternya.

Sementara itu, Michael Jordan mengaku kaget dengan berita kematian Kobe Bryant. Di mata Michael Jordan, Kobe Bryant adalah sosok pebasket bertalenta dan rendah hati.

"Saya kaget dengan berita tragis kematian Kobe Bryant dan Gianna. Kata-kata tidak bisa menggambarkan rasa sakit yang saya rasakan. Saya mencintai Kobe. Dia seperti saudara kecil bagi saya. Kami dulu sering berbicara, dan saya akan sangat merindukan percakapan itu," kata Michael Jordan.

Bintang Los Angeles Lakers, Kobe Bryant, menyudahi 20 tahun kariernya di ajang NBA dengan mencetak 60 kontra Utah Jazz, Kamis (14/4/2016)

Tak hanya dunia basket, hampir seluruh atlet di dunia turut berduka atas meninggalnya Kobe Bryant. Hal itu tak berlebihan karena memang Kobe bukan sosok pebasket biasa. Dia merupakan satu di antara sejumlah pebasket terhebat dalam sejarah NBA yang bergelimang prestasi.

Pria yang dijuluki Black Mamba tersebut merupakan pemegang lima cincin juara NBA, dua kali menjadi Most Valuable Player (MVP) di final NBA dan liga reguler, 14 kali masuk All NBA Team, dan 15 kali masuk All Star Selections.

Kobe Bryant juga menjadi guard pertama yang tampil selama 20 musim di NBA dan juga pebasket pertama yang 20 musim membela satu tim. Pada masa jayanya, dia adalah seorang pencetak poin mumpuni, defender tangguh, dan seorang juara sejati.

3 dari 6 halaman

MotoGP dan F1 Tak Maksimal

Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso saat tampil pada lomba MotoGP Jerez, 19 Juli 2020. (AP Photo/David Clares)

Memasuki Maret 2020, situasi dunia mulai kacau setelah adanya pandemi COVID-19. MotoGP yang ketika itu ingin memulai musim baru tak bisa menghindar.

Balapan pembuka yang seharusnya digelar di Sirkuit Losail, Qatar pada 8 Maret 2020 akhirnya ditunda akibat virus corona. Dorna selaku penyelenggara MotoGP akhirnya harus menunda sejumlah seri yang awalnya termasuk dalam kalender MotoGP 2020.

Pada awal Juli 2020, kabar baik akhirnya diungkapkan Dorna untuk memilih melanjutkan musim 2020. Namun syaratnya, balapan digelar tertutup tanpa penonton dan hanya akan digelar pada beberapa sirkuit saja.

Mayoritas balapan digelar di sejumlah sirkuit di Eropa. Akhirnya terwujud 14 balapan yang berlangsung di 8 sirkuit berbeda. Adapun 12 seri yang berada di daerah rawan COVID-19 dan luar Eropa akhirnya ditunda.

Meskipun tak maksimal, MotoGP berhasil menyelesaikan musim 2020. Pembalap Suzuki, Joan Mir, keluar sebagai juara setelah mengumpulkan 171 poin.

Pembalap Mercedes Lewis Hamilton berpose dengan piala saat merayakan kemenangan Grand Prix Formula Satu Turki di arena pacuan kuda Istanbul Park di Istanbul, Minggu (15/11/2020). (Ozan Kose/Pool via AP)

Sementara itu, situasi serupa juga dialami F1 2020. Sejatinya, musim 2020 akan dibuka dengan balapan di GP Australia pada Maret 2020.

Namun, situasi ketika itu tidak maksimal sehingga musim 2020 mengalami penundaan. F1 2020 baru memulai musim pada Juli yakni di GP Austria yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring.

Sebanyak 17 seri berhasil dituntaskan dengan mayoritas balapan yang digelar di Eropa. Adapun Asia hanya menggelar tiga balapan yakni di Bahrain dan Abu Dhabi.

Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, keluar sebagai juara F1 2020. Pembalap asal Inggris itu tampil dominan dengan memenangi 11 seri dan mengumpulkan 347 poin.

 

4 dari 6 halaman

Raihan Terburuk Valentino Rossi

Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi. (AFP/Jose Jordan)

MotoGP 2020 mencatatkan pencapaian terburuk sepanjang karier Valentino Rossi. Pembalap berjuluk The Doctor itu gagal memberikan perpisahan manis untuk pabrikan Yamaha, karena hanya finis di peringkat ke-15 klasemen akhir pembalap.

Balapan MotoGP 2020 sangat terasa berat buat Rossi. Selain kesulitan beradaptasi dengan motor Yamaha, musim ini Rossi juga sempat terpapar COVID-19.

Rossi hanya mampu sekali merasakan podium pada MotoGP 2020 setelah finis di peringkat ketiga pada balapan seri Andalusia. Adapun pembalap asal Italia itu gagal finis pada lima balapan dan absen dua seri karena terinfeksi COVID-19.

MotoGP 2020 juga menjadi musim terakhir Rossi bersama Yamaha. Pabrikan yang identik dengan Garpu Tala itu memutuskan untuk menunjuk Fabio Quartararo sebagai pengganti Rossi dan akan diduetkan dengan Maverick Vinales.

"Saya rasa tidak akan banyak perubahan di area teknik. Akan tetapi, 15 tahun dari karier saya adalah bagian penting dari kehidupan saya. Saya punya banyak teman di tim, jadi ini terutama soal sisi manusianya," kata Rossi.

Valentino Rossi usai mengalami kecelakaan pada balapan MotoGP 2020 di Sirkuit Le Mans, Prancis, Minggu (11/10/2020). (JEAN-FRANCOIS MONIER / AFP)

"Itu momen emosional ketika saya kembali ke pits. Terutama karena ceritanya tidak hanya berakhir dengan tim, tapi juga dengan beberapa orang penting di garasi saya, contohnya Alex dan Bret. Itu sangat emosional," ucap Rossi.

Yamaha memang tidak benar-benar melepas Rossi begitu saja. The Doctor masih diikat kontrak dengan Yamaha dan akan memperkuat tim satelit Petronas Yamaha SRT musim depan.

Rossi memasang target tinggi untuk musim depan. Bahkan, pembalap asal Italia itu tak ragu mengejar target untuk meraih gelar juara ke-10, meskipun lebih realistis menatap ketatnya persaingan.

"Itu selalu menjadi target utama, tapi tak masalah jika hanya memenangi balapan, menjadi kompetitif, naik podium, dan menjadi sosok protagonis pada Minggu," ucap Rossi pada pengujung November 2020.

5 dari 6 halaman

Penundaan Olimpiade Hingga PON Papua

Kapal tongkang membawa Cincin Olimpiade dekat Rainbow Bridge di Distrik Odaiba, Tokyo, Jepang, Jumat (17/1/2020). Cincin Olimpiade dengan tinggi 15,3 meter dan panjang 32,6 meter tersebut akan berada di sana hingga Olimpiade 2020 berakhir. (AP Photo/Jae C. Hong)

Sepanjang 2020 sejatinya ada dua event akbar yang akan diikuti para atlet Indonesia. Event tersebut ada yang berskala internasional semisal Olimpiade Tokyo hingga kelas nasional bernama Pekan Olahraga Nasional (PON).

Namun, kedua event tersebut akhirnya resmi ditunda. Situasi dunia yang terjangkit pandemi tak memungkinkan untuk menyelenggarakan event akbar tersebut.

Keputusan penundaan Olimpiade Tokyo misalnya diputuskan setelah melalui pertimbangan panjang. Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan menunda Olimpiade ke 2021 setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Jepang.

"Presiden IOC dan Perdana Menteri Jepang telah menyimpulkan pertandingan Olimpiade XXXII di Tokyo harus dijadwal ulang hingga setelah tahun 2020," demikian pernyataan IOC pada Maret 2020.

"Akan tetapi, (penundaan) tidak lebih dari musim panas 2021, untuk menjaga kesehatan para atlet, semua orang yang terlibat dalam pertandingan Olimpiade dan komunitas internasional," tegas pernyataan itu.

Perdana Menteri Jepang saat itu, Shinzo Abe, sangat mendukung penundaan tersebut. Keamanan dan keselamatan atlet menjadi prioritas utama.

"Kami meminta Presiden Bach untuk mempertimbangkan penundaan sekitar satu tahun demi memungkinkan para atlet bermain dalam kondisi terbaik, dan menjadikan acara itu aman dan aman bagi para penonton," ucap Abe.

Drawa dan Kangpho merupakan hewan endemik Papua. (Liputan6.com/Katharina Janur)

Sebulan kemudian, Pemerintah Republik Indonesia juga memutuskan untuk menunda PON Papua. Keputusan itu diambil dalam rapat terbatas yang digelar Presiden Joko Widodo bersama otoritas terkait.

"Bapak Presiden memutuskan untuk pelaksanaan PON ke-20 di Papua yang tadinya direncanakan Oktober 2020 ditunda menjadi Oktober 2021," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia tak memungkinkan untuk menyelenggarakan PON Papua. Selain itu, masih ada pula pengerjaan venue yang terganggu karena pandemi COVID-19 sehingga belum rampung.

"Bahan-bahan sekarang ini sudah kurang tersedia, kemudian pendistribusian bahan-bahan untuk pembangunan yang didatangkan dari luar Papua juga mengalami hambatan. Sebagaimana kita tahu sekarang ini provinsi Papua memberlakukan penutupan," ucap Zainudin Amali ketika itu.

6 dari 6 halaman

Khabib Nurmagomedov Memilih Pensiun

Petarung seni bela diri campuran, Khabib Nurmagomedov menggelar konferensi pers di Moskow pada 26 November 2018. Khabib Nurmagomedov mengumumkan pensiun dari dunia seni bela diri campuran (MMA) usai mengalahkan Justin Gaethje dalam UFC 254, Minggu (25/10/2020). (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)

Khabib Nurmagomedov membuat kejutan dengan mengumumkan pensiun dari seni bela diri campuran (MMA) pada Minggu (25/10/2020). Keputusan itu diambil Khabib Nurmagomedov setelah memenangi duel melawan Justin Gaethje pada UFC 254.

Dalam pertarungan itu, Khabib Nurmagomedov tak butuh waktu lama untuk mempertahankan sabuk juara kelas ringan (lightwight) UFC. Petarung asal Rusia itu menang pada ronde kedua melalui submission.

Memenuhi janji pada ibunya menjadi alasan utama Khabib Nurmagomedov pensiun. Janji tersebut terlanjut dilontarkannya ketika sang ayah meninggal dunia karena COVID-19 pada Juli 2020.

"Hari ini saya mau mengatakan bahwa ini adalah pertarungan terakhir saya.Tidak mungkin saya bisa berada di sini tanpa ayah saya. Saya telah berjanji pada ibu, inilah pertarungan terakhir saya," kata Khabib Nurmagomedov.

Juara kelas ringan UFC, Khabib Nurmagomedov mengangkat sabuk juaranya saat tiba di Makhachkala, Rusia, Senin (8/10). Khabib menjadi pusat perhatian dunia setelah sukses mempertahankan sabuk juara kelas ringan melawan Conor McGregor. (AFP/Vasily MAXIMOV)

Keputusan Khabib Nurmagomedov juga mengejutkan Justin Gaethje. Menurut Justin Gaethje, Khabib adalah lawan yang profesional dan berjiwa ksatria pasti membuat ayahnya bangga.

"Khabib Nurmagomedov bertarung setelah kehilangan ayahnya. Saya tidak bisa membayangkan itu semua. Saya tidak mau melaluinya. Makanya setelah pertarungan selesai, saya bilang padanya bahwa dia telah membuat ayahnya bangga," ucap Justin Gaethje.

Khabib Nurmagomedov kini bisa pensiun dengan tenang karena mencatatakan rekor fantastis sepanjang kariernya. Petarung berusia 32 tahun itu menorehkan rekor menang 29-0 alias tidak terkalahkan.