Persib Butuh Simulasi Pertandingan Sebelum Liga 1 2021 Bergulir

oleh Erwin Snaz diperbarui 02 Feb 2021, 22:00 WIB
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mendorong digelarnya turnamen berskala kecil tanpa penonton sebelum kompetisi Shopee Liga 1 2021 digulirkan setelah Idul Fitri 2021 atau dua bulan setelah Ramadhan. 

"Sangat logis jika Liga berjalan minimal dua bulan setelah Ramadhan (bulan puasa), dengan begitu tim punya waktu dua bulan untuk mempersiapkan dirinya menjalani kompetisi Liga," ujar Robert saat dihubungi awak media, Selasa (2/2/2021).

Advertisement

Jika sudah pasti, Persib akan mulai persiapan akhir bulan Mei. Harapan Robert, kompetisi bisa bergulir mulai akhir Juli atau awas Agustus 2021.

"Itu menjadi masuk akal, tapi selama ini kita juga tidak boleh lupa bahwa saat ini kita belum mendapat izin apapun termasuk di dalamnya turnamen pramusim," ungkap pelatih asal Belanda ini.

Robert menambahkan, sebelum kompetisi, klub-klub bisa menggelar turnamen skala kecil tanpa penonton. Ini untuk mengetahui bagaimana penerapan prosedur di Liga 1 2021 jika resmi digulirkan.

"Karena itu menjadi jaminan seperti yang terjadi di Eropa, anda tidak bisa menggelar pertandingan jika orang-orang tetap datang ke stadion," tegas Robert.

"Jadi apa yang saya pikir penting dan perlu dipertimbangkan juga, saya di sini berbicara dari sudut pandang teknik sebagai pelatih dan yang menjadi ketertarikan Persib Bandung untuk kemajuan Timnas Indonesia, dan itu tentu saja dengan mengikuti agenda Eropa," ungkap Robert.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Lebih Tertata

Ilustrasi Liga 1 Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

Robert berpendapat, apabila sudah memiliki rencana selama satu tahun ke depan dengan mengikuti kalender FIFA, kompetisi Indonesia akan lebih tertata.

"Pada saat yang sama, ada juga hal positif lainnya jika menggelar kompetisi di bulan Agustus yaitu punya banyak waktu luang untuk mengatur Piala Indonesia," tutur Robert.

Menurut Robert, di Indonesia cukup aneh karena ajang Piala Indonesia pernah digelar sampai dua tahu, dimulai 2017 dan berakhir pada 2019.

"Jadi harus lebih serius memikirkan bagaimana memulai liga, juga memulai sepak bola yang profesional di Indonesia, dengan visi jauh ke depan untuk menjadi lebih kuat di mata dunia, karena itu kita juga perlu menggelar FA Cup," ungkap Robert mengakhiri.

Berita Terkait