Kisah Tragis Gareth Bale dan 5 Bintang yang Kehilangan Magi Ketika Kembali ke Klub Mantan

oleh Ario Yosia diperbarui 09 Feb 2021, 07:50 WIB
Tottenham Hotspur - Gareth Bale (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Gareth Bale kembali ke Tottenham pada bursa transfer musim panas. Sayangnya, Bale sejauh ini masih meredup bersama Spurs. Ia seperti kehilangan magi bersama mantan klubnya.

Bale dipinjam Totenham dari Real Madrid sampai akhir musim 2020/2021. Bale diharapkan bisa tampil mengesankan setelah kembali ke Premier League.

Advertisement

Sayangnya, Bale justru meredup di Tottenham Hotspurs Stadium. Dari enam penampilan di Premier League, Bale cuma bikin satu gol.

Bale juga tidak dipercaya menjadi untuk starter di Spurs. Jose Mourinho kerap memarkir pemain asal Wales itu di bangku cadangan.

Gareth Bale bukanlah satu-satunya pemain yang gagal bersinar setelah kembali ke mantan klub. Berikut ini adalah lima pemain lainnya.

Video

2 dari 6 halaman

Joe Cole

Joe Cole (AFP)

Joe Cole memulai kariernya bersama West Ham. Sang gelandang kemudian pindah ke Chelsea dan memenangkan berbagai macam gelar di sana.

Setelah bermain untuk Liverpool dan Lille, Cole kembali ke West Ham pada Januari 2013. Selama 18 bulan di Upton Park, Cole tak mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena masalah cedera.

Mantan pemain timnas Inggris itu hanya mencatatkan 37 penampilan selama dua musim di klub. Cole akhirnya dilepas West Ham pada 2014 dan bergabung dengan Aston Villa dengan status bebas transfer.

3 dari 6 halaman

Kaka

Kaka, pemain asal Brasil satu ini menjadi motor vital setiap serangan AC Milan di Liga Champions 2007. Kaka mampu menghancurkan lini pertahanan Liverpool dan memberikan beberapa assist untuk kemenangan AC Milan atas Liverpool di laga final Liga Champions 2007. (AFP/

Kaka menjadi pemain terbaik dunia ketika memperkuat AC Milan. Ia memenangkan Ballon d'Or pada tahun 2007 setelah membantu timnya memenangkan Liga Champions.

Real Madrid akhirnya memboyong Kaka pada tahun 2009. Pemain asal Brasil itu menjadi pemain termahal di dunia saat itu ketika datang ke Santiago Bernabeu.

Namun, Kaka tidak memberikan dampak yang sama di Spanyol dan akhirnya kembali ke Milan empat tahun kemudian. Namun, kembalinya Kaka tidak berjalan sesuai rencana dan ia hanya bertahan semusim sebelum pindah ke Amerika Serikat.

4 dari 6 halaman

Andriy Shevchenko

Saat bergabung dengan AC Milan, Shevchenko menjadi pemain non Italia pertama yang mampu menjadi topskor sebagai debutan di Serie A dengan 24 gol dari 32 pertandingan. (AFP/Philippe Desmazes)

Andriy Shevchenko meraih Ballon d'Or tahun 2004 dan bisa dibilang sebagai striker paling ditakuti di dunia. Ia meninggalkan AC Milan pada 2006 dan Chelsea menebusnya dengan biaya 30 juta pounds.

Bomber Ukraina itu gagal menunjukkan ketajamannya di Inggris dan dengan cepat dianggap sebagai pemain gagal. Dia kemudian kembali ke Milan dengan status pinjaman di tahun 2008.

Setelah kembali ke San Siro, Shevchenko gagal mencetak gol dalam 18 pertandingan liga. Shevchenko kemudian pulang ke Dinamo Kiev dan gantung sepatu di sana pada 2012.

5 dari 6 halaman

Diego Costa

Pemain timnas Spanyol, Diego Costa mencetak gol sebelum pemain dan kiper timnas Argentina, Fabricio Bustos dan Sergio Romero memblokir tendangan pada laga uji coba di Wanda Metropolitano, Rabu (28/3). Spanyol menang telak 6-1. (AP/Francisco Seco)

Diego Costa tampil luar biasa pada periode pertamanya bersama Atletico Madrid. Ia mencetak 64 gol di semua kompetisi dalam tiga musim dan membantu mereka memenangkan La Liga pada musim 2013/14.

Bomber Spanyol itu kemudian pindah ke Chelsea dan memenangkan dua gelar Premier League di sana. Setelah tidak dibutuhkan lagi di klub, Costa akhirnya kembali ke Atletico.

Namun, periode keduanya bersama Atletico tidak berjalan dengan baik. Ia hanya mencetak 12 gol dari 61 penampilan di La Liga.

6 dari 6 halaman

Robbie Fowler

Robbie Fowler, sang legenda Liverpool mampu menorehkan tiga gol dalam waktu 4 menit 33 detik saat berhadapan dengan Arsenal pada musim 1994/95. Ketiga gol dari Fowler terjadi di menit 26, 29 dan 31. (AP/Frank Augstein)

Robbie Fowler mampu mencetak 171 gol pada periode pertamanya membela Liverpool. Dia memenangkan Piala FA dan Piala UEFA bersama The Reds.

Fowler kembali ke Anfield setelah bermain untuk Leeds United dan Manchester City. Namun, periode keduanya bersama The Reds tidak terlalu bagus

Fowler hanya berhasil mencetak 12 gol di semua kompetisi selama dua tahun di sana. Ia kemudian melanjutkan kariernya bersama Cardiff City.

Sumber asli: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta, Published 8/2/2021)

Berita Terkait