Liga Inggris: Terancam Dibunuh, Wasit Mike Dean Minta Cuti Dulu

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 09 Feb 2021, 11:30 WIB
Pemimpin laga Arsenal Vs Tottenham, Mike Dean keluarkan kartu merah untuk pemain Tottenham, Jan Verthongen dalam laga lanjutan Liga Inggris pekan ke-14 yang berlangsung di stadion Emirates, London, Minggu (2/12). (AFP/Ian Kington)

Bola.com, Jakarta - Wasit Premier League, Mike Dean, meminta izin kepada otoritas sepak bola Inggris untuk tidak memimpin pertandingan Premier League pada akhir pekan ini. Hal tersebut diajukannya setelah mendapatkan cercaan dan ancaman pembunuhan.

Dua kartu merah kontroversial untuk bek Southampton, Jan Bednarek, dan gelandang West Ham United, Tomas Soucek, menjadi penyebab munculnya ancaman pembunuhan untuk Mike Dean.

Advertisement

Dua keputusan Mike Dean, yang diambil setelah meninjau layar VAR, akhirnya dianulir oleh FA setelah Southampton dan West Ham United menang dalam banding yang mereka ajukan.

Keputusan Mike Dean memang menimbulkan cercaan dari penggemar sepak bola di Inggris. Bahkan, tak hanya dirinya sendiri, keluarga pun menjadi sasaran caci maki warganet di media sosial, di mana semua ujaran kebencian di media sosial itu akhirnya dilaporkan kepada kepolisian.

Seperti dilansir Sky Sports, Mike Dean akhirnya meminta kepada FA untuk sementara waktu tidak dipilih menjadi wasit dalam laga Premier League pada akhir pekan mendatang.

Namun, Mike Dean masih akan menjadi pengadil lapangan dalam pertandingan Piala FA antara Leicester City dan Brighton pada tengah pekan ini.

Video

2 dari 2 halaman

Pernyataan Premier League

Wasit memberikan kartu merah kepada pemain Southampton, Alex Jankewitz, saat melawan Manchester United pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Selasa (2/2/2021). Setan Merah menang dengan skor 9-0. (Laurence Griffiths/Pool via AP)

Operator Premier League lewat sang petinggi, Richard Masters, pun turut mengecam adanya caci maki dan ancaman pembunuhan terhadap Mike Dean.

"Benar-benar tidak dapat diterima bahwa kami melihat perilaku kasar yang ditujukan kepada pemain, manajer, dan ofisial pertandingan secara teratur di platform media sosial," tutur Masters.

"Mike dan keluarganya mendapat dukungan penuh kami dalam melaporkan hal ini ke polisi. Sekali lagi kejadian ini menyoroti perlunya intervensi proaktif yang lebih besar dari perusahaan media sosial untuk menghentikan pelecehan online dan mengidentifikasi pelanggar."

Sumber: Sky Sports

Disadur dari: Bola.net (Ari Prayoga, published 9/2/2021)

Berita Terkait