Panpel Piala Menpora di Malang Rilis SOP Super Ketat demi Cegah Cluster Penyebaran COVID-19

oleh Iwan Setiawan diperbarui 19 Mar 2021, 17:30 WIB
Kondisi rumput Stadion Kanjuruhan siap untuk Piala Menpora 2021. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Panitia Penyelenggara (Panpel) Piala Menpora 2021 tidak mau main-main menyambut turnamen pramusim tersebut. Sebuah SOP ketat diberlakukan oleh panpel Malang demi mencegah cluster baru penyebaran COVID-19.

Piala Menpora 2021 tinggal menghitung hari. Turnamen pramusim ini jadi tanda aktifnya sepakbola tanah air di masa pandemi virus corona atau COVID-19.

Advertisement

Karena sudah setahun tidak ada pertandingan resmi yang digelar demi menekan penyebaran virus tersebut, panpel Piala Menpora 2021 ingin menjawab kepercayaan dari semua pihak dengan membuat even ini berjalan tanpa membuat cluster baru penyebaran COVID-19.

Turnamen ini dibuka 21 Maret di Stadion Manahan, Solo. Tapi tiga kota penyelenggara lainnya juga terus mematangkan persiapan.

Malang yang jadi tuan rumah Grup B, secara intensif berkoordinasi dengan panpel pusat (PT LIB). Karena banyak hal baru yang akan diterapkan untuk menjalankan protokol kesehatan semaksimal mungkin.

"Di Malang, klub peserta paling lambat tiba H-2. Karena pertandingan pertama Senin (22/3/2021) mereka akan tiba Sabtu. Empat klub, Persija Jakarta, Bhayangkara FC, Borneo FC dan PSM Makassar akan ditempatkan satu hotel. Begitu juga pihak LIB dan semua perangkat pertandingannya. Semua kota juga aturannya sama," kata ketua panpel lokal Grup B, Piala Menpora, Abdul Haris.

Tujuan penempatan semua klub di satu hotel untuk mempermudah kontrol protokol kesehatan. Namun panpel merahasiakan hotel tersebut. Tujuannya menghindari adanya suporter atau pihak luar yang datang.

"Pihak LIB nantinya yang mengawasi langsung di hotel. Begitu tim datang, sebelum terima kunci kamar mereka menjalani swab test. Setelah itu tidak bisa sembarangan keluar masuk. Aktifitasnya untuk pertandingan dan latihan saja," sambungnya.

Menjelang pertandingan, pagi harinya semua menjalani swab test lagi untuk memastikan tidak ada yang positif virus corona. Semua yang sudah dinyatakan negatif dalam swab test baru bisa berangkat menuju stadion.

"Untuk semua teknis di hotel, LIB yang menangani dan mengawasi. Panpel lokal menyiapkan di Stadion Kanjuruhan,” lanjutnya.

 

Tonton Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 3 halaman

Panpel dan Media 12 Jam Tak Boleh Keluar Stadion

Pintu masuk utama Stadion Kanjuruhan sebagai akses satu pintu untuk Piala Menpora. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Ketika hari H pertandingan, sebuah aturan ketat diterapkan di Stadion Kanjuruhan. Semua panpel, keamanan dan media yang bertugas meliput wajib masuk pukul 10.00.

Total rinciannya ada 220 orang yang bertugas. Semua nama-namanya sudah terdaftar sebelumnya. Sehingga tidak ada orang diluar daftar tersebut yang bisa masuk ke stadion. Termasuk media, hanya ada 20 wartawan dan 7 fotografer setiap pertandingan. Mereka sudah didata juga sebelum Piala Menpora 2021 digelar.

"Semua nama sudah didata. Semua yang bertugas baru dapat id card di Stadion setelah menukar kartu identitas dibagian regristasi. Selanjutnya mereka melakukan swab test. Yang harusnya negatif bisa langsung bertugas," jelas Media Officer Arema dan panpel lokal, Sudarmaji.

"Sementara yang postif ada ruang isolasi atau tindakan dibawa ke rumah sakit rujukan," terangnya lagi.

Semua yang sudah masuk pukul 10.00 tak diperbolehkan keluar lagi hingga semua rangkaian pertandingan berakhir karena hanya ada satu pintu yang dibuka. Dua jam menjelang pertandingan, pintu itu sudah ditutup.

Aturan ini diberlakukan juga untuk menjalankan protokol kesehatan. "Yang boleh keluar lebih dulu, tim yang bermain di jam pertama (sore hari). Setelah itu pintu dikunci lagi."

 

3 dari 3 halaman

Siapkan Dapur Khusus

Stadion Kanjuruhan tampak sepi ketika simulasi panpel di Piala Menpora 2021 pada 15 Maret lalu. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Dengan begini, kurang lebih semua berada didalam stadion bertugas selama 12 jam. Untuk logistik, semua sudah disiapkan oleh PT LIB.

"Tapi panpel lokal sedang mengusulkan ada dapur khusus untuk panpel, keamanan dan media. Ini juga untuk memanusiakan yang bertugas," kata Sudarmadji.

"Ini sebagai antisipasi tambahan untuk logistiknya. Karena tidak boleh keluar lagi setelah masuk stadion demi menjaga tetap streril," lanjutnya.