Erick Thohir dan Ekspansi Sepak Bola: dari Persis Solo hingga Oxford United

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 21 Mar 2021, 10:15 WIB
Erick Thohir. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Kecintaan Erick Thohir terhadap sepak bola, lewat caranya, tak perlu diragukan lagi. Setelah resmi mengakuisisi 20 persen saham Persis Solo, tim kebanggaan Surakartans, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu selangkah lagi menjadi pemilik mayoritas saham klub asal Inggris, Oxford United.

Adapun di Persis Solo, meski sahamnya paling kecil di antara dua sosok lainnya, yakni Kaesang (40 persen) dan Kevin Nugroho (30 persen), Erick Thohir tetap di anggap sebagai orang penting di klub, dan menyerahkan jabatan Presiden Komisaris kepada anaknya, Mahendra Agakhan Thohir. Ketiganya bakal menggerakkan roda klub di bawah nama PT Persis Solo Saestu.

Advertisement

Sedangkan sisanya yakni 10 persen dimiliki oleh 26 klub internal. Kepastian tersebut terjadi setelah adanya RUPS, Sabtu (20/3/2021). Kemudian diperkenalkan secara resmi ke publik dan awak media di Stadion Manahan.

"Komitmen dari saya Persis Solo Liga 1 harga mati," kata Kaesang Pangarep singkat dalam jumpa pers yang juga didampingi oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Mengenai keputusannya membeli 20 persen saham PT Persis Solo Saestu, Erick Thohir mengatakan bahwa ia ingin memperbaiki kinerja manajemen. Sebagai tim yang nyaris berusia seabad, jelas Persis Solo selayaknya mendapatkan tempat terhormat di persepakbolaan Indonesia.

"Sebetulnya apa yang saya lakukan di Persis Solo dengan Oxford tidak jauh berbeda. Memperbaiki manajemen, melakukan regenerasi, membuat keduanya lebih baik. Bukan hal yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin," tambahnya.

Ya, Oxford United, tim yang berada di bawah naungan English Football League (EFL). Erick Thohir, pria yang pernah menjabat sebagai pemilik klub bola basket NBA Philadelphia 76ers, sedang berupaya melebarkan kembali sayap bisnisnya tak cuma di Solo saja, tapi hingga ke Inggris.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 3 halaman

Kangen Bola!

Presiden Inter Milan, Erick Thohir, menghadiri nonton bareng di SCD. Tangerang, Minggu (10/1/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Erick Thohir sebenarnya sudah pernah 'ikut ambil bagian' dalam dapur Oxford United, tepatnya pada 2018 hingga 2019. Namun, ia memutuskan untuk meninggalkan tim berjulukan The U's itu karena ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri BUMN.

Adapun saat ini Oxford United masih dikuasai oleh tiga figur, yakni Sumrith "Tiger" Thanakarnjanasuth, pengusaha asal Thailand, Horst Geicke, seorang enterpreuner asal Jerman sekaligus co-founder Pacific Alliance Group, dan Anindya Bakrie.

Erick Thohir dan Anindya Bakrie akan menambah investasi dengan membeli saham milik Tiger sehingga menguasai 51 persen kepemilikan saham mayoritas klub kota London berusia 126 tahun itu.

Berita yang dirilis media di Inggris, seperti oxfordmail.co.uk dan telegraph.co.uk, Jumat (19/3/2021) sore, dalam seminggu ke depan konsorsium Indonesia itu akan menuntaskan transaksi pembelian saham, sekaligus mengajukan business plan untuk mendapat persetujuan dari English Football League.

Kabar ini tentu saja cukup mengejutkan, bukan karena kemampuannya membeli saham klub sepak bola, tapi karena jarak waktunya yang sangat berdekatan setelah sah mendapatkan saham Persis Solo.

"Kangen bola!" jawab Erick Thohir singkat.

Erick Thohir memang dikenal sebagai pribadi yang mengidolasi olahraga, khususnya sepak bola dan bola basket. Seperti disebutkan di awal, ia juga pernah memiliki saham di tim NBA, Philadelphia 76ers.

3 dari 3 halaman

Erick Thohir dan Sepak Bola

Presiden Inter Milan Erick Thohir dalam sebuah acara di Nanjing, 6 Juni 2016. (AFP/STR)

Erick Thohir sempat membuat heboh publik Tanah Air ketika mengakuisisi saham Inter Milan sebesar 70 persen yang sebelumnya dimiliki oleh Massimo Moratti. Ia membeli Inter Milan pada 2013 silam. Menurut data dari Forbes, mantan petinggi Persib Bandung itu menggelontorkan dana mencapai 480 juta dolar AS (saat itu kurs masih Rp6,7 triliun).

Namun, kekuasaan Thohir hanya bertahan tiga tahun saja. Pada 2016, ia melepas 39 persen sahamnya ke Suning Group, perusahaan multinasional asal China.

Pada Januari 2019, Thohir menjual seluruh sahamnya yang tersisa 31 persen di Inter Milan kepada perusahaan asal Hong Kong Lion Rock. Haknya di La Beneamata pun sudah tidak ada lagi.

Sebelum membeli saham mayoritas Inter, Thohir juga sempat diakuisisi klub Major League Soccer (MLS) atau Liga Utama Amerika Serikat, DC United pada 2012. Thohir bersama rekannya, Jason Levien, membeli saham DC United sebesar 78 persen.

Kebersamaannya bersama DC United berakhir pada Agustus 2018. Semua sahamnya dipegang oleh Levien, sementara Thohir hanya berstatus co-president bersama Stephen Kaplan.

Berita Terkait