Rapor Borneo FC di Piala Menpora: Terlambat Panas dan Belum Menemukan Komposisi Terbaik

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 07 Apr 2021, 14:45 WIB
Para pemain Borneo FC merayakan gol penyeimbang 2-2 yang dicetak striker Rifal Lastori (kanan) ke gawang PSM Makassar dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). Borneo FC bermain imbang 2-2 dengan P

Bola.com, Jakarta - Borneo FC Samarinda menjadi satu dari beberapa tim yang tampil tanpa greget di Piala Menpora 2021. Padahal tim asal Kalimantan Timur mempersiapkan diri menjelang turnamen pramusim ini dengan merekrut sejumlah pemain baru.

Amer Bekic menjadi transfer pemain asing yang langsung digarap oleh Borneo FC ketika Piala Menpora 2021 sudah pasti digelar. Amer Bekic diumumkan bergabung bersama tim berjulukan Pesut Etam itu pada 25 Februari 2021.

Advertisement

Sebelum kedatangan Amer Bekic, transfer yang mengejutkan datang dari Malang. Kapten Arema, Hendro Siswanto, diboyong Borneo FC untuk memperkuat lini tengah. Setelah itu ada Angga Saputro dan Leo Guntara yang datang.

Sejumlah pemain pun dipertahankan, seperti Guy Junior, Diego Michiels, dan Javlon Guseynov. Bahkan bisa dibilang, Borneo FC adalah tim yang sangat bergerak cepat untuk mengamankan jasa-jasa pemain untuk musim 2021.

Namun, kerja cepat manajemen Borneo FC seperti tidak berjalan selaras dengan hasil di Piala Menpora 2021. Tim asuhan Mario Gomez itu justru harus pulang lebih cepat, bahkan menjadi juru kunci di Grup B.

Tampil cukup baik pada laga pertama, Borneo FC justru kalah 0-1 dari Bhayangkara Solo FC karena gol cepat Alsan Sanda. Mimpi buruk Borneo FC datang pada laga kedua, kalah telak 0-4 dari Persija Jakarta.

Motivasi besar Macan Kemayoran untuk bangkit setelah kalah 0-2 dari PSM Makassar pada laga pertama cukup memengaruhi laga. Persija tidak bermain bagus, tapi Macan Kemayoran mampu mencetak empat gol ke gawang Borneo FC.

Sementara pada laga terahirnya di Grup B Piala Menpora 2021, Borneo FC akhirnya meraih poin pertamanya setelah bermain imbang 2-2 dengan PSM Makassar. Satu poin menjadi raihan yang tidak bagus bagi tim yang cukup gesit bergerak pada persiapan turnamen.

Video

2 dari 4 halaman

Lini Serang Tidak Optimal

Bek PSM Makassar, Hasim Kipuw (kanan) berusaha mengejar striker Borneo FC, Guy Junior dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). PSM bermain imbang 2-2 dengan Borneo FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Dari tiga pertandingan yang dijalani Borneo FC di Piala Menpora 2021, hanya ada dua gol yang dicetak. Itu pun hanya terjadi dalam satu laga saja, yaitu ketika Borneo FC bermain imbang 2-2 dengan PSM Makassar pada laga pamungkas Grup B.

Pada turnamen pramusim ini, Mario Gomez membawa Guy Junior, Rifal Lastori, dan Amer Bekic sebagai penggawa lini depan. Pada laga pertama, yaitu menghadapi Bhayangkara FC, Amer Bekic mendapatkan kesempatan menjadi ujung tombak seorang diri.

Karena tidak ada perkembangan setelah tertinggal oleh gol cepat Alsan Sanda, Mario Gomez pun memasukkan Guy Junior dan Rifal Lastori pada babak kedua. Permainan berkembang, tapi masalah utama terlihat dari penyelesaian akhir.

Borneo FC melepas 11 tembakan, tapi hanya 2 yang mengarah ke gawang dan tidak berbuah gol. Jelas artinya penyelesaian akhir tim asuhan Mario Gomez ini sangat buruk pada pertandingan pertama.

Kekalahan telak 0-4 dari Persija menjadi luka mendalam Borneo FC pada laga berikutnya. Bahkan tak hanya kalah telak, Pesut Etam pun dibuat tak berkutik dan hanya membuang peluang. Delapan tembakan, lagi-lagi hanya dua yang mengarah ke gawang.

Guy Junior yang mendapatkan kesempatan tampil selama 90 menit penuh tak bisa banyak berbuat apa-apa menghadapi barusan lini pertahanan Persija yang sangat kuat.

Sudah pasti tersingkir dari Piala Menpora tampaknya membuat Borneo FC bermain lebih rileks dan tanpa beban pada saat menghadapi PSM Makassar. Terbukti lini serang Borneo FC lebih baik. Dari 14 tembakan yang dilakukan, 7 di antaranya tepat sasaran dan menghasilkan dua gol, satu dari titik putih yang dicetak Guy Junior, dan satu lainnya dicetak Rifal Lastori dari open play.

3 dari 4 halaman

Kurang Variatif, Masih Meraba Komposisi Terbaik

Pelatih Borneo FC, Mario Gomez, mengamati permainan anak asuhnya saat melawan PSM Makassar dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). Borneo FC bermain imbang 2-2 dengan PSM. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Piala Menpora 2021 tetaplah menjadi sebuah turnamen pramusim, begitu pun untuk Borneo FC. Jadi, wajar jika hasil coba-coba yang dilakukan Mario Gomez dalam fase grup Piala Menpora 2021 justru tidak sesuai harapan.

Tercatat pelatih asal Argentina itu menggunakan formasi yang sama dalam dua laga pertama, yang berakhir dengan kekalahan. Dalam dua laga itu pula, Mario Gomez cukup banyak merotasi pemain, kecuali sejumlah pemain yang terbilang andalan di posisinya, seperti Javlon Guseynov, Sultan Samma, Leo Guntara, dan Terens Puhiri.

Setelah dua kali mengalami kekalahan, Mario Gomez baru menjajal formasi baru pada laga kontra PSM. Hasilnya, justru terbilang cukup baik. Meski satu gol datang dari titik putih, tapi jumlah peluang yang diciptakan oleh Pesut Etam menjadi lebih banyak dan permainannya cukup berkembang.

Dalam tiga pertandingan yang digelar di Piala Menpora 2021, Mario Gomez tampaknya masih belum bisa menemukan komposisi terbaik dari timnya. Tiga pertandingan tampaknya tidak cukup bagi sang pelatih untuk bisa meramu dengan benar komposisi yang menjadikan Borneo FC sebagai tim pemenang.

4 dari 4 halaman

Terlambat Panas?

Gelandang PSM Makassar, Saldy (kanan) terjatuh saat berebut bola dengan gelandang Borneo FC, Hendro Siswanto dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Dua kekalahan yang berlanjut dengan satu hasil imbang di Grup B Piala Menpora 2021 mungkin bisa dianggap bahwa Borneo FC terlambat panas. Namun, bukan hanya sekadar hasil yang memperlihatkannya.

Seperti yang dibahas sebelumnya, jumlah peluang yang dihasilkan oleh Borneo FC baru benar-benar signifikan pada laga terakhir. Begitu pun ternyata dengan performa lini pertahanan mereka.

Dalam laga kontra Bhayangkara FC, Borneo FC mampu mencatatkan 12 tekel sukses. Hal itu menurun menjadi 75 persenya saja ketika menghadapi Persija.

Baru ketika menghadapi PSM, permainan Borneo FC dalam merebut bola juga terlihat lebih baik. Tercatat ada 21 tekel yang dilakukan Javlon Guseynov dkk. sukses dilakukan.

Berita Terkait