Menguliti Nasib Persik dan Persela: Lolos Perempat Final atau Justru Jadi Juru Kunci di Piala Menpora 2021

oleh Gatot Susetyo diperbarui 07 Apr 2021, 11:10 WIB
Bek Persik Kediri, Moh. Al Amin Syukur Fisabillah (tengah) menghalau bola di udara saat melawan Madura United dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (3/4/2021). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bola.com, Bandung - Laga terakhir yang bakal dilakoni Persik Kediri dan Persela Lamongan pada Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (7/4/2021), sangat unik.

Kedua klub asal Jawa Timur ini masih berpeluang mendampingi Persebaya untuk promosi ke babak perempat final, jika salah satu memenangkan pertandingan.

Advertisement

Namun ada satu syarat lain, PSS dikalahkan atau dipaksa imbang oleh Persebaya pada partai yang digelar malam harinya.

Saat ini, Macan Putih dan Laskar Jaka Tingkir sama-sama masih mengoleksi poin tiga. Jika salah satunya menang, maka mereka akan mendapat tambahan tiga angka menjadi enam poin.

PSS yang mengantongi poin empat akan bisa memiliki tujuh angka bila menjinakkan Bajul Ijo. Apabila PSS kontra Persebaya seri, perolehan Elang Jawa mentok di angka lima.

Analisa di atas adalah harapan indah bagi Persik, Persela, dan PSS. Padahal harapan tidak selalu seindah dengan kenyataan. Lalu bagaimana jika Persik atau Persela kalah? Yuk scroll ke bawah untuk mengetahui jawabannya. 

 

 

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Ancaman Juru Kunci

Gelandang Persebaya Surabaya, Muhammad Kemaluddin (kiri) menendang bola di depan gelandang Persela Lamongan, Syahroni dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (3/4/2021). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Nah, ini yang juga sedang ditakutkan dan dihindari kedua pengoleksi gelar juara terbanyak Piala Gubernur Jatim tersebut. Bila Persik dan Persela meraih hasil minor, salah satu dari mereka akan menjadi juru kunci dari Grup C.

Arsitek kedua tim, Joko Susilo (Persik) dan Didik Ludianto (Persela) pasti tak ingin pulang ke kota masing-masing dengan membawa oleh-oleh dari Bandung sebagai juru kunci grup.

Status di dasar klasemen akan dapat cibiran dari suporter masing-masing tim. Prestasi buruk ini bisa juga mengurangi kepercayaan publik kepada manajemen, tim pelatih, dan para pemain.

Ketakutan jadi juru kunci inilah yang membuat partai Persik kontra Persela akan panas membara dan sarat emosi.