Ultras Curva Sud AC Milan Anggap Pengkritik Liga Super Eropa dengan Sebutan Babi dan Munafik

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 21 Apr 2021, 13:45 WIB
Banner raksasa Silvio Berlusconi dibentangkan oleh Curva Sud dalam laga AC Milan melawan Inter Milan, pada Senin (21/11/2016) dinihari. (GIUSEPPE CACACE / AFP)

Bola.com, Jakarta - Kelompok Ultras AC Milan Curva Sud tidak mengutuk rencana Liga Super Eropa. Merka bahkan merasa kritikan yang muncul secara masif adalah perilaku munafik.

Saat suporter di Chelsea, Manchester City, Liverpool dan lainnya semua melakukan protes di jalan dan media sosial, pendukung AC Milan memang relatif diam.

Advertisement

Padahal, fans Juventus turut melakukan protes. Mereka melakukan demonstrasi seraya menempelkan logo lama Juventus sebagai bentuk 'komersialisasi'.

Curva Sud AC Milan merilis pernyataan berbeda yang menghantam dunia sepak bola pada umumnya.

"Sejujurnya, itu membuat kami tertawa melihat semua orang di sana (UEFA) menilai kami para fans adalah prioritas utama yang mesti dijunjung tinggi," bunyi pernyataan dilansir dari Football Italia.

"Liga Super Eropa hanyalah manuver lain yang membuat sepak bola menjadi sebuah bisnis. Lahirnya kompetisi baru ini tentunya akan menjadi dorongan untuk sepak bola lama, yang sekarang menjadi kenangan."

"Tapi hal yang paling membuat kami marah adalah kemunafikan dari semua orang yang membuat sepak bola sebagai bisnis belaka, mereka yang saat ini berdiri atas nama suporter."

"Sepak bola memang milik rakyat sampai tahun 1990-an, ketika Liga Champions lahir, menghancurkan Piala Champions yang lama. Sejak saat itu, jurang yang tak bisa ditembus telah tercipta antara klub-klub besar dan kecil. Sepak bola memang menjadi milik rakyat bahkan ketika tidak ada yang berani menghentikan kenaikan harga tiket yang diberlakukan oleh beberapa presiden.

"Sepak bola memang jadi milik rakyat bahkan ketika tidak ada yang turun tangan untuk menghentikan munculnya agen-agen super, yang mengambil gaji pemain, yang hanya dapat dipertahankan dengan hak siar."

"Sepak bola memang milik orang-orang bahkan ketika Final Supercoppa dimainkan di benua lain."

"Sepak bola memang milik rakyat bahkan ketika Piala Dunia terpaksa digelar di Qatar pada 2022, meski mengabaikan pelanggaran hak asasi manusia.

"Liga Super Eropa hanyalah langkah menjijikkan terbaru, tetapi mereka yang membawa sepak bola ke titik ini juga tidak kalah anehnya, jadi selamatkan kami penampilan retorika dan moralitas yang menggelikan ini. Sekarang uangnya hampir habis, silakan bertengkar di antara kalian sendiri, tetapi jangan berani-berani menyebutkan nama penggemar. BABI!"

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 3 halaman

Andrea Agnelli Mundur dari Juventus?

Andrea Agnelli - Orang nomor satu di Juventus ini rela memilih mundur dari posisinya sebagai presiden European Club Association (ECA). Kini ia menjabat sebagai wakil presiden di Liga Super Eropa. (AFP/Miguel Medina)

Presiden Juventus, Andrea Agnelli dikabarkan akan mengundurkan diri dari jabatannya setelah runtuhnya proyek Liga Super Eropa.

Miguel Delaney dari The Independent melaporkan, Agnelli sedang mempertimbangkan pengunduran diri, karena ia adalah satu di antara pendiri di balik Liga Super Eropa.

Juventus sejauh ini menegaskan bahwa Agnelli belum mundur. Namun, tersebut dipastikan semakin berkembang.

Di Liga Super, Agnelli akan menjadi wakil ketuanya dan Presiden Real Madrid Florentino Perez sebagai Ketua.

Sementara itu, banyak klub telah atau sedang mempertimbangkan opsi untuk menarik diri dari Liga Super, kurang dari 48 jam setelah diumumkan pada Minggu (18/4/2021).

Chelsea dan Manchester City adalah yang pertama menarik diri dari Liga Super Eropa Kabarnya, Barcelona dan Atletico Madrid juga akan mengikuti langkah serupa.

Sumber: Football Italia, The Independent

3 dari 3 halaman

Persaingan di Papan Atas Klasemen Liga Italia Masih Panas