Tidak Peduli Hasil Buruk MotoGP Jerez, Valentino Rossi Malah Saksikan Inter Milan Kunci Scudetto Liga Italia

oleh Hendry Wibowo diperbarui 04 Mei 2021, 05:30 WIB
Valentino Rossi memegang Jersey Inter Milan bernomor 46 saat diwawancara (foto/twitter)

Bola.com, Jakarta - Momen menarik terlihat usai Valentino Rossi mengakhiri balapan seri keempat MotoGP 2021 di Sirkuit Jerez, Spanyol, hari Minggu (02/05/2021) lalu.

Seharusnya Valentino Rossi kecewa lantaran hanya finis posisi 17 balapan MotoGP Jerez. Namun sebaliknya, ia justru tampak santai dan malah jadi saksi klub kesayangannya, Inter Milan mengunci titel scudetto Liga Italia pada hari yang sama.

Advertisement

Momen ini terjadi saat Valentino Rossi hendak wawancara dengan media Italia, Sky Sports Italia. Reporter media tersebut, Antonio Boselli memperlihatkan smartphone miliknya di mana sedang menyiarkan secara live streaming pertandingan Sassuolo versus Atalanta.

Laga tersebut memang jadi kunci, apakah Inter Milan bisa mengunci titel scudetto Liga Italia. Benar saja, Atalanta hanya bermain imbang dan I Nerazzurri keluar sebagai yang terbaik di Liga Italia.

Tentu saja Valentino Rossi turut merasakan kegembiraan. Dia seakan lupa bahwa baru saja merasakan gagal finis pada balapan MotoGP Jerez 2021.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Hasil Buruk Valentino Rossi di MotoGP Jerez

Valentino Rossi jelang balapan MotoGP Portugal di Sirkuit Portimao. (Dokumentasi Petronas Yamaha SRT)

Hasil buruk di Sirkuit Jerez tentu mengecewakan buat Valentino Rossi. Karena ia punya harapan besar bisa berprestasi pada balapan MotoGP Jerez.

Karena di trek sama tahun lalu, ia bisa naik podium ketiga. Ditanya soal kendala yang ia alami sepanjang balapan MotoGP Jerez, Valentino Rossi masih mengeluhkan hal sama yaitu ban.

"Itu adalah balapan yang sulit karena saya tidak memiliki kecepatan dan saya sangat menderita dengan masalah cengkeraman (ban)," kata Valentino Rossi.

"Pada kenyataannya kecepatan yang saya miliki selama balapan hampir sama dengan saat latihan. Pada awalnya saya merasa sulit untuk menghentikan motor. Kemudian situasi sedikit meningkat dan saya ingin mencoba mencetak beberapa poin, tetapi itu tidak mungkin hari ini."

"Ini merupakan awal yang sulit untuk musim ini, tetapi saya pikir kami bisa menjadi kompetitif. Jadi kami perlu bekerja untuk memahami cara meningkatkan kecepatan," kata pembalap berusia 42 tahun itu.

 

 

Berita Terkait