UEFA Segera Jatuhkan Sanksi untuk Klub Pemberontak ESL, yang Belum Mundur Siap-siap Runyam!

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 07 Mei 2021, 07:00 WIB
12 Klub penggagas Liga Super Eropa. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - UEFA dikabarkan telah memutuskan untuk menghukum 12 tim yang membentuk Liga Super Eropa. Namun, hukuman itu kemungkinan beruba denda.

ESPN melaporkan pada Kamis (6/5/2021), UEFA kemungkinan akan memberikan sanksi yang lebih berat kepada klub yang belum menarik diri. 

Advertisement

Liga Super Eropa dideklarasikan oleh 12 klub elite pada 19 April  lalu. Baru dua hari, satu per satu klub mengundurkan diri, diawali dengan enam wakil Liga Inggris, yakni Manchester City, Chelsea, Arsenal, Liverpool, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Inter Milan adalah yang pertama dari Italia yang mundur. Kabarnya, AC Milan juga akan bernegosiasi dengan UEFA untuk denda yang lebih rendah.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), juga kemungkinan akan memberi sanksi berupa denda yang akan diumumkan oleh Presiden Gabriele Gravina dalam beberapa hari mendatang.

Sementara itu, tim-tim yang tidak meninggalkan Liga Super dilaporkan harus dihukum dengan pengecualian dari kompetisi Eropa.

Sky Sport Italia mengungkapkan, Juventus berada di posisi paling kritis saat ini. Begitu juga Real Madrid dan Barcelona yang dianggap dedengkot Liga Super Eropa.

Video

2 dari 2 halaman

Klub Liga Inggris Aman?

Premier League - Kandidat juara Premier League- Liverpool, Manchester City, Manchester United, Chelsea (Bola.com/Adreanus Titus)

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin menegaskan hukuman untuk klub Liga Super berdasarkan tingkat keterlibatan. Dengan demikian klub-klub Inggris kemungkinan akan diperlakukan dengan lebih baik.

“Setiap orang harus dimintai pertanggungjawaban secara berbeda,” Presiden UEFA menegaskan.

Saat ini, belum ada pasal yang melarang pembentukan Liga Super Eropa. Tetapi, UEFA mengevaluasi langkah selanjutnya dan kemungkinan besar denda, karena klub yang terlibat dilaporkan bersalah atas upaya untuk mengkhianati prinsip dan aturan.

"Dan kami harus mengevaluasi apa yang terjadi, tetapi saya tidak ingin menjelaskan secara detail, karena kami masih berbicara dengan tim hukum kami," tegasnya.

Sumber: ESPN, Football Italia

Berita Terkait