Liga 1: Perjalanan Mudik Berliku Pemain Arema saat Kembali ke Malang

oleh Iwan Setiawan diperbarui 22 Mei 2021, 08:30 WIB
Pemain sayap Arema FC, Ridwan Tawainella. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Pemain Arema FC bisa dibilang lebih disiplin tahun ini. Saat latihan perdana usai libur Hari Raya Idulfitri, tak ada pemain yang terlambat gabung latihan.

Sejak Kamis (20/5/2021), semua sudah mengikuti latihan di bawah arahan Eduardo Almeida. Hanya Kushedya Hari Yudo dan M. Rafli yang tak ada karena gabung dengan Timnas Indonesia.

Advertisement

Kedisiplinan pemain Arema meningkat setelah gagal total di Piala Menpora 2021. Mereka gagal total di turnamen itu lantaran banyak pemain yang sering absen dalam latihan.

Di balik kedisiplinan tersebut, ada sebuah perjuangan yang dijalani para pemain Arema. Terutama saat kembali ke Malang.

Seperti diketahui, pemerintah masih melarang perjalanan ke luar kota di masa Hari Raya Idulfitri sampai 24 Mei. Pos-pos penjagaan di perbatasan kota masih berdiri untuk memutarbalikkan kendaraan para pemudi. Namun semua pemain Arema yang berasal dari luar kota bisa lolos. Satu di antaranya pemain sayap Ridwan Tawainella.

Pemain berusia 25 tahun asal Tulehu, Maluku ini merupakan pemain terjauh yang dimiliki Arema. Dia kembali ke Malang H-1 sebelum latihan.

Waktu itu Ridwan harus melakukan perjalanan hampir seharian. Dia tiba di mes Arema FC malam hari. Ridwan pagi hari menuju bandara Amahai. Setelah itu dia terbang ke Surabaya dan melanjutkan perjalanan darat ke Malang.

“Kalau dari perjalanannya lancar. Persayaratannya hanya swab antigen. Hanya ada satu kendala. Pesawat delay karena di Maluku sedang hujan deras. Kalau di Jawa mulai musim panas. Tapi di daerah saya baru musim hujan,” jelasnya.

Video

2 dari 2 halaman

Penerbangan Hampir Tertunda

Pemain sayap Arema FC, Ridwan Tawainella. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Penerbangannya sempat tertunda hampir dua jam karena cuaca. Ini pula yang menyebabkannya tiba di Malang malam hari. Tapi dia masih bersyukur karena penerbangan tidak dibatalkan. Jika ditunda sampai besoknya, bisa saja Ridwan terlambat ikut latihan.

“Seharusnya sore saya sudah di Malang. Karena delay, jadi sampai malam hari,” sambungnya.

Selama perjalanan, Ridwan tidak mendapatkan pemeriksaan ketat dari kepolisian. Tidak seperti pada 6-17 Mei. Waktu itu, pemeriksaan lebih ketat dan setiap penumpang transportasi umum harus membawa surat tugas dari kantor atau klub.

Bagi Ridwan, perjalanan saat awal masa pandemi virus corona tahun lalu justru lebih ribet karena tes swab atau rapid antigen yang dilakukan harus melewati antrian panjang. Sekarang, tidak ada antrean. Banyak tempat yang bisa melakukan tes itu. 

 

Berita Terkait