PSMS Belum Menyerah Kejar Riko Simanjuntak, Tak Gentar dengan Banderol Rp2 Miliar

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 30 Mei 2021, 15:15 WIB
Gelandang Persija Jakarta, Riko Simanjuntak Menggiring bola saat melawan Persib Bandung dalam laga leg kedua final Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - PSMS Medan belum menyerah dalam perburuan jasa Riko Simanjuntak. Klub berjuluk Ayam Kinantan itu tak gentar meski sang pemain memiliki harga jual Rp2 miliar.

Nama Riko Simanjuntak telah lama masuk dalam radar PSMS Medan. Hal itu terjadi setelah PSMS mengusung misi untuk promosi ke Liga 1 musim depan.

Advertisement

Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja, mengaku pihaknya siap melayangkan tawaran resmi kepada Persija Jakarta jika Riko Simanjuntak bersedia. Seperti diketahui, Riko saat ini masih terikat kontrak sampai akhir Desember 2021.

"Ya, kalau Riko mau. Akan tetapi sekarang harganya Rp2 miliar. Bisa saja boleh karena itu kan kemungkinan," kata Julius Raja.

PSMS Medan sedang berbenah untuk bersaing di Liga 2 2021/2022. Peta persaingan menuju tiket promosi bakal berat karena kehadiran kekuatan-kekuatan baru sepak bola Tanah Air semisal RANS Cilegon FC, PSG Pati, hingga Persis Solo.

Julius Raja menilai keseriusan Pembina PSMS Medan, Edy Rahmayadi, untuk membangun kembali klub tersebut tak main-main. Manuver itu dilakukan agar PSMS bisa kembali ke kasta elite Indonesia.

"Kesungguhan dari Gubernur Sumut di tengah kesibukannya, dia mau turun. Saya pikir gubernur lain belum tentu dan ini bisa jadi contoh supaya sepak bola terangkat," tegas Julius Raja.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Belum Pikirkan Subsidi

PSMS (Liputan6.com/Abdillah)

Julius Raja menegaskan PSMS Medan belum mau memikirkan perihal dana subsidi untuk klub Liga 2 musim ini. Julius Raja menyebut bagi PSMS yang paling penting adalah kepastian bergulirnya kompetisi musim ini.

"Kami belum bicara soal subsidi karena paling penting bagaimana sepak bola itu bisa jalan. Semua klub waktu Liga 2 jor-joran sudah habis uang," ujar Julius Raja.

"Waktu itu kami habis uang sampai Rp8 miliar akhir final kompetisi berhenti karena COVID-19. Tidak usah berandai-andai, subsidi urusan nanti," tegas Julius Raja.

Berita Terkait