4 Blunder yang Akan Dilakukan Arsenal Jika Memulangkan Aaron Ramsey dari Juventus

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 20 Jun 2021, 08:15 WIB
Arsenal - Aaron Ramsey Jersey Juventus (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Masa depan gelandang Juventus Aaron Ramsey masih terus jadi bahan spekulasi. Dia dikabarkan ingin kembali ke Arsenal pada musim depan.

Gelandang Wales ini meninggalkan Arsenal di akhir musim 2018/2019 lalu. Pemain asal Wales itu kemudian berlabuh ke Juventus.

Advertisement

Ramsey sudah dua musim bermain di Juventus. Sayangnya, dua tahun ini berjalan kurang baik bagi Ramsey.

Ramsey kesulitan menemukan tempatnya di Juventus. Sangat mungkin raksasa Italia itu melepasnya di musim panas nanti.

Menurut laporan, Ramsey ingin kembali ke Arsenal. Meski begitu, The Gunners sebaiknya berpikir dua kali sebelum menampung sang pemain.

Berikut ini empat alasan mengapa Arsenal tidak perlu memulangkan kembali Aaron Ramsey.

 

Video

2 dari 5 halaman

Jangka Pendek

Pada menit keempat Aaron Ramsey mendapatkan peluang pertama lewat kerjasama apik bersama Gareth Bale. Sayangnya Ramsey tak mampu mengkonversi umpan Bale berkat kesigapan Ugurcan Cakir yang menghalau bola menggunakan kakinya. (Foto: AP/Pool/Dan Mullan)

Aaron Ramsey saat ini sudah berusia 30 tahun. Dengan demikian, Ramsey jelas bukan pilihan untuk jangka panjang buat Arsenal.

Arsenal memang perlu membangun ulang skuadnya agar bisa bersaing dengan tim lain. Namun, The Gunners juga tidak bisa asal mendatangkan pemain.

Proyek Arsenal harus menjadi proyek jangka panjang. Merekrut pemain yang sudah berusia 30 tahun sepertinya bukan ide yang bagus.

 

3 dari 5 halaman

Rawan Cedera

Aaron Ramsey kembali mendapatkan peluang pada menit ke-24. Ramsey yang berdiri bebas di depan gawang gagal mengkonversi umpan Gareth Bale. Tendangannya terlalu deras hingga bola melambung jauh ke atas gawang. (Foto: AFP/Pool/Ozan Kose)

Aaron Ramsey adalah pemain yang berkualitas dan juga berpengalaman. Namun, gelandang asal Wales tersebut juga tidak beruntung dengan cedera.

Ramsey termasuk salah satu pemain yang rentan cedera. Masalah cedera juga masih menimpa sang pemain selama bermain di Juventus.

Arsenal jelas tidak bisa merekrut pemain dengan riwayat cedera yang cukup buruk seperti Ramsey. Alih-alih membantu The Gunners, sang pemain justru nantinya lebih sering menghabiskan waktunya di ruang perawatan.

 

4 dari 5 halaman

Finansial Bisa Membengkak

Kegagalan Aaron Ramsey akhirnya dapat dibayar ketika lagi-lagi umpan dari Gareth Bale berhasil dikontrol menggunakan dadanya, lalu ia ceploskan ke gawang melewati Ugurcan Cakir. Skor berubah 1-0 pada menit ke-42 dengan keunggulan Wales. (Foto: AP/Pool/Naomi Baker)

Aaron Ramsey merupakan salah satu pemain dengan gaji tertinggi di Juventus. Pemain asal Wales itu dibayar 400.000 pounds sepekan.

Meski bersedia menurunkan gajinya, Arsenal masih tetap harus mengeluarkan banyak uang untuk Ramsey. Hal itu jelas akan sangat memberatkan buat The Gunners.

Akan lebih baik jika Arsenal menghabiskan uang tersebut untuk membeli pemain muda berkualitas yang bisa membantu Mikel Arteta membangun fondasi kuat untuk klub.

 

5 dari 5 halaman

Gelandang Menumpuk

Pemain Arsenal, Thomas Partey, mendengarkan instruksi dari sang manajer, Mikel Arteta, ketika akan menjalani debut bersama The Gunners dalam laga kontra Manchester City, Minggu (18/10/2020). (AFP/MICHAEL REGAN)

Arsenal saat ini sudah punya banyak gelandang di skuadnya. Kehadiran Aaron Ramsey hanya akan menambah sesak lini tengah The Gunners.

Arsenal saat ini sudah punya Thomas Partey, Granit Xhaka, Mohamed Elneny dan juga Emile Smith Rowe di lini tengah. Selain itu The Gunners juga masih punya Lucas Torreira, Joe Willock dan Matteo Guendouzi yang tengah dipinjamkan ke klub lain.

Dengan banyaknya gelandang, lini tengah seharusnya tidak menjadi prioritas Arsenal di bursa transfer musim panas mendatang. The Gunners lebih baik memperkuat area lainnya.

Sumber: berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta, published 19/6/2021)

Berita Terkait