Liga Inggris: Pindah ke Leeds, Daniel James Sebut Satu Blunder Terbesarnya di Manchester United

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 07 Sep 2021, 21:00 WIB
Daniel James. Pemain sayap Wales ini didatangkan Manchester United dari Swansea City pada 2019/2020. Setelah sempat bermain dua kali musim ini, ia dilepas ke Leeds United sebagai efek kepulangan Cristiano Ronaldo. Setan Merah pun meraup keuntungan 10 juta pounds. (Foto: AFP/Lindsey Parnaby)

Bola.com, Jakarta - Daniel 'Dan' James, winger lincah anyar Leeds United, mengungkapkan satu blunder terbesarnya saat masih berseragam Manchester United.

Daniel James resmi bergabung dengan Leeds United tepat sebelum deadline bursa transfer pemain. Pemain asal Wales itu sebelumnya diboyong Manchester United dari Swansea City, juga pada detik-detik penutupan transfer windows.

Advertisement

Selama berkarier di Old Trafford, Dan James lumayan sering dimainkan meski pemain inti United cukup bugar untuk diturunkan. Ia dikenal memiliki lari dan dribel yang mumpuni, sehingga kerap kali dimasukkan sebagai pemecah kebuntuan.

Sayang, Ole Gunnar Solskjaer memutuskan untuk melepasnya. Barisan winger yang menumpuk membuat manajer United itu rela tak rela menjualnya ke Leeds.

Daniel James dijual sesaat setelah Manchester United mengumumkan perekrutan Cristiano Ronaldo. Situasi ini membuatnya harus menerima kenyataan pahit tak bisa berada satu tim dengan sang megabintang.

 

2 dari 4 halaman

Penyesalan Terbesar

Gelandang Manchester United, Daniel James merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Newcastle United, Joe Willock pada pekan ke-25 Liga Inggris 2020/2021 di Old Trafford, Senin (22/2/2021) dini hari WIB. Manchester United sukses membungkam Newcastle dengan skor 3-1. (Stu Forster/Pool via AP)

Dan James memiliki satu penyesalan terbesar saat masih berseragam Manchester United. Menurutnya, ia terlalu takut untuk keluar dari zona nyaman.

"Biasa ya, pasti yang namanya penyesalan datang belakangan, dan itu yang saya rasakan kini setelah melihat ke belakang, meninggalkan klub dengan pemain-pemain yang selalu mendukung karier saya," kata James kepada Telegraph.

"Saya selalu berpikir, 'apa yang dia lakukan yang bisa saya lakukan juga?', padahal lebih baik saya fokus pada diri saya sendiri. Alhasil saya malah cenderung main aman. Saya sampai pada titik di mana saya tidak mau keluar dari zona nyaman."

"Saya dibeli karena kemampuan saya dalam direct play, kecepatan, dribel, mencoba sesuatu dan pantang takut kehilangan bola. Tapi ya itu tadi, saya malah cenderung main aman saja. Itu hal yang berbahaya. Anda di lapangan bukan untuk main aman, Anda harus keluar dari zona aman, pikul tekanan yang ada, sebab itu yang membuat kemampuan Anda keluar."

"Anda dipercaya untuk mencetak gol, membuat assist, berlari dengan atau tanpa bola. Saya menyesal karena takut gagal dan ogah keluar dari zona nyaman," katanya menambahkan.

 

3 dari 4 halaman

Inkonsisten

Kepindahan Daniel James dari Manchester United menuju Leeds United merupakan keputusan terbaik usai kepulangan Ronaldo ke Old Trafford. Hal tersebut beralasan karena James akan kesulitan mendapatkan tempat di MU sedangkan Leeds akan menambah amunisi daya serangnya. (Foto: AFP/Oli Scarff)

Daniel James merupakan satu di antara pemain muda yang digadang-gadang bakal bersinar. Apalagi di Leeds United, ada Marcelo Bielsa yang cakap dalam mengasah potensi pemain muda.

Saat masih di Swansea, pemain yang kini berusia 23 tahun itu memukau para penikmat sepak bola Inggris karena memiliki kemiripan gaya bermain seperti Ryan Giggs dan Gareth Bale, dua kompatriotnya dari Wales. Sayang, di MU penampilannya meredup.

Pada musim perdananya bersama United, Dan James turun sebagai starter sebanyak 26 kali. Namun pada musim keduanya malah menukik tajam dengan hanya tampil sebanyak 11 kali.

4 dari 4 halaman

5 Tim Teratas Liga Inggris 2021/2022 Hingga Pekan Ketiga

Berita Terkait