Man of the Match PSS vs Arema: Gol Kilat Debutan BRI Liga 1 2021/2022 Eduardo Juninho Barbosa

oleh Iwan Setiawan diperbarui 19 Sep 2021, 22:45 WIB
Pemain PSS Sleman, Eduardo Barbosa, melakukan selebrasi usai membobol gawang Arema FC pada pekan ketiga BRI Liga 1 2021/2022, Minggu (19/9/2021) malam WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Kemenangan 2-1 PSS Sleman saat lawan Arema FC di pekan ketiga BRI Liga 1, Minggu (19/9/2021) memunculkan satu nama yang jadi perbincangan. Yakni striker asing asal Brasil, Eduardo 'Juninho' Barbosa.

Namanya masih asing. Sebab, dia baru resmi dikenalkan manajemen dua hari sebelum laga lawan Arema FC. Namun dia bisa disebut sebagai man of the match dengan gol kemenangannya untuk PSS Sleman.

Advertisement

Sebelumnya, banyak yang mengira dia belum bisa diturunkan dalam laga yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor. Tapi pelatih PSS, Dejan Antonic memasukkannya di menit 74 menggantikan Fitra Ridwan. Waktu itu skor masih 1-1. Arema unggul lebih dulu lewat Ahmad Alfarizi. Tapi PSS membalasnya dengan gol Mario Maslac di pengujung babak pertama.

Saat Juninho hadir di lapangan, PSS lebih banyak ditekan Arema. Tapi sebuah serangan kilat yang dibangung PSS, membuatnya punya peluang emas. Dari sodoran bola Arsyad Yusgiantoro, striker 26 tahun itu bisa mengarahkan bola ke sudut gawang Arema yang dikawal, Adilson Maringa.

Hanya butuh waktu 6 menit bagi Juninho untuk mencatatkan gol dalam laga debutnya. Gol ini juga bermakna ganda karena membuat PSS memetik kemenangan pertama di BRI Liga 1. Sebenarnya, Juninho tak banyak dapat bola di laga ini. Sebab, Arema mendominasi permainan pada babak kedua.

Tapi saat bola mengarah kepadanya, Juninho sempat memperlihatkan kecepatannya. Dia menang speed dengan kapten Arema, Ahmad Alfarizi. Sebab, tenaganya masih fresh. Setelah momen itu, pemain belakang Arema seperti mulai ragu membantu serangan. Mereka khawatir Juninho bisa memaksimalkan serangan balik yang dibuat PSS Sleman.

 

2 dari 3 halaman

Poin Plus

Pemain PSS Sleman, Mario Maslac (kiri), merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Arema FC pada BRI Liga 1 2021/2022, Minggu (19/9/2021) WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Nilai lebih lainnya, bisa dibilang dia cepat adaptasi dengan permainan PSS dan sepak bola Indonesia. Karena pemain asing lain butuh waktu untuk memahami karakter rekan-rekannya.

Dibandingkan dengan striker asing Arema, Carlos Fortes, dia punya waktu adaptasi lebih lama. Dia tampil sebagai starter dalam tiga laga Liga 1.

Peluang yang didapatkan setiap pertandingan juga lebih banyak. Namun belum satu gol yang disarangkan striker asal Portugal tersebut.

 

3 dari 3 halaman

Lawan Tak Tahu Karakter Juninho

Para pemain Arema FC merayakan gol yang dicetak oleh Johan Alfarizie ke gawang PSS Sleman dalam laga pekan ke-3 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (19/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Ada satu hal yang membuat Juninho berhasil mencatatkan gol kemenangan PSS di laga debutnya, yakni kemampuannya yang belum diketahui pemain lawan.

Maklum, sebelumnya striker 26 tahun ini tahun ini bermain di Brasil. Dia pernah main di kasta tertinggi bersama Palmeiras. Tapi setelah itu dia banyak berkarir di kasta kedua dan tiga.

Kuarter lini belakang Arema, seperti belum paham jika dia punya kecepatan. Sehingga mereka lengah mengawalnya saat PSS melakukan serangan balik. Artinya, meski baru gabung, dia tetap punya fisik prima. Pelatih PSS mencadangkannya mungkin karena ingin memberikan kejutan untuk Arema.

Berita Terkait