Bola.com, Solo - Peta persaingan BRI Liga 1 2021/2022 makin sukar ditebak. Sejumlah klub unggulan mulai kehabisan bensin di seri kedua. Sebaliknya, beberapa tim favorit perlahan menunjukkan tajinya.
Bali United dan Persija Jakarta menjadi contoh klub unggulan yang melempem pada seri kedua BRI Liga 1.
Bali United, yang mengakhiri seri pertama di peringkat ketiga, kini berada di posisi keenam dengan 16 poin.
Tim berjuluk Serdadu Tridatu itu hanya mampu menambah empat poin dari empat pertandingan di seri kedua, sehingga terlempar dari papan atas.
Serupa seperti Bali United, Persija juga cuma dapat meraup empat poin dari empat laga di seri kedua BRI Liga 1. Alhasil, tim berjuluk Macan Kemayoran itu terjun bebas dari peringkat keempat ke posisi ketujuh.
Keretakan Ruang Ganti Bali United
Selain karena jadwal padat, yang tidak bisa dijadikan alasan karena tim lainnya juga merasakan, melambatnya laju Bali United dan Persija disebabkan karena kondisi internal dan komposisi pemain.
Ruang ganti Bali United sempat retak karena terjadi perang saudara antara Wawan Hendrawan dan Willian Pacheco. Keduanya nyaris baku hantam di atas lapangan ketika Serdadu Tridatu kalah 1-2 dari PSM Makassar.
"Saya meminta maaf kepada suporter yang menonton dari rumah karena kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi di lapangan saat bertanding," kata pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco.
Komposisi Persija Kurang Menunjang
Kesenjangan antara tim utama dan tim pelapis bikin Persija megap-megap mengarungi seri kedua BRI Liga 1.
Di seri kedua, Tim Macan Kemayoran sempat kehilangan sejumlah pemain vital semodel Osvaldo Haay, Marco Motta, Rohit Chand, hingga Novri Setiawan tanpa punya pengganti yang sepadan.
Mayoritas back-up Persija berisikan para pemain muda yang kurang berpengalaman dan teruji di level teratas Liga Indonesia.
"Saya ingin meningkatkan pemain muda, pemain tua, semua pemain. Saya pikir pelan-pelan kami sudah di jalan yang benar. Mereka telah meningkat pesat," terang pelatih Persija, Angelo Alessio.
Persib Sempurna
Setelah dikritik habis-habisan dengan cara didemo, baik di kehidupan nyata dan dunia maya, Persib Bandung ngamuk pada seri kedua BRI Liga 1.
Persib tanpa ampun menyapu bersih empat laga BRI Liga 1 dengan kemenangan. Setelah mengakhiri seri pertama di peringkat kelima, tim berjuluk Pangeran Biru itu melesat ke posisi kedua.
Persib hanya tertinggal satu kemenangan dari Bhayangkara FC selaku pemuncak klasemen sementara.
"Kami selalu optimistis. Ini adalah bagian dari profesi. Jika tidak optimistis maka jangan bermain sepak bola, mainkanlah olahraga lainnya seperti golf. Sejauh ini, kami sudah melakukan hal yang tepat hingga sepuluh pertandingan," imbuh pelatih Persib, Robert Alberts.
Persebaya Geser Sana-sini
Persebaya Surabaya gercep memanaskan mesin begitu seri kedua BRI Liga 1 dimulai. Hasilnya, tim dengan sebutan lain Bajul Ijo itu mamu meraup tiga kemenangan dan sekali seri.
Buah dari sepuluh poin dari empat partai seri kedua mengantar Persebaya beranjak tujuh posisi ke peringkat kelima dari ranking ke-12 ketika seri pertama berakhir.
Pencapaian Persebaya pada seri kedua terbilang luar biasa. Soalnya, Bajul Ijo sempat kehilangan beberapa pemainnya akibat sejumlah penyebab.
Contohnya ketika Persebaya harus merelakan empat pemain intinya yaitu Rachmat Irianto, Rikzy Ridho, Ernando Ari, dan Marselino Ferdinan ke Timnas Indonesia. Bajul Ijo tetap tidak terkalahkan.
Persebaya juga tanpa gelandang asal Brasil, Bruno Moreira dalam dua partai terakhir. Ketika lagi on fire, pemain berusia 22 tahun itu justru terkena sanksi larangan bermain.
"Ini memang kado yang indah buat saya, karena tepat sudah dua tahun yang lalu, saya melakukan tanda tangan kontrak dengan Persebaya. Jujur saja, saya sangat senang dan menikmati melatih Persebaya," tutur pelatih Persebaya, Aji Santoso setelah Bajul Ijo menggulung Persiraja Banda Aceh 2-0.