Venue Indonesia Masters 2021 Kental Nuansa Bali: Dari Gapura sampai Baju Adat

oleh Hendry Wibowo diperbarui 17 Nov 2021, 10:15 WIB
Tampak background Daihatsu Indonesia Masters 2021 dengan nuansa Bali. (PBSI Media)

Bola.com, Jakarta - Daihatsu Indonesia Masters 2021 yang menerapkan sistem gelembung akibat pandemi COVID-19 menyajikan sesuatu berbeda. Bahkan sebelumnya para peserta belum pernah melihatnya dalam penyelenggaraan hajatan bulutangkis internasoinal yang diselenggarakan di tempat lain.

Dalam perhelatan bulutangkis di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, warna budaya lokal begitu kental. Suasana dan afmosfer Bali diusung masuk ke dalam arena.

Advertisement

Hal ini sangat terasa saat Indonesia Masters mulai digelar pada Selasa (16/11) pagi. Orang awam yang melihat pertandingan akan langsung paham kalau gelaran ini berlangsung di Pulau Dewata.

Di belakang lapangan utama terpampang tulisan "BALI" dalam huruf besar. Warna merahnya juga demikian menyolok. Ketika pemain marching masuk ke lapangan juga harus melewati gapura khas Bali.

Selain itu, busana yang digunakan hakim garis dan petugas moper atau tim pembersih karpet pun unik. Para petugas ini tampil dengan busana adat khas Bali. Mereka memamerkan busana adat ke tengah arena.

Mereka menggunakan ikat kepala atau udeng. Juga dilengkapi dengan sarung yang oleh orang Bali disebut dengan saput. Sarung ini hadir dengan motif kotak-kotak warna hitam dan putih.

 

 

2 dari 2 halaman

Tampil Beda

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon saat berlaga pada babak 32 besar Indonesia Masters 2021 di Bali International Convention Centre & The Westin Resort, Nusa Dua, Selasa (16/11) sore WIB. (foto: Humas PBSI)

Bagi masyarakat Bali, warna putih dan hitam memiliki makna penting. Warna putih melambangkan kesucian. Sementara hitam memiliki arti ketegasan atau kesungguhan.

Menurut Kepala Bidang Pertandingan Indonesia Badminton Festival 2021, Mimi Irawan, para petugas tersebut memang harus tampil beda. Ketika hadir dengan busana adat khas Bali, itu makin menguatkan kesan bahwa turnamen ini digelar di Pulau Dewata.

"Hadirnya petugas lapangan dengan baju adat ini sengaja untuk memperkuat kesan bahwa kejuaraan ini berlangsung di Bali," kata Mimi.