Erick Thohir: Formula E Bisa Jadi Ajang Mempromosikan Indonesia kepada Dunia

oleh Rizki Hidayat diperbarui 17 Nov 2021, 14:15 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir (dok: KBUMN)

Bola.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambut baik Formula E di Jakarta pada 2022. Menurutnya, balapan mobil listrik tersebut bisa menjadi ajang untuk mempromosikan Indonesia kepada dunia.

Seperti diketahui, Formula E seri Jakarta rencananya akan digelar pada 4 Juni 2022. Balapan mobil listrik itu seharusnya digelar pada 2020, namun karena Pandemi COVID-19 terpaksa diundur pada 2022.

Advertisement

Saat ini, lokasi lintasan balap Formula E masih dalam proses. Sejumlah alternatif sedang dipelajari oleh Formula E Operation (FEO) dan akan diumumkan paling lambat pada Desember tahun ini.

"Tentu event yang lain itu adalah event lebih daripada mempromosikan Indonesia. Apakah Formula E, apakah MotoGP," kata Erick Thohir kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/11/2021).

 

2 dari 3 halaman

Menghelat World Superbike

Presiden Jokowi saat menjajal Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Jumat (12/11/2021). (Biro Pers Kepresidenan)

Sebelum menggelar Formula E, ajang balap level dunia lainnya yakni World Superbike dan Asia Talent Cup akan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok pada 19 sampai 21 November mendatang.

Ini sekaligus menjadi ajang balap motor internasional pertama yang digelar di Indonesia dalam 24 tahun terakhir. Sebelumnya, Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan balap motor level dunia pada 1997 di Sirkuit Sentul.

Tak hanya menjadi tuan rumah Formula E, World Superbike, dan Asia Talent Cup, Indonesia juga akan menggelar MotoGP. Rencananya, ajang balap motor kelas para raja itu bakal berlangsung pada Maret 2022.

 

3 dari 3 halaman

Tuan Rumah G20

Menteri BUMN, Erick Thohir (dok: KBUMN)

Selain ajang olahraga, Erick Thohir menuturkan pada 2022 akan ada banyak event besar di Indonesia. Seperti tentunya perhelatan G20 atau Group of Twenty menjadi yang utama.

Dalam Forum itu, Indonesia menjadi tuan rumah sehingga bertanggung jawab penuh atas penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan.

Adapun G20 merupakan sebuah forum kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, yang terdiri atas 19 negara dan satu lembaga Uni Eropa.

Selama G20 berlangsung, terdapat 117 pertemuan yang dihadiri oleh 39 tokoh di dunia yang dimulai sejak Desember 2021 ini. Karena itulah, kata dia, Presiden RI Joko Widodo menaruh perhatian besar dalam Forum G20 ini.

"Jadi ini bukan kaleng-kaleng (sembarangan), dan penting karena itu statement (pernyataan) bapak Presiden jelas, bahwa kita sudah waktunya menjadi sentra daripada dunia," pungkas Erick dalam rilis yang diterima Bola.com.

Berita Terkait