Piala AFF 2020: Raja Isa Yakin Timnas Indonesia Bisa Kalahkan Vietnam, Ini Caranya

Setelah meraih hasil bagus pada laga kontra Kamboja dan Laos, Timnas Indonesia akan menghadapi Vietnam di Grup B Piala AFF 2020.

BolaCom | Abdi SatriaDiterbitkan 13 Desember 2021, 15:00 WIB
Pemain Timnas Indonesia merayakan gol yang dicetak Witan Sulaeman dalam laga kontra Laos di Grup B Piala AFF 2020 di Bishan Stadium, Singapura, Minggu (12/12/2021). Timnas Indonesia menang telak 5-1. (Dok. PSSI)

Bola.com, Jakarta - Setelah meraih hasil bagus pada laga kontra Kamboja dan Laos, Timnas Indonesia akan menghadapi ujian sesungguhnya di Grup B Piala AFF 2020. Tak tanggung-tanggung, Evan Dimas dkk. akan bersua Vietnam di Bishan Stadium, Rabu (15/12/2021).

Seperti Indonesia, Vietnam yang berstatus tim unggulan untuk menjuarai turnamen bergengsi antarnegara Asia Tenggara tersebut juga sudah memetik kemenangan. Masing-masing atas Laos dan Malaysia.

Advertisement

Dihubungi Bola.com, Senin (13/12/2021), eks pelatih Persipura Jayapura dan PSM Makassar, Raja Isa, menilai di atas kertas Vietnam memang memiliki materi pemain yang merata dan solid, karena sudah tampil bersama dalam satu tim sejak 2016.

Namun, di lapangan hasilnya bisa berbeda. Menurut Raja Isa, secara umum, gaya permainan Vietnam dan Indonesia mirip, yakni sama-sama tampil dengan high pressing untuk membuat lawan tertekan dan kemudian membuat kesalahan.

"Saya pikir Park Hang-seo yang menangani Vietnam paham betul dengan strategi ala Shin Tae-yong buat Timnas Indonesia. Begitu pun sebaliknya," kata Raja Isa yang pada 2015-2018 bolak-balik ke Korea Selatan dan Vietnam, dalam rangka memperdalam ilmunya di kursus kepelatihan lisensi Pro-AFC.

 


Timnas Vietnam Tampil Agresif

Timnas Vietnam menang 3-0 atas Malaysia pada laga kedua Grup B Piala AFF 2020 di Bishan Stadium, Minggu (12/12/2021) malam WIB. (dok. AFF Suzuki Cup)

Vietnam di mata Raja, tampil dengan dengan permainan agresif pada awal laga. Ia merujuk penampilan Phan Van Duc dan kolega saat melibas Malaysia tiga gol balas di Bishan Stadium, Minggu (12/12/2021).

Pada babak pertama, Vietnam bermain agresif dengan pressing ketat dan berbuah dua gol, lewat aksi Nguyen Quang Hai pada menit ke-32 dan Nguyen Cong Phurong empat menit kemudian.

"Setelah jeda, Vietnam mengubah gaya mainnya dengan permainan yang membiarkan Malaysia unggul dalam penguasaan bola dan melakukan serangan balik cepat saat berhasil meredam serangan lawan," terang Raja Isa yang kini menangani Muktijoddha Sangsad KC, tim Liga Utama Bangladesh.

 


Pantang Kebobolan pada Babak Pertama

Kushedya Hari Yudo. Striker berusia 27 tahun ini juga gagal menampilkan aksi terbaiknya karena minimnya suplai bola ke kakinya. Walaupun sesekali mampu membuka ruang, namun tidak ada rekannya dari lini tengah yang maju memanfaatkan ruang yang dibukanya. (Dok. PSSI)

Kalau Vietnam bermain seperti ketika mengalahkan Malaysia, Raja Isa menilai Indonesia berpeluang mengimbangi dan bahkan mengalahkan Vietnam.

Caranya, Skuad Garuda harus tampil spartan untuk meredam gelombang serangan Vietnam yang memburu gol pada paruh pertama.

"Kalau berjalan baik, hal ini akan berdampak pada mental dan penampilan pemain Vietnam. Saya pikir Shin Tae-yong sudah menyiapkan strategi yang pas buat tim asuhannya," ungkap Raja Isa.

Sebaliknya, Raja Isa berharap dua pilar lini tengah Indonesia, Ricky Kambuaya dan Evan Dimas kembali tampil baik seperti ketika mengalahkan Laos dan Kamboja. Khususnya Evan Dimas yang kerap melepaskan killer passing ke jantung pertahanan lawan.

"Hati-hati juga dengan provokasi ala Vietnam bila mereka mendapat kesulitan mencetak gol," tutur Raja Isa.

 


Timnas Vietnam Tak Terlalu Superior

Pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, kabarnya akan menggunakan delapan pemain U-23 untuk memperkuat skuad senior di Piala AFF 2020. (AFP/Vatsyayana)

Raja Isa menambahkan, secara teknik Vietnam tak terlalu superior dibandingkan Timnas Indonesia. Kelebihan mereka adalah kebersamaan dan kekompakan tim karena sudah lama tampil bersama.

"Kelebihan ini membuat alur bola Vietnam lebih cepat dan tertata karena setiap pemain sudah hafal pergerakan rekannya."

Kehadiran Elkan Baggot di lini belakang jadi nilai plus tersendiri buat Indonesia. "Elkan Baggot memberi warna pada penampilan Timnas Indonesia. Saya juga berharap saat menghadapi Vietnam jangan terlalu berlama-lama dengan bola di daerah pertahanan sendiri," kata Raja Isa.

 


Indonesia Kuda Hitam Bersama Singapura

Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan (kanan), harus berjibaku menghentikan aliran bola sayap Vietnam yang cukup cepat. Vietnam langsung memberikan tekanan ke pertahanan Indonesia, melalui kedua sayap di kanan dan kirinya sejak menit pertama. (Foto: Dok. PSSI)

Berkaca pada dua laga yang telah dimainkan, Raja Isa menyebut Skuad Garuda pantas jadi kuda hitam di Piala AFF 2020 bersama Singapura untuk memupus ambisi Vietnam.

Khusus buat Singapura yang diperkuat tiga anak legenda mereka, Fandi Ahmad yakni Ikhsan Fandi, Irfan Fandi, dan Ilhan Fandi yang menurut pengamatan Raja Isa memiliki permaian text book yang tertata.

Singapura juga kerap mengoptimalkan kelebihan mereka dalam duel bola atas dari situasi bola mati. "Sedang penampilan Thailand kali ini cenderung stagnan dengan permainan bola dari kaki ke kaki," pungkas Raja Isa.

Berita Terkait