Mau Tahu Kesalahan Terbesar Valentino Rossi Sepanjang Kariernya? Eks Manajer Pembalap Top MotoGP Buka Suara

oleh Hendry Wibowo diperbarui 14 Des 2021, 10:30 WIB
Ini merupakan sesi kualifikasi terakhir Valentino Rossi pada ajang MotoGP. Selepas MotoGP Valencia, ia bakal pensiun. (AFP/Jose Jordan)

Bola.com, Jakarta - Valentino Rossi telah pensiun dari ajang MotoGP. Pada konferensi pers perpisahan dirinya sebelum balapan terakhir di MotoGP Valencia, The Doctor mengungkapkan ada penyesalan terbesar dari kariernya.

Dia menyebutkan kegagalan merasakan titel juara dunia ke-10 masih terus terngiang sampai dengan sekarang. Berbicara juara dunia ke-10, Valentino Rossi sebenarnya nyaris merasakannya pada MotoGP 2015.

Advertisement

Kala itu, ia memimpin klasemen sampai menuju seri terakhir. Sayang akibat insiden sengggolan dengan Marc Marquez pada balapan MotoGP Malaysia pada musim itu, ia harus memulai race di Valencia dari posisi terakhir.

Eks manajer banyak pembalap top MotoGP, Carlo Pernat pun menyebutkan aksi Valentino Rossi di MotoGP Malaysia terhadap Marc Marquez adalah kesalahan terbesar yang dilakukan pembalap asal Italia itu.

"Apa yang dilakukan Valentino Rossi terhadap Marc Marquez di Sepang adalah kesalahan terburuknya," kata Pernat.

"Kesalahan terbesar yang dia buat sejak dia lahir, tapi saya tidak berpikir itu dia, itu teman-temannya, orang-orang yang mengelilinginya," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Penyebab Perseteruan Rossi dan Marquez di MotoGP 2015

Pembalap asal Spanyol Marc Marquez (kanan) melihat kearah Pembalap Italia Valentino Rossi (kiri) saat press conference di Sepang International Circuit, Malaysia, 22 October 2015. (EPA / Fazry Ismail)

Jorge Lorenzo salah satu saksi mata dari persaingan Marc Marquez dan Valentino Rossi buka suara penyebab perseteruan dua pembalap ini.

Menurutnya apa yang terjadi pada MotoGP 2015 menjadi awal tensi panas hubungan dua pembalap yang sama-sama punya banyak fans ini.

Seperti diketahui, Valentino Rossi menganggap Marc Marquez sengaja membantu Jorge Lorenzo yang sedang terlibat persaingan jadi juara dunia bersama dengannya.

Muaranya terjadi insiden senggolan yang begitu mendunia antara Marc Marquez dan Valentino Rossi pada balapan MotoGP Malaysia 2015.

3 dari 3 halaman

Komentar Lorenzo

Pembalap Spanyol Jorge Lorenzo (kiri), Pembalap Spanyol Marc Marquez (kanan), dan Pembalap Italia Valentino Rossi (tengah) saat press conference di Sepang International Circuit, Malaysia, 22 October 2015. (EPA / Fazry Ismail)

Hanya saja Jorge Lorenzo menilai apa yang terjadi di MotoGP Malaysia 2015 adalah puncak dari perseteruan Marc Marquez dan Valentino Rossi.

Menurutnya sejatinya Marc Marquez sudah mulai membenci Valentino Rossi usai kejadian pada awal musim yaitu MotoGP Argentina 2015.

"Argentina adalah kunci kejuaraan itu (MotoGP 2015). Vale datang dari belakang, mereka bersentuhan dan Marquez terjatuh," kata Jorge Lorenzo.

"Marc mengira itu adalah kesalahan Valentino dan sampai saat itu mereka memiliki hubungan yang sangat tidak baik. Menurut pendapat saya, Marc kesal karena Vale tidak menyesal dan sangat merayakannya."

"Dan kemudian di Assen (MptpGP Belanda), di mana mereka saling menyalahkan. Sejak itu, Marc tidak lagi menginginkan Vale menjadi juara dunia," lanjutnya.

Berita Terkait