Kiprah Persis dan Keseriusan Pengelolaan Klub yang Berujung Tiket Promosi ke Liga 1

oleh Hery Kurniawan diperbarui 30 Des 2021, 09:38 WIB
Para pemain Persis Solo merayakan gol kedua ke gawang Martapura Dewa United yang dicetak Fabiano Beltrame dalam laga semifinal Liga 2 2021 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/12/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Satu di antara klub legendaris Indonesia, Persis Solo akhirnya bisa kembali berlaga di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Tanah Air. Kepastian itu didapat pada Senin (27/12/2021) kemarin, saat berhasil satu tiket promosi ke Liga 1 musim depan.

Dalam laga semifinal yang berlangsung di Stadion Pakansari Bogor, Persis Solo menang tipis 2-1 atas tim asal Tangerang Selatan, Dewa United. Kemenangan itu membawa Laskar Sambernyawa - julukan Persis, kembali ke kasta tertinggi setelah menanti selama 14 tahun.

Advertisement

Tim yang punya sejarah panjang seperti Persis, ditambah dengan dukungan suporter yang militan. Juga infrastruktur yang memadai memang sudah seharusnya ada di kompetisi kasta tertinggi.

Apalagi sejak awal mereka sudah sangat serius menyiapkan tim yang bisa langsung promosi ke BRI Liga 1. Bahkan, mereka sudah menjalani latihan sejak April 2021 lalu. Padahal kompetisi Liga 2 baru dimulai pada akhir Desember lalu.

Hal itu menunjukkan Persis Solo memang tak mau main-main. Mereka tak mau lagi berlama-lama hanya berkompetisi di Liga 2 Indonesia.

 

 

2 dari 3 halaman

Keterlibatan Pengelola Baru

Direktur utama Persis Solo, Kaesang Pangarep dan sejumlah tamu VIP merayakan kemenangan 2-1 atas Martapura Dewa United usai berakhirnya laga semifinal Liga 2 2021 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/12/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Di awal tahun 2021 yang lalu, Persis Solo melakukan perubahan besar dari sisi manajerial. Ada beberapa nama investor baru. Seperti putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Kaesang kemudian membeli 40 persen saham PT Persis Solo Saestu yang selama ini jadi PT yang mengelola Persis Solo. Lalu, 30% saham dimiliki oleh Kevin Nugroho. Kemudian, Menteri BUMN Erick Thohir menguasai 20% saham klub tersebut.

Kedatangan beberapa sosok di atas terbukti memberikan perubahan penting di tubuh Persis. Klub tersebut menjelma sebagai klub kaya di Tanah Air.

Para pemain bintang yang seharusnya masih layak bermain di BRI Liga 1 pun berdatangan ke Persis Solo. Sebut saja Beto Goncalves, Sandi Sute, Ferdinand Sinaga, Rivaldi Bawuo, Miftahul Hamdi, Yu Hyunkoo dan masih banyak nama yang lain.

Meski sempat beberapa kali tampil buruk di fase grup, Persis berhasil melalui setiap rintangan yang mereka hadapi. Hingga akhirnya bisa berlaga di babak final. Tentu akan jadi hal yang sangat manis jika Persis bisa membawa trofi juara Liga 2 ke Kota Solo selepas laga final yang berlangsung, Kamis (30/12/2021) malam.

3 dari 3 halaman

Komunikasi yang Baik

Suporter Persis Solo saat melawan Rans Cilegon FC pada laga babak 8 besar Grup X Liga 2 di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (15/12/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Ada satu hal yang menarik dari Persis Solo di musim ini. Yakni komunikasi yang berjalan lancar dan berlangsung dengan cara dua arah yang melibatkan manajemen dan suporter.

Menggunakan jejaring media sosial seperti di Twitter, manajemen Persis kerap berdiskusi dengan para pendukung mereka. Diskusi itu bahkan tak jarang juga dihadiri oleh Kaesang Pangarep.

Biasanya, yang dibahas dalam diskusi itu adalah soal kebijakan yang akan diambil manajemen. Bisa juga soal hal lain. Yang pasti, suara suporter didengarkan melalui platform tersebut.

Berita Terkait