Liga Spanyol: Mendebat Wasit, Gelandang Real Madrid Menyesal

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 25 Jan 2022, 12:30 WIB
Toni Kroos berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya di fase grup Liga Champions 2021/22 bersama Real Madrid. Ia memiliki kemampuan melakukan umpan progresif dan akurat untuk rekan-rekannya. Akurasi umpannya tercatat mencapai 95,8%, tertinggi di babak penyisihan grup. (AFP/Sergei Gapon)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Real Madrid, Toni Kroos, mengaku menyesali perilakunya saat timnya bermain imbang 2-2 dengan Elche dalam lanjutan Liga Spanyol, Minggu (23/1/2022).

Kroos mendapat kartu kuning karena memprotes keputusan wasit Jorge Figueroa Vazquez, meskipun tayangan ulang akan menunjukkan bahwa pemain Jerman itu tidak melakukan kontak dengan lawan.

Advertisement

“Pada saat emosi tinggi terkadang sulit untuk tetap tenang,” Kroos memposting di aplikasi Toni Kroos Academy via Tribal Football, Selasa (25/1/2022).

"Anda mungkin telah melihat situasi ini pada akhir pekan di mana saya menerima kartu kuning yang tidak sepenuhnya saya setujui.

“Saya pikir tidak apa-apa berdebat dengan wasit atau pemain lain jika Anda tidak setuju dengan keputusan, tetapi saya sangat percaya bahwa penting untuk bertindak dengan hormat di lapangan, terutama untuk menjadi panutan yang baik bagi anak-anak kita, kita harus ingat siapa yang mengawasi kita," kata Kroos.

Dalam laga itu Real Madrid bermain imbang 2-2 di Santiago Bernabeu. Ini kerugian bagi Los Blancos karena bermain di kandang sendiri. Apalagi, Real Madrid ingin menjauh dari Sevilla yang membuntuti mereka di klasemen.

2 dari 4 halaman

Mantap Pensiun di Real Madrid

Real Madrid berhasil unggul 1-0 pada menit ke-17 melalui Toni Kroos. Sepakannya dari luar kotak penalti usai menerima umpan mendatar Rodrygo tidak mampu dijangkau Samir Handanovic. (AP/Bernat Armangue)

Toni Kroos mantap untuk pensiun dari sepak bola di Real Madrid. Namun demikian, sang gelandang elegan belum tahu kapan bakal menutup karier.

Usia karier seorang pesepak bola memang tidak panjang. Kebanyakan dari mereka memutuskan pensiun ketika usianya sudah menginjak kepala tiga. Walaupun ada beberapa kasus yang berbeda seperti Zlatan Ibrahimovic dan Gianluigi Buffon.

Beberapa orang terlihat akan mengikuti jejak kedua pemain tersebut, salah satunya Cristiano Ronaldo. Umur pemain asal Portugal itu sudah menginjak angka 36 tahun, namun ia masih bisa beraksi di pentas besar seperti Premier League.

Namun Kroos punya pandangan yang lebih realistis. Ia sudah menentukan kapan dirinya bakal gantung sepatu. Momen itu akan dilakukan olehnya ketika berusia 33 tahun, dan artinya bisa terjadi ketika kontraknya berakhir di 2023.

3 dari 4 halaman

Ikuti Jejak Legenda

Toni Kroos. Gelandang asal Jerman yang kini memasuki musim ke-8 bersama Real Madrid total meraih 4 trofi Liga Champions. Satu trofi diraihnya bersama Bayern Munchen, musim 2012/2013 serta 3 trofi bersama Real madrid, mulai musim 2015/2016 hingga 2017/2018. (AFP/Javier Soriano)

Pensiun di Real Madrid bukan perkara yang mudah. Legenda seperti Raul Gonzalez dan Iker Casillas tidak mendapatkan keistimewaan itu, di mana karier bermainnya berakhir di klub yang berbeda.

Bukan sesuatu yang mengherankan. Raul dan Casillas memilih untuk terus bermain di saat usianya tak lagi kuat membela Real Madrid. Klub juga tidak bisa terus bergantung pada mereka dan harus melakukan regenerasi secepatnya.

Kroos sendiri tidak berencana berlama-lama. Tahun 2023 bisa jadi tahun terakhirnya berkarier sebagai pemain profesional dan dia yakin bakal berakhir di Real Madrid.

"Saya ingin mengakhiri karier saya di sini dan begitulah yang bakal terjadi," ujar pemain yang juga pernah membela Bayern Munchen tersebut kepada Sky TV.

Sumber: Tribal Football, Sky

4 dari 4 halaman

Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait