Bola.com, Makassar - PSM Makassar takluk tiga gol tanpa balas dari Persikabo 1973 pada laga pekan ke-25 BRI Liga 1 di Stadion Kompyang Sujana, Selasa (15/2/2022).
Hasil minor tersebut membuat klub berjulukan Juku Eja tersebut terlempar ke papan bawah dengan bertengger di posisi ke-13 dengan koleksi 28 poin. Perolehan poin PSM hanya berselisih enam poin dari Persipura Jayapura, peringkat teratas zona degradasi.
Dihubungi Bola.com, Rabu (16/2/2022), mantan jenderal lapangan The Maczman, Andi Coklat, mulai khawatir tim kesayangannya bakal jadi penghuni zona degradasi yang selama ini 'tabu' buat PSM Makassar.
"Kalau PSM tampil tanpa karakter khas seperti saat menghadapi Persikabo, mereka akan sulit menuai poin," tegas Andi Coklat.
Andi merujuk empat laga terdekat yang bakal dilakoni PSM, yakni menghadapi Persita Tangerang (19/2/2022), Persib Bandung (21/2/2022), Bhayangkara FC (25/2/2022), dan PSS Sleman (1/3/2022). Di mata Andi Coklat, keempat calon lawan yang dihadapi punya potensi besar mengalahkan PSM.
"Harus diakui, materi pemain musim ini jauh di bawah kompetisi sebelumnya. Langkah manajemen PSM mendatangkan pemain baru jelang putaran kedua sia-sia saja karena kualitas mereka memang level Liga 2," terang Andi Coklat.
Termasuk dua pemain asing yakni Adam Mitter (Inggris) dan Golgol Mebrahtu (Australia) yang dinilai Andi Coklat kualitasnya tak berbeda dengan pemain lokal.
Kondisi ini kian rumit karena pelatih anyar PSM, Joop Gall butuh waktu untuk beradaptasi dengan atmosfer kompetisi Indonesia, khususnya karakter permainan PSM.
"Memang ada sedikit peningkatan pada penampilan PSM Makassar di era Joop Gall. Para pemain pun terlihat tetap bersemangat untuk meraih kemenangan. Tapi, dengan kualitas pemain yang sudah mentok, sulit membuat penampilan PSM konsisten," papar Andi Coklat
Sindir Wiljan Pluim
Hal senada dikatakan Sadat Sukma, Sekjen Red Gank. Menurut Sadat, empat pemain asing yang dimiliki PSM Makassar tak mampu mengangkat penampilan tim pada putaran kedua. Termasuk kapten PSM Makassar, Wiljan Pluim yang kemampuannya dinilai tidak sebaik musim sebelumnya.
"Pluim memang masih menunjukkan skilnya yang di atas rata-rata. Tapi, fisik dan staminanya sudah menurun sehingga menghambat pergerakannya," ungkap Sadat.
"Pluim terlihat mulai kegemukan. Rasanya aneh melihat pemain yang kondisinya seperti itu saat kompetisi sudah melewati putaran pertama."
"Seharusnya Pluim lebih ramping, karena jadwal padat dan persaingan antartim kian ketat. Artinya, Pluim tidak menjaga kondisinya dengan baik," tegas Sadat.
Datangkan Penasehat Teknik
Agar PSM tak semakin terpuruk, Andi Coklat menyarankan manajemen mendatangkan sosok berpengalaman dan tahu betul karakter permainan tim untuk membantu Joop Gall.
Andi Coklat meyebut nama Syamsuddin Umar, pelatih yang membawa PSM meraih trofi juara Perserikatan 1992 dan Liga Indonesia 1999/2000. "Saya yakin pak Syam (sapaan akrab Syamsuddin) mau membantu PSM bila diminta," kata Andi Coklat.
Andi juga menyoroti para asisten yang dinilainya kurang berperan aktif memberikan masukan ke Joop Gall. Ia merujuk jumlah gol yang sudah bersarang ke gawang yakni 30 gol dalam 24 laga.
Padahal dua asisten pelatih PSM, Syamsuddin Batola dan Bahar Muharram dikenal sebagai bek tangguh ketika aktif sebagai pemain dengan raihan trofi juara.
"Intinya, kembali duduk bersama untuk mendapatkan solusi untuk memperbaiki penampilan PSM," pungkas Andi Coklat.