8 Pemain FK Senica Cabut karena Tak Digaji, Termasuk Egy dan Witan?

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 17 Apr 2022, 14:50 WIB
Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman. (Instagram/@fk_senica)

Bola.com, Senica - Kabar mengejutkan datang dari klub Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri, FK Senica. Menurut laporan Sport Aktuality, sebanyak delapan pemain inti memutuskan untuk mundur dari klub karena tak mendapatkan gaji.

Keputusan mundur itu diungkap melalui surat yang sudah dikirim ke manajemen FK Senica pada Jumat (16/4/2022). Tak hanya delapan pemain, beberapa ofisial pun melakukan hal yang sama.

Advertisement

Belum diketahui apakah Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman termasuk dalam delapan pemain tersebut. Namun, keduanya sudah menghilang dari skuad FK Senica saat menghadapi Liptovsky Mikulas (16/4/2022).

Pada laga play-off degradasi Liga Super Slovakia itu, FK Senica mayoritas diperkuat pemain muda. Dalam laga yang digelar di OMS Arena tersebut, FK Senica dipaksa menyerah 0-3.

Seorang pemain FK Senica yang namanya dirahasiakan mengaku terpaksa melakukan keputusan mundur. Penyebabnya adalah manajemen tak kunjung memberikan gaji sesuai dengan kesepakatan.

"Pelanggaran kesepakatan berulang kali terjadi terhadap persyaratan yang telah disepakati oleh pemilik. Kami akan memberikan detailnya dalam beberapa hari ke depan," tegas pemain tersebut.

Witan Sulaeman bisa saja meninggalkan FK Senica saat masa pinjamannya berakhir pada 30 Juni 2022. Adapun Egy Maulana Vikri masih terikat kontrak sampai 30 Juni 2023.

2 dari 2 halaman

Banyak Hutang

Witan Sulaeman dipinjamkan Lechia Gdanks ke FK Senica sampai 30 Juni 2022. (Instagram/@fk_senica)

Presiden Persaturan Pesepak Bola Profesional Slovakia (UFP), Jan Mucha, mengaku kaget dengan tingginya tunggakan hutang yang terjadi di FK Senica. Menurut Jan Mucha, ada pemain FK Senica yang sudah tak digaji selama tujuh bulan terakhir.

"Kami baru mengetahuinya. Hutang kepada semua karyawan sekitar 70 persen kepada pemain tim utama. Sayangnya, angka itu cukup tinggi," kata Jan Mucha.

"Saya hanya bisa katakan adalah beberapa pemain sudah tak dijadikan selama tiga bulan. Adapun beberapa lainnya sudah sejak tujuh bulan," tegas Jan Mucha.