Analisa Raja Isa Jelang Vietnam Vs Timnas Indonesia di SEA Games 2021: Marc Klok Figur Sentral dan Penentu Hasil Akhir

oleh Abdi Satria diperbarui 04 Mei 2022, 13:45 WIB
Marc Klok (tengah) akhirnya mendapatkan pemanggilan pertamanya di Timnas Indonesia pada ajang SEA Games 2021 ini. Kehadirannya tentu akan menambah kekuatan lini tengah skuat Garuda Muda untuk membidik medali emas di pesta olahraga Asia Tenggara tersebut. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)  

Bola.com, Makassar - Timnas Indonesia U-23 langsung bersua tuan rumah Vietnam dalam laga perdana Grup A sepak bola SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Jumat (6/5/2022). Bagi skaud Garuda Muda, laga ini sangat krusial untuk menjadi modal menjalani laga selanjutnya.

Setelah menghadapi Vietnam pada laga pertama, secara berturut-turut Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Timor Leste (10/5/2022), Filipina (13/5/2022) dan Myanmar (15/5/2022).

Advertisement

Ketika dihubungi Bola.com, Rabu (4/5/2022), pelatih berpaspor Malaysia, Raja Isa, menilai peluang kedua tim untuk meraih kemenangan relatif sama.

Mantan pelatih Persipura Jayapura dan PSM Makassar itu mengacu kepada filosofi permainan kedua tim yang sama karena ditangani dua pelatih asal Korea Selatan, yakni Shin Tae-yong di kubu Indonesia serta Park Hang-seo yang menangani Vietnam.

Menurut Raja Isa yang kini menangani klub Liga 1 Bangladesh, Muktijoddha Sangsad KC, secara teknik dan skill individu, Timnas Indonesia lebih baik dari Vietnam. Namun, Vietnam lebih unggul dari permainan secara tim yang ditanamkan oleh Park Hang-seo sejak 2015.

"Menarik untuk ditunggu, apakah Shin Tae-yong tetap bermain strategi bertahan seperti Piala AFF 2020 lalu. Sejatinya Timnas Indonesia tidak di bawah Vietnam," tegas Raja Isa.

2 dari 3 halaman

Marc Klok Jadi Figur Penting

Pemain Timnas Indonesia U-23, Marc Klok berpose didepan wartawan saat latihan untuk persiapan SEA Games 2021 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (12/04/2022) sore WIB. Skuat Garuda Muda rencananya akan berlaga di Hanoi pada 6-22 Mei 2022. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Apalagi, Timnas Indonesia U-23 mengandalkan mayoritas materi pemain starter yang berhasil menembus final Piala AFF 2020, plus Marc Klok dan Saddil Ramdani.

Sedangkan Vietnam hanya menyertakan tujuh pemain alumni Piala AFF 2020, yakni Quan Van Guan, Nguyen Han Hoang (kiper), Nguyen Thanh Binh, Bui Hoang Viet (Bek), Nguyen Hoang Duc (Gelandang), Nguyen Van Tung dan Nguyen Tien Linh (Penyerang).

"Tapi, sekali lagi, saya tegaskan, di era Park Hang-seo, gaya high pressing Vietnam tetap menonjol apa pun materi pemainnya," terang Raja Isa yang mengambil lisensi pelatih Pro-AFC di Vietnam ini.

Selain kualitas kedua tim, Raja Isa juga menyoroti kehadiran Marc Klok di skuad Garuda. Seperti diketahui, gelandang naturalisasi asal Belanda ini menggantikan peran Evan Dimas sebagai jenderal lapangan tengah.

"Marc Klok memiliki teknik, militansi, dan leadership yang baik. Sementara di lain pihak, SEA Games edisi ini jadi ajang ujian keputusan PSSI memberikan status naturalisasi buat Marc Klok," ungkap Raja Isa.

3 dari 3 halaman

Figur Sentral dan Provokasi ala Vietnam

Pelatih Timnas Vietnam U-23, Park Hang-seo. (Bola.com/Dok. VFF)

 

Raja Isa pun memastikan Marc Klok jadi target utama Vietnam pada laga nanti. Menurut Raja Isa, sejak ditangani Park Hang-seo, Vietnam tampil agresif dan provokatif, di mana mereka menjadikan setiap laga ibarat perang yang harus dimenangkan dengan berbagai cara.

Raja Isa merujuk langkah Vietnam mematikan Evan Dimas pada final Sea Games 2019 di Filipina silam. Saat itu, Evan Dimas terpaksa ditarik keluar pada menit ke-20 setelah mendapat tekel horor dari bek Vietnam, Doan Van Hau.

"Peran Marc Klok hampir sama dengan Evan Dimas. Itulah mengapa, saya yakin coach Park Hang-seo akan memberikan intruksi khusus untuk mematikan pergerakan Klok. Saya berharap Marc Klok bisa mengatasi tekanan dan provokasi para pemain Vietnam," ungkap Raja Isa.

Sementara itu, Raja Isa berharap Shin Tae-yong membenahi kelemahan timnya dalam hal konsentrasi.

"Ketika tampil di Piala AFF 2020, Indonesia secara umum tampil baik. Tapi. mereka kerap kehilangan konsentrasi dan akibatnya fatal. Khususnya pada awal dan akhir laga," pungkas Raja Isa.

Berita Terkait