PBSI Luruskan Isu Keracunan yang Menimpa Sejumlah Atlet di Indonesia Masters 2022

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 10 Jun 2022, 15:35 WIB
Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat bertanding melawan pasangan Prancis Christo Popov/Toma Junior Popov dalam babak 32 turnamen bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2022). Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menang dua game langsung 21-16, 21-19. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bola.com, Jakarta - Dalam beberapa hari terakhir, ramai isu mengenai insiden keracunan yang menimpa sejumlah atlet di Indonesia Masters 2022.

Berdasarkan informasi yang viral di berbagai platform media sosial, atlet yang dimaksud berasal dari Malaysia. Sedikitnya lima atlet yang dilaporkan keracunan.

Advertisement

"PBSI ingin meluruskan berita yang simpang siur, perlihal atlet keracunan," ucap Broto Happy, Kabid Humas PBSI.

"PBSI dengan berkomunikasi dengan pihak hotel. Kami akan cari fakta, atlet makan di mana, apakah keracunan karena sarapan atau bagaimana, yang pasti kita ingin peristiwa ini tidak meluas," katanya lagi.

 

2 dari 3 halaman

Panitia Indonesia Masters 2022 Tidak Suplai Makanan

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengikuti jejak The Minions usai menang atas rekannya di pelatnas, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dengan rubber game 16-21, 21-17 dan 21-13. Fajar Rian akan bertemu pasangan Cina Taipei, Lee Yang/Wang Chi-Lin di perempatfinal. Sementara tiga pasangan lain terhenti di 16 besar, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Broto menjelaskan, atlet peserta Indonesia Masters tinggal di Hotel Century dan Fairmont. Ia juga menegaskan, panitia tidak menyuplai pasokan makanan, mulai dari sarapan hingga makan malam.

Untuk sarapan, pihak hotel lah yang menyediakan makanan. Sementara makan siang dan malam seluruhnya dikembalikan kepada atlet.

"Jadi, selama ini panitia di turnamen manapun tidak handle makan siang sampai malam. Panitia hanya minta ke hotel, agar menu sarapan dibedakan dengan tamu lain," kata Broto menjelaskan.

"Itu dilakukan demi menjaga atau memudahkan kalau-kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Broto lagi.

 

3 dari 3 halaman

Kemungkinan Menimpa Atlet dari Negara Lain

Karena insiden ini sudah meluas di media sosial, PBSI dan panitia akan terus menelusuri lebih dalam. Sebab ada kemungkinan hal ini menimpa atlet dari negara lain.

Hingga berita ini turun, belum ada laporan resmi dari manajer tim lainnya. Terkonfirmasi terdapat lima orang, semuanya dari Malaysia, dan tak ada yang bermain hari ini.

Semua atlet itu sudah dibawa ke rumah sakit netral (tak kerja sama dengan PBSI atau hotel) dan menunggu bagaimana hasilnya.

Berita Terkait