Piala Presiden 2022: Alasan Sergio Alexandre Membangkucadangkan Sesay dan Cantillana Saat Hadapi Persis

oleh Hery Kurniawan diperbarui 21 Jun 2022, 21:15 WIB
Pemain PSIS Semarang, Jonathan Cantillana melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Barito Putera dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (20/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Solo - PSIS Semarang nyaris tampil full team saat menghadapi Persis Solo dalam lanjutan laga Grup A, Piala Presiden 2022, Selasa (21/6/2022). Laga yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah itu berakhir 2-1 untuk kemenangan Mahesa Jenar.

Pada laga itu, dua pemain asing PSIS Semarang, Taisei Marukawa dan Carlos Fortes dimainkan sejak awal. Termasuk dengan para pemain bintang lokal seperti Alfeandra Dewangga, Hari Nur Yulianto, Eka Febri, dan beberapa pemain lain.

Advertisement

Yang menarik adalah dua pemain asing lain PSIS yakni Jonathan Cantillana dan Alie Sesay tidak menjadi starter. Keduanya baru masuk di pertengahan babak kedua.

Pelatih PSIS Semarang, Sergio Alexandre punya penjelasan terkait hal itu. Ia merasa secara fisik, Sesay dan Cantillana memang tidak terlalu siap jika harus bermain sejak menit pertama pertandingan.

"Mungkin suporter kami sebelum laga berpikir kenapa Alie Sesay dan Cantillana tidak jadi starter. Tapi staf saya mengambil keputusan mereka di babak kedua," jelas Alexandre.

 

2 dari 5 halaman

Tak Mau Cedera

Tiga pemain anyar PSIS Semarang langsung moncer dengan mencetak gol dalam kemenangan 6-1 atas Persita Tangerang dalam laga lanjutan Grup A Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan, Solo, Senin (13/6/2022). Ketiganya adalah Carlos Fortes yang menyumbang 2 gol, serta Taisei Marukawa dan Oktafianus Fernando masing-masing mencetak 1 gol. (Bola.com/Arief Bagus)

Lebih lanjut, Sergio Alexandre juga menyatakan tak mau terlalu mengambil resiko dengan memainkan Alie Sesay dan Jonathan Cantillana sejak awal laga. Jika dimainkan tidak dalam kondisi 100 persen, keduanya bisa mengalami cedera.

Kondisi itu tentu tidak ideal bagi PSIS. Apalagi mereka baru berlaga di turnamen pramusim dan belum di kompetisi resmi.

"mereka baru bergabung dengan tim, dan saya juga berhati-hati soal cedera. Kami tidak mau kehilangan pemain karena cedera di pramusim," tandas Sergio Alexandre.

Pelatih asal Brasil itu mengisyaratkan bisa saja menurunkan Sesay atau Cantillana di laga terakhir fase grup melawan PSS Sleman. Saat itu, kondisi kedua pemain dinilai sudah lebih siap.

 

3 dari 5 halaman

Apresiasi Suporter

Galeri Suporter PSIS Semarang Laga Lawan Persita Tangerang di Stadion Manahan Solo (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Sementara itu, gelandang PSIS Semarang, Guntur Triaji senang dengan kemenangan ini. Ia merasa para pemain PSIS Semarang sudah menjalankan instruksi pelatih dengan maksimal. Meski, Guntur juga mengakui masih ada kekurangan di skuad PSIS.

"Ya kami dari pemaiN bersyukur bisa menang, bisa menjalankan instruksi pelatih walaupun masih ada kesalahan," jelasnya.

Ia juga menyebut kemenangan ini meningkatkan motivasi para pemain PSIS Semarang untuk menghadapi laga selanjutnya. Tak lupa, Guntur juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan dari Panser Biru dan Snex di sepanjang pertandingan.

"Kemenangan ini meningkatkan motivasi kami agar kedepan lebih baik. Terima kasih banyak untuk suporter PSIS yang sudah jauh datang, Panser Biru, Snex terima kasih banyak," tandas Guntur.

4 dari 5 halaman

Banjir Kartu

Pertandingan Derbi Jawa Tengah (Jateng) antara Persis Solo melawan PSIS Semarang, Selasa (21/6/2022) berlangsung panas.

Ada sembilan kartu yang keluar dari saku wasit, Tabrani asal Jawa Timur di laga itu. Dengan rincian empat kartu kuning untuk Persis, empat kartu kuning untuk PSIS. Ada lagi satu kartu merah yang dikeluarkan untuk salah satu fisioterapis PSIS.

Kondisi itu cukup membuat khawatir. Sebab, pertandingan tersebut merupakan bagian dari turnamen pramusim yang seharusnya dibuat agak santai oleh klub kontestan.

Pelatih PSIS Semarang, Sergio Alexandre justru menganggap itu sebagai hal yang normal. Meski berstatus pramusim, laga ini tetaplah laga derbi yang punya gengsi tinggi.

"Apa yang terjadi ini adalah derbi, terkadang derbi itu membuat pertarungan jadi lebih keras," ujar Alexandre.

5 dari 5 halaman

Tak Semua Keputusan Wasit Benar

Selain itu, Sergio Alexandre juga mempertanyakan kepemimpinan wasit, Tabrani. Eks pelatih Persiraja Banda Aceh itu merasa tak semua kartu yang keluar dari wasit itu bisa dibenarkan.

"Wasit kadang punya keputusan salah dan benar. Saya pikir ini normal," ujarnya.

Sergio Alexandre kemudian mengakui bahwa tensi di laga itu memang sangat tinggi. Salah satu tugasnya sebagai pelatih adalah untuk mendinginkan suasana. Terutama membuat pemain PSIS untuk bisa lebih tenang.

"Kami pelatih harus terus membuat kondisi menjadi lebih tenang terutama kepada para pemain," katanya.