Cerita Mengejutkan Argentina di Piala Dunia yang Membuat Maradona Menyesal: Petaka Itu Datang Lebih Awal

oleh Choki Sihotang diperbarui 07 Jul 2022, 16:59 WIB
Diego Maradona pernah kedapatan dopping pada Piala Dunia 1994. Dirinya langsung dipulangkan setelah terbukti positif menggunakan varian efedrin, stimulan yang dilarang oleh FIFA. 3 tahun sebelum ini, dirinya juga dilarang bermain selama 15 bulan karena terbukti menggunakan kokain. (Foto: AFP/Staff)

Bola.com, Jakarta - Timnas Argentina memiliki banyak cerita yang kadang membuat para penggila sepak bola geleng-geleng kepala di panggung Piala Dunia. Hal itu terjadi pada perhelatan 1994 di Amerika Serikat. Tim Tango harus pulang lebih awal karena tersisih di perdelapan final.

Padahal, saat itu Argentina memiliki skuad mumpuni dengan torehan prestasi manis dari akhir tahun 70-an hingga pertengahan 90-an. Pada era tersebut, Timnas Argentina meraih dua gelar Piala Dunia dan dua Copa America.

Advertisement

 

Simak Video Menarik Ini

2 dari 9 halaman

Faktor 2 Orang

Kesuksesan tersebut di antaranya karena faktor Diego Maradona serta pelatih Alfio Basile. Duo ini masih bersama di Timnas Argentina pada Piala Dunia 1994. Bahkan Argentina berangkat ke Amerika Serikat dengan rekor 33 pertandingan tanpa kalah.

Namun kenyataanya Argentina harus takluk dari Rumania pada Babak 16 Besar. Usai laga di Los Angeles, pemain Rumania Gheorghe Hagi jadi bintang dan pelatih Alfio Basile harus terdepak dari skuad Argentina.

 

3 dari 9 halaman

Sinyal Tertatih-tatih

Diego Maradona. Gelandang Argentina yang wafat di usia 60 tahun pada 25 November 2020 ini mengoleksi 21 Caps dalam 4 edisi Piala Dunia (1982, 1986, 1990, 1994). Menorehkan 8 gol dan 8 assist, prestasi terbaiknya adalah menjadi juara pada edisi 1986 mengalahkan Jerman 3-2. (AFP/Staff)

Argentina harus menjalani laga play-off melawan Australia guna meraih tiket Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Bahkan, La Albiceleste harus puas di posisi ketiga babak penyisihan grup putaran final Piala Dunia 1994.

Argentina berada di bawah Nigeria dan Bulgaria di Grup D, meskipun ketiganya sama-sama mengumpulkan nilai enam. Beruntung saat itu, Argentina masuk dalam posisi tiga besar terbaik sehingga berhak lolos ke Babak 16 Besar.

Meski terseok-seok, Argentina memiliki Diego Maradona, yang berpadu dengan para pemain muda berbakat. Kala itu masih ada Fernando Redondo, Diego Simeone, Abel Balbo, Claudio Caniggia dan Gabriel Batistuta.

 

4 dari 9 halaman

Tak Terduga

Gabriel Batistuta dari Argentina. Ia mencetak 10 gol selama mengikuti Piala Dunia tahun 1994, 1998 dan 2002 (Istimewa)

Sebenarnya, Argentina mampu meraih dua kemenangan di dua laga babak penyisihan grup melawan Nigeria dan Yunani. Namun bencana datang sebelum Argentina menghadapi Bulgaria di laga pamungkas Grup D.

FIFA menyatakan Maradona positif menggunakan zat terlarang. Argentina juga kehilangan penyerang kunci, Claudio Caniggia karena cedera. Pada akhirnya, Argentina takluk dari Bulgaria.

Pada sisi lain, Rumania secara mengejutkan menjadi juara Grup A. Mereka mampu menang 3-1 atas Kolombia serta kemenangan 4-1 dari Swiss, lalu mereka takluk 0-1 dari tuan rumah Amerika Serikat.

 

5 dari 9 halaman

Petaka Datang

Legenda tim nasional Rumania, Gheorghe Hagi.

Takdir mempertemukan Rumania, juara grup A, melawan Argentina yang lolos karena masuk peringkat tiga terbaik. Pada Babak 16 Besar ini, Argentina harus kehilangan Maradona dan Caniggia.

Kehilangan dua pemain, membuat Basile harus memutar otak menambal lubang yang ada. Basile memainkan Jose Basualdo di lini tengah dan Ariel Ortega, yang masih muda, sebagai pemberi umpan bagi Batistuta dan Balbo.

Sementara itu, Rumania fokus bermain lebih solid dan disiplin, mulai dari lini tengah hingga pertahanan sembari melakukan serangan balik. Beruntung, kiper Rumania Florin Prunea berada dalam kondisi terbaiknya yang bisa menghentikan Balbo dan Batistuta.

 

6 dari 9 halaman

Gol Awal

Rumania memimpin terlebih dahulu melalui tendangan bebas Illie Dumitrescu pada menit ke-11. Argentina mampu membalas dalam waktu lima menit melalui penalti Batistuta, setelah penyerang kuat itu dijatuhkan Daniel Prodan di dalam kotak terlarang.

Namun Batigol nyaris tidak punya waktu merayakan gol keempatnya dalam kompetisi ini. Hanya dua menit kemudian, Dumitrescu kembali mencetak gol kedua melalui skema serangan balik cepat dan umpan matang Gheorghe Hagi. Babak pertama berakhir 2-1 untuk Rumania.

Argentina yang tertinggal semakin menggencarkan serangannya di babak kedua. Namun karena penammpilan apik Florin Prunea membuat Argentina serasa mati kutu menjebol gawang Rumania.

 

7 dari 9 halaman

Maradona Menyesal

Pekerja menambahkan detail terakhir ke monumen untuk menghormati mendiang legenda sepak bola Diego Maradona di Santa Clara del Mar, Argentina, 29 Oktober 2021. Peresmian monumen itu menandai ulang tahun Diego Maradona yang meninggal pada 25 November 2020 di usia 60 tahun. (AP Photo/Vicente Robles)

Timnas Argentina harus kebobolan di menit ke-58. Gheorghe Hagi yang berdiri bebas, mampu melepaskan tendangan kaki kanan yang membuat bola masuk ke gawang Argentina.

Argentina terus berjuang meski tertinggal dua gol. Bahkan, Basile menggunakan striker produktif, Ramon Medina Bello guna mengganti bek Roberto Sensini dalam upaya mengurangi defisit.

Akhirnya, La Albiceleste mencetak gol via Abel Balbo pada menit ke-75. Namun gol tersebut tidak bisa menyelamatkan Argentina dari kekalahan 2-3 dan membuat Rumania melaju ke perempat final.

 

8 dari 9 halaman

Curhat Dia

Menanggapi kekalahan timnya, Diego Maradona mengakui Argentina menjadi tim yang berbeda. "Argentina bukan tim yang sama sebelum kami pergi, ketika kami bersatu dan bahagia," ujarnya.

Maradona juga mengaku menyesal karena tidak bisa berlaga lagi di Piala Dunia. "Saya merasa sangat menyesal untuk setiap Argentina dan untuk penggemar di seluruh dunia yang mencintai sepak bola," lanjutnya.

 

9 dari 9 halaman

Rumania Tersingkir

Romario (tengah) mengantarkan Timnas Brasil juara Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. (DANIEL GARCIA / AFP)

Usai mengalahkan Argentina, Rumania makin percaya diri menghadapi Swedia, yang juga merupakan tim kejutan. Sayangnya Hagi dkk harus kalah 4-5 dari Swedia melalui babak adu penalti usai bermain imbang 2-2.

Sementara itu, Argentina mengakhiri masa jabatan Basile sebagai pelatih kepala. Jabatan panas tersebut menjadi milik Daniel Passarella, yang merupakan kapten Argentina saat meraih trofi Piala Dunia 1978. (Suharno)

Berita Terkait