Klub Liga 1 Keluhkan Jadwal Pertandingan Terlalu Malam, Begini Respons SCM

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 19 Jul 2022, 14:25 WIB
Direktur Program SCM, Harsiwi Achmad, memberikan pernyataan saat konferensi pers Piala Presiden 2022 di Studio Lantai 8 SCTV Tower, Senayan City, Jakarta pada Senin (06/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Direktur Programming SCM, Harsiwi Achmad, buka suara mengenai banyaknya keluhan dari klub peserta Liga 1 2022/2023 terkait jadwal pertandingan yang banyak digelar pada malam hari.

Menurut Harsiwi Achmad, itu dilakukan bukan sekadar karena rating melainkan kebaikan bersama.

Advertisement

PT Liga Indonesia Baru (LIB) beberapa waktu lalu mengeluarkan rancangan jadwal pertandingan kompetisi 2022/2023. Dalam jadwal tersebut, pertandingan digelar paling malam berlangsung pada pukul 20.45 WIB.

Adapun untuk pertandingan yang digelar di Indonesia Tengah digelar mulai 21.30 WITA. Jadwal tersebut lantas menuai kritikan dari berbagai pihak.

Klub hingga suporter banyak yang mengeluhkan jadwal pertandingan yang dianggap terlalu malam. Kritikan tersebut kemudian dialamtkan kepada PT LIB hingga PT Surya Citra Media Tbk (SCM) selaku Official Broadcaster Liga 1 2022/2023.

2 dari 5 halaman

Alasan Pertama

Pemain Persija Jakarta, Braif Fatari (kiri) berebut bola dengan pemain Persib Bandung, Marc Klok dalam laga pekan ke-12 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (20/11/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Direktur Programming SCM, Harsiwi Achmad, menyebutkan, PT LIB dan PSSI harus bekerja sama mencari formula terbaik dengan lembaga penyiaran. Ada dua alasan mengapa jadwal pertandingan Liga 1 digelar lebih berbeda pada musim ini.

"Bagaimanapun PT LIB, PSSI, itu harus bekerja sama dengan lembaga penyiaran. Sebab, lembaga penyiaran yang menyiarkan," kata Harsiwi Achmad kepada Bola.com.

"Pertama, kami sudah mengikuti aturan. Kecuali kami menayangkan pertandingan itu pada jam di mana orang tidak boleh berolahraga. Kalau ini masih dalam koridor yang diizinkan," ujar Harsiwi.

3 dari 5 halaman

Alasan Kedua

Tertinggal dua gol membuat Persebaya mencoba mencari celah pertahanan Arema. Tapi, mereka masih kesulitan dengan pertahanan rapat lawan. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sementara itu, Harsiwi Achmad menjelaskan pada alasan kedua yakni jadwal tersebut sudah menyesuaikan dengan jadwal salat. Dengan pertandingan digelar lebih malam maka akan memberikan kesempatan pada pemain hingga suporter menjalankan ibadah salat sebelum laga dimulai.

"Kedua, masyarakat Indonesia itu mayoritas muslim. Dengan kami tayangkan sebelum Maghrib atau sebelum Isya, kami memberikan kesempatan masyarakat Indonesia untuk salat kepada pemain atau penontonnya. Sehingga bisa santai sudah salat," ucap Harsiwi.

"Memang harus kerja sama PT LIB dan PSSI dengan broadcaster untuk bisa memberikan tayangan terbaik dan bermanfaat untuk semua pihak selama tidak menyalahi aturan sepak bola di Indonesia dan dunia," ujar Harsiwi.

4 dari 5 halaman

Harus Menyesuaikan

Pemain PSM Makassar, Everton Nascimento (tengah) berebut bola dengan pemain Persita Tangerang, Fahtoni saat laga uji coba antara Persita Tangerang melawan PSM Makassar di Indomilk Arena, Tangerang, Rabu (01/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Harsiwi Achmad menyebut, PSSI dan PT LIB harus menyesuaikan Liga 1 dengan lembaga penyiaran. Dia mencontohkan bagaimana Piala Dunia 2022 yang digelar di Qatar berlangsung bukan pada jadwal biasanya.

"Saya kasih contoh, Piala Dunia yang biasanya ditayangkan pada Juni-Juli karena ini di Qatar diundur ke November. Qatar yang membiayai event tersebut karena Juni-Juli itu panas sekali sehingga tidak bisa ditayangkan," ungkap Harsiwi.

"Dengan mundurnya itu maka turnamen dan kompetisi di seluruh dunia berubah. Itu yang perlu dilakukan yakni menyesuaikan," tegas Harsiwi.

5 dari 5 halaman

Komitmen Penuh

Liga 1 - Ilustrasi Liga 1 Musim 2022-2023 (Bola.com/Adreanus Titus)

Harsiwi Achmad juga menyebut, SCM melalui Indosiar berkomitmen penuh untuk menyajikan kualitas siaran pertandingan dengan kemasan terbaik. Ini dilakukan agar masyarakat Indonesia bisa puas menonton pertandingan di rumah.

"Indosiar ingin membangun industri bersama-sama bagaimana sepak bola itu maju. Makanya kami berikan kemasan-kemasan yang baik," ujar Harsiwi Achmad.

"Mestinya dengan apa yang kami sajikan, kami sudah menayangkan sepak bola yang banyak, memberikan hiburan yang baik kepada masyarakat Indonesia, mengemas dengan cantik, mengeksplore dengan baik, kami ingin memberikan sesuatu kepada masyarakat dan memberikan value," ucap Harsiwi Achmad.

Berita Terkait