BRI Liga 1: Arema Kena Denda Rp170 akibat Ulah Suporter! Flare, Lempar Botol, Sampai Petasan ke Hotel Pemain PSS

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman denda dengan total Rp170 juta rupiah kepada Arema FC akibat ulah suporter.

BolaCom | Iwan SetiawanDiperbarui 15 Agustus 2022, 22:44 WIB
Liga 1 - Ilustrasi Logo Arema FC BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Malang - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman denda dengan total Rp170 juta rupiah kepada Arema FC.

Penyebabnya, ada tiga pelanggaran yang dilakukan, Aremania saat pertandingan melawan PSS Sleman di Stadion Kanjuruhan 5 Agustus lalu.

Advertisement

Pelanggaran pertama, seperti yang dinyatakan dalam surat dengan nomor 016/L1/SK/KD-PSSI/VII/2022. Disebutkan Arema melakukan pelanggaraan karena ulah suporter menyalakan flare di tribune utara dan selatan.

Denda akibat pelanggaran tersebut Arema FC diganjar denda sebesar Rp100 Juta.


2 Pelanggaran Lain

Pemain Arema, Gian Zola diadang dua pemain PSS, Syaiful Ramadhan dan Dedi Gusmawan. (Iwan Setiawan/Bola.com)

Kemudian, surat berikutnya padai hari yang sama yakni dengan nomor 015/L1/SK/KD-PSSI/VII/2022 menyebutkan, ditemukan lemparan gelas mineral sebanyak dua kali oleh suporter yang diarahkan kepada pemain PSS Sleman.

Akibat pelemparan gelas mineral itu, denda yang harus dibayarkan oleh Arema FC bertambah Rp50 juta.

Ketiga, surat bernomor 014/L1/SK/KD-PSSI/VIII/2022 terkait adanya penembakan beberapa petasan ke hotel tempat menginap PSS Sleman. Surat ini sekaligus menggenapi total denda yang harus dibayarkan oleh Arema FC sebesar Rp170 juta.


Denda Besar

Presiden klub Arema FC, Gilang Widya Pramana saat konferensi pers Piala Presiden 2022 di Studio Lantai 8 SCTV Tower, Senayan City, Jakarta pada Senin (06/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Denda ini tergolong cukup besar. Dan kali pertama dialami manajemen baru Arema FC di bawah pimpinan Gilang Widya Pramana alias Juragan 99.

“Hal ini tentu saja sangat disayangkan. Kami terus menghimbau. Kalau perlu menindak tegas hal-hal yang berpotensi munculnya pelanggaran yang berakibat pada kerugian pada klub,” ungkap Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris.

Ketegasan dari panpel dan pihak keamanan menurut Abdul Haris adalah sebagai antisipasi untuk menyelamatkan pertandingan.


Jangan Sampai Terulang

Jika pelanggaran itu terulang, dikhawatirkan Arema terkena hukuman pengosongan tribune bahkan menjalani laga usiran.

“Kami  harus berpikir kemungkinan terburuk akibat adanya pelanggaran ini, sebab tidak menutup kemungkinan adanya hukuman pengosongan tribun bahkan pertandingan usiran. Ini yang sangat kita khawatirkan, jadi sekali lagi kami mohon kepada suporter untuk menghentikan aksi-aksi yang bisa menjurus pada sanksi dan denda,” tegasnya.


Langkah Berikutnya

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, memberikan keterangan jelang pertandingan besar menghadapi Persebaya Surabaya yang digelar Kamis (15/8/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Dari sisi panpel, Abdul Haris menyebutkan bahwa Panpel langsung berkoordinasi untuk mengambil langkah berikutnya. Terutama dalam membangun kesadaran suporter agar tidak melakukan tindakan yang memicu sanksi.

“Hal utama yang harus dibangun adalah kesadaran, seketat apapun pengamanan dengan jumlah personel yang banyakpun hal itu tidak akan berarti tanpa adanya kesadaran dari suporter,” tandas Haris. 

 


Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait