Hebat! Para Tenis Meja Indonesia Sabet 3 Medali Emas dalam Kejuaraan di Yunani

oleh Aryo Atmaja diperbarui 05 Okt 2022, 05:15 WIB
Tim Para Tenis Meja Indonesia berhasil meraih prestasi membanggakan dalam kejuaraan di Yunani bertajuk ITTF Fa20 Argostoli Para Open 2022. (Dok. NPC Indonesia)

Bola.com, Yunani - Kontingen para tenis meja Indonesia meraih hasil membanggakan dalam kejuaraan bertajuk ITTF Fa20 Argostoli Para Open 2022 yang berlangsung pada 24 September hingga 2 Oktober 2022 di Pulau Kefallinia, Yunani.

Sebanyak tiga medali emas, enam perak dan sembilan perunggu berhasil direbut oleh atlet para tenis meja andalan Merah-putih

Advertisement

Ketiga medali emas dipersembahkan oleh David Jacobs pada tunggal putra TT 10, ganda campuran XD20 melalui Shella  Dwi dan Komet Akbar serta pasangan Adyos Astan/Yayan Gunaya di nomor ganda putra MD8.

Sementara itu enam perak direbut oleh Komet Akbar di tunggal putra TT10, Suwarti (tunggal putri TT8), David Jacobs/Hana Resti (ganda campuran XD20), Sefrianto/Tarsilem (ganda campuran XD7), Hana Resti/Shella Dwi (ganda putri WD20) serta Sefrianto yang berpasangan dengan pemain Korea Selatan, Park Jung Son di ganda putra MD4.

2 dari 5 halaman

Membanggakan

Tim Para Tenis Meja Indonesia berhasil meraih prestasi membanggakan dalam kejuaraan di Yunani bertajuk ITTF Fa20 Argostoli Para Open 2022. (Dok. NPC Indonesia)

Meriah hasil bagus di Yunani merupakan prestasi membanggakan karena atlet Indonesia harus melewati perjalanan jauh dan melelahkan untuk bertanding .

“Saya senang bercampur capek karena harus menempuh perjalanan sangat jauh ke Yunani.  Secara hasil kami cukup puas tetap harus tetap berlatih untuk meningkatkan teknik dan stamina karena lawan-lawan juga semakin bagus,” ucap Adyos Astan.

“Selain prestasi, kami juga senang bisa berlaga di kejuaraan ini karena kembali bisa berinteraksi dengan pemain dari negara lain. Sangat banyak pemain muda yang berkualitas di ajang ini,” tambah Adyos.

3 dari 5 halaman

Tambah Pengalaman

Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali di Paralimpiade Tokyo 2020. Kali ini, David Jacobs menyumbang medali perunggu dari para-tenis meja kelas 10 perorangan putra, Sabtu (28/8/2021). (Foto: Dok NPC Indonesia)

Kejuaraan ini merupakan salah satu ajang untuk mencari poin guna lolos ke Paralimpiade Paris 2024. Kehadiran sejumlah pemain muda berbakat di sejumlah nomor juga dirasakan oleh David Jacobs.

“Kejuaraan ini sangat penting untuk mengumpulkan poin ke Paralimpiade Paris 2022. Persaingan di Yunani untuk kelas saya banyak pemain muda yang baru dan menunjukkan perkembangan.  Saya harus memperbaiki kekurangan khususnya di nomor ganda campuran,” ucap David.

4 dari 5 halaman

Tetap Membumi

Aksi petenis meja Indonesia, David Jacobs saat menghadapi wakil China Liao Han di cabang para tenis meja TT10 Asian Para Games 2018, Jakarta, Selasa (9/10). David menyumbang emas ketujuh untuk Indonesia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Pencapaian atlet Indonesia di Yunani merupakan hasil yang membanggakan tetapi atlet dan pelatih tidak boleh berpuas diri. Munculnya sejumlah pemain muda berbakat dalam kejuaraan yang diikuti oleh 26 negara ini, akan menjadi ancaman bagi tenis meja Indonesia di masa mendatang.

“Saya rasa hasil yang kita dapat pada kejuaraan ini cukup bagus, karena ada pemain pemain yang peringkat 10 besar dunia juga ikut bertanding di sini,” kata Bayu Widhie Hapsara, pelatih para tenis meja Indonesia.

5 dari 5 halaman

Kejuaraan Lain Menanti

Tim Para Tenis Meja Indonesia berhasil meraih prestasi membanggakan dalam kejuaraan di Yunani bertajuk ITTF Fa20 Argostoli Para Open 2022. (Dok. NPC Indonesia)

Setelah mengikuti kejuaraan di Yunani, selanjutnya timnas para-tenis meja Indonesia selanjutnya akan mengikuti kejuaraan dunia di Spanyol pada bulan November mendatang. Rencananya Indonesia akan mengirimkan tiga atlet yakni David Jacobs, Suwarti, dan Hana Resti.

“Menurut saya regenerasi atlet para-tenis meja kita sedikit terlambat, terutama di nomor kursi roda. Kita sangat susah untuk mencari regenerasinya,” tegas Bayu.