Xavi Usai Barcelona Kalah di Liga Champions, Tunjukkan Gesture Inter Milan Bayar Wasit

oleh Hendry Wibowo diperbarui 05 Okt 2022, 21:15 WIB
Pelatih Barcelona, Xavi. (AP/Joan Monfort)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Barcelona Xavi Hernandez sangat marah dengan kepemimpinan wasit Slavko Vincic saat tim asuhannya dikalahkan Inter Milan 0-1 pada matchday ketiga Liga Champions musim ini.

Tertangkap kamera, Xavi sampai memberikan gesture bahwa Inter Milan telah membayar wasit untuk membuat Barcelona merugi.

Advertisement

Laga panas antara dua tim papan atas Eropa ini memang dipenuhi beberapa kejadian kontroversi.

Seperti gol Pedri di mana Xavi beranggapan tidak dianulir oleh wasit. Kemudian ada momen seharusnya Barcelona dapat penalti karena handball Denzel Dumfries. Namun wasit beranggapan hal lain.

2 dari 5 halaman

Gesture Xavi

Bek Inter Milan Stefan de Vrij berebut bola melawan penyerang Barcelona Robert Lewandowski pada matchday ketiga Grup C Liga Champions 2022/2023 di Giuseppe Meazaa, Rabu dini hari WIB (5/10/2022). Kemenangan penting ini membuat posisi Inter Milan naik ke urutan 2 klasemen sementara Grup C dengan raihan 6 poin dari 3 laga. (AP Photo/Antonio Calanni)

Xavi jelas marah ketika berbicara kepada media setelah kekalahan ini.

Seperti yang disorot oleh Eurosport IT, kemarahan Xavi tidak terbatas pada kata-kata dan pada satu titik selama pertandingan ia tampak melakukan gesture bahwa wasit telah dibayar.

Tujuannya tentu agar Inter Milan sebagai tuan rumah mendapat keuntungan. Momen ini tidak tertangkap saat siaran langsung tapi beberapa foto menjadi viral di media sosial.

 

3 dari 5 halaman

Xavi Mendapat Kartu Kuning

Xavi mendapat kartu kuning karena kemarahannya di pinggir lapangan selama pertandingan.

Disebutkan Barcelona sekarang siap untuk melaporkan wasit Vincic ke UEFA. Mereka percaya skuad Barcelona telah dirugikan keputusan wasit.

 

 

4 dari 5 halaman

Komentar Xavi

Inter Milan berhasil meraup poin penuh kala menjamu Barcelona pada laga Grup C Liga Champions 2022/2023, Rabu (5/10/2022). Bermain di Giuseppe Meazza, Nerazzurri sukses menumbangkan Barca dengan skor tipis 1-0. (AP/Antonio Calanni)

Dalam keterangan kepada media, Xavi turut menumpahkan kekesalan terhadap wasit. 

"Saya marah dan kesal dengan apa yang saya lihat. Ini ketidakadilan," sergah Xavi setelah pertandingan. 

"Saya sudah bilang ini pada Senin dan saya harus mengatakannnya lagi, wasit harus muncul dan menjelaskan sendiri karena saya tak memahami apa pun." 

"Wasit tidak mau memberikan penjelasan kepada saya setelah pertandingan. Wasit harus bicara. Saya tidak bisa bicara tentang keputusan yang bukan saya lakukan. Bagi saya, keputusan jelas, saya sama sekali tidak mengerti," imbuhnya. 

 

5 dari 5 halaman

Kemarahan Berlipat Ganda

Gol penyeimbang Barcelona pada menit ke-66 Pedri dianulir karena handball oleh Ansu Fati sebelumnya. Xavi berpendapat Ansu Fati tidak disengaja melakukan handball dan bukan pencetak gol, sehingga seharusnya gol tetap sah.

Kemarahan Barca berlipat ganda di masa tambahan waktu ketika kemungkinan handball oleh Dumfries, yang mengambil bola dari Ansu di kotak penalti, tidak diganjart penalti. Insiden itu ditinjau melalui VAR, tetapi wasit tidak dipanggil ke monitor sisi lapangan, seperti yang dilakukannya saat membatalkan gol Pedri.

"Jika saya bertanya bagaimana saya, saya marah. Saya tidak memahami apa pun. Jika Ansu melakukan handball (tanpa sadar) tetapi orang lain kemudian mencetak gol, itu adalah gol," sergah Xaxi. 

"Untuk yang lain (kemungkinan handball Dumfries), saya tidak mengerti. Ini ketidakadiran. Saya tidak bisa menyembunyikannya. Wasit harus bicara." imbuhnya. 

 

Berita Terkait