Menikmati Sejenak 6 Pemain Terbaik AC Milan : Ada yang Berani Pindah ke Klub Rival

oleh Choki Sihotang diperbarui 05 Okt 2022, 21:26 WIB
Nama pertama ada Andriy Shevchenko. Pemain berkebangsaan Ukraina itu berahasil mencetak 9 gol di babak perempatfinal Liga Champions saat berseragam Dynamo Kyiv, AC Milan, dan Chelsea. Shevchenko total telah mencetak 48 gol dalam 100 penampilannya di Liga Champions. (AFP/Patrick Hertzog)

Bola.com, Jakarta - AC Milan belum juga masuk empat besar klasemen sementara Serie A 2022/2023. Hingga pekan kedelapan, Rossoneri masih tertatih-tatih di posisi kelima dengan tabungan 17 poin.

Kemenangan 3-1 atas Empoli pada laga terakhir seharusnya bisa menambah tebal keyakinan armada Stefano Pioli. Setidaknya, mereka bisa optimistis tetap berada di jalur kemenangan sekaligus menjaga asa mempertahankan gelar.

Advertisement

 

2 dari 9 halaman

Nama Besar

Nama besar AC Milan harus dijaga, tak hanya di Italia tapi juga Eropa dan dunia. Sejak berdiri pada 1899 oleh Herbert Kilpin dan Alfred Edwards, mereka telah memenangkan 18 gelar Serie A, enam trofi Piala Super Italia, lima trofi Coppa Italia, Piala Interkontinental (3), Piala Dunia Antarklub (1), Liga Champions (7), Piala Super Eropa (5), dan Piala Winners (2).

Berlabel sejarah yang luar biasa itu, AC Milan tak pernah sepi dari pemain-pemain bintang. Beberapa di antaranya menjadi legenda seperti yang ada di bawah ini. Fans AC Milan wajib baca ya!

 

3 dari 9 halaman

George Weah

Kehebatan George Weah membuat klub raksasa Italia, AC Milan, memboyongnya ke Italia. Bersama Rossonerri, dirinya tampil 147 pertandingan di semua ajang dengan mencetak 58 gol. (AFP/Carlo Ferraro)

“King George,” begitu ia akrab disapa. Weah digembar-gemborkan sebagai pesepakbola Afrika terbesar abad ke-20.

Ia mengumpulkan segudang piala untuk kesuksesan klub dan individu selama 14 tahun kariernya yang termasyhur. Satu-satunya penyesalan yang mungkin dimiliki penggemar AC Milan adalah kenapa dia tak datang San Siro lebih cepat.

Weah menggondol scudetti pada 1995/1996 dan 1998/1999. Ia mendapatkan penghargaan perorangan seperti Onze d'Or: 1995, Ballon d'Or: 1995, Pemain Terbaik Dunia FIFA: 1995, Pemain Terbaik Afrika 1989, 1994 dan 1995.

Selain itu ada juga pencetak gol terbanyak Liga Champions 1994/1995, Penghargaan Fair Play 1996, Pemain Afrika Abad Ini: 1996 dan FIFA 100.

 

4 dari 9 halaman

Andrea Pirlo

Andrea Pirlo - Mantan pelatih Juventus ini berperan sentral mengantar AC Milan merengkuh trofi Liga Champions pada 2003 dan 2007. Pirlo merupakan pemain tengah jenius dengan kemampuan mendribel bola serta umpan-umpan berkelas yang memanjakan penyerang AC Milan kala itu. (AFP/Paco Serinelli)

Elegan, pekerja keras, dan unik. Semuanya cocok untuk menggambarkan playmaker tokcer ini.

Pirlo merupakan satu di antara gelandang terbauik yang pernah dimiliki AC Milan , juga Italia. Satu catatan menarik, Pirlo berani pindah ke klub rival, Juventus. Tak heran jika Pirlo mendapat sematan 'legenda' juga di klub asal Turin tersebut.

Pirlo pernah meraih scudetti 2004 dan 2011, Coppa Italia: 2003, Piala Super Italia 2004, Liga Champions (2003, 2007), Piala Super Eropa (2003, 2007) dan Piala Dunia Antarklub 2007

Sebagian dari penghargaan perorangan Pirlo antara lain Golden Player serta top skorer Piala Eropa U-21 tahun 2000, jawara dunia 2006, Bola Perunggu Piala Dunia 2006, Pemain Terbaik Final Piala Dunia 2006 dan FIFPro World XI: 2006.

 

5 dari 9 halaman

Alessandro Nesta

5. Alessandro Nesta - Mungkin bukan tahun terbaiknya karena kala itu usianya sudah cukup tua sehingga kecepatannya berkurang. Tapi dirinya tetap sosok bek tengah andalan. (AFP/Filippo Monteforte)

Mantan kapten Lazio ini dianggap sebagai satu di antara bek terhebat sepanjang masa. Ia memainkan peran penting dalam banyak keberhasilan Rossoneri.

Seorang yang sangat bertanggung jawab di lini belakang. Tidak diragukan lagi dia adalah panutan serta idola bagi pemain muda seperti Thiago Silva.

Ia menyumbang banyak prestasi bagi AC Milan. Nesta berstatus jawara Serie A 2004 dan 2011, Coppa Italia: 2003, Piala Super Italia (2004, 2011), Liga Champions (2003, 2007), Piala Super Eropa (2003, 2007) dan Piala Dunia Antarklub 2007.

Sementara itu, ragam penghargaan perseorangan juga menempel ke tubuh Nesta. Ia adalah Pemain Muda Terbaik Serie A Tahun 1998, Bek Terbaik Serie A: 2000, 2001, 2002, 2003, lalu Bek Terbaik UEFA Club Football Awards: 2003.

Selain itu, Nesta juga masuk ke Tim Terbaik UEFA edisi 2002, 2003, 2004 dan 2007, FIFPro Dunia XI (2005, 2007) dan anggota FIFA 100.

 

6 dari 9 halaman

Ruud Gullit

Trio legenda AC Milan: Dari kiri ke kanan: Frank Rijkaard, Marco van Basten, Ruud Gullit (AC Milan).

Sangat serbaguna dan berbakat, Gullit mewakili satu di antara komponen dari trio mengesankan yang terdiri dari rekan senegaranya, bersama Frank Rijkaard dan Marco van Basten.

Pemain Belanda ini memiliki ciri kuat, cepat dan gesit. Selain itu, Gullit memiliki kontrol bola yang bagus, passing yang presisi, tembakan yang kuat, dan jago duel bola-bola udara.

Bersama AC Milan, Gullit mendapat scudetto 1988, 1992 dan 1993. Lalu meraih Piala Super Italia (1988, 1992, 1994), Piala Super Eropa (1989, 1990) dan Piala Interkontinental (1989, 1990).

Secara perseorangan, Gullit memiliki puluhan penghargaan. Beberapa di antaranya Pemenang Sepatu Emas Belanda 1986, Olahragawan Terbaik Belanda 1987, Ballon d'Or 1987, Bola Perak Piala Eropa 1988 dan Pemain Terbaik Kedua Eropa edisi 1989.

 

7 dari 9 halaman

Andriy Shevchenko

Striker asal Ukraina ini menjadi pencetak gol terbanyak ke dua bagi Milan. Shevchenko tercatat telah mencetak 175 gol dalam 296 pertandingan bersama Milan. (AFP/Carlo Baroncin)

Setelah transfernya ke Milan dengan biaya rekor 25 juta euro pada 1999, Sheva dengan cepat memantapkan dirinya sebagai favorit penggemar. Hal itu terjadi saat ia memenangkan gelar pencetak gol Serie A di musim perdananya, berbekal torehan 24 gol dalam 32 penampilan.

Sungguh memilukan melihatnya pergi ke Chelsea pada musim panas 2006. Lebih menyedihkan lagi kala melihatnya berjuang keras setelah kembali ke San Siro dengan status pinjaman pada 2008.

Terlepas dari itu semua, ia tetap mendapat tempat istimewa di hati fans hingga kini.

 

8 dari 9 halaman

Marco Van Basten

Marco van Basten. Eks striker Timnas Belanda yang kini berusia 57 tahun ini mampu meraih Ballon d'Or sebanayak 3 kali pada edisi 1988, 1989 dan 1992 bersama AC Milan. Namun ia tercatat 2 kali gagal masuk nominasi Ballon d'Or di edisi 1990 dan 1993 usai menggapainya pada 1989 dan 1992. Penyebab Kegagalan masuk nominasi pada edisi 1990 tidak lain adalah karena penampilan buruknya bersama Timnas Belanda pada Piala Dunia 1990 dengan raihan nir-gol dalam 4 laga. Padahal bersama AC Milan di musim 1989/1990 ia justru tampil meyakinkan dengan meraih gelar Piala Champions, Piala Super Eropa dan Piala Toyota ditambah gelar individu sebagai top skor Serie A Liga Italia. (AFP/Toshifumi Kitamura)

Van Basten adalah sosok yang tragis. Andai cedera tidak memaksanya pensiun pada usia 29 tahun, dia pasti akan terus memperkuat statusnya sebagai satu di antara striker terbaik sepanjang masa.

Bersama Ruud Gullit dan Frank Rijkaard, mereka dikenang sebagai trio klasik AC Milan. Sayang, dia memiliki karier yang singkat. Meksi begitu, namnya tetap harum sampai kini.

Sumber: Bleacherreport

9 dari 9 halaman

AC Milan Melempem

Berita Terkait